• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Israel Serang Lebanon, Harga Minyak Mendidih

Israel Serang Lebanon, Harga Minyak Mendidih

June 8, 2026
Telkom (TLKM) Gelar RUPS Siang Ini, Putuskan Dividen hingga Buyback

Telkom (TLKM) Gelar RUPS Siang Ini, Putuskan Dividen hingga Buyback

June 8, 2026
Anjlok 4,39%, Potret IHSG Merah di Sesi I

Anjlok 4,39%, Potret IHSG Merah di Sesi I

June 8, 2026
Ambruk 4,39%, Potret HSG Kebakaran di Sesi I

Ambruk 4,39%, Potret HSG Kebakaran di Sesi I

June 8, 2026
Usai Ketemu Dasco dan Bahlil, DSI Pastikan Gak Ganggu Pengusaha

Usai Ketemu Dasco dan Bahlil, DSI Pastikan Gak Ganggu Pengusaha

June 8, 2026
Mensesneg Ungkap Isi Rapat Bareng Dasco-Bahlil-Dony di DPR, Bahas DSI

Mensesneg Ungkap Isi Rapat Bareng Dasco-Bahlil-Dony di DPR, Bahas DSI

June 8, 2026
Rupiah Makin Loyo, Bank Ini Jual Dolar di Rp18.415

Rupiah Makin Loyo, Bank Ini Jual Dolar di Rp18.415

June 8, 2026
3 Proyek Andalan PGEO Dapat Kucuran Asing US7,87 Juta

3 Proyek Andalan PGEO Dapat Kucuran Asing US$477,87 Juta

June 8, 2026
Dasco Rapat Bareng Bahlil Hingga Dony Oskaria di DPR, Bahas DSI & ESDM

Dasco Rapat Bareng Bahlil Hingga Dony Oskaria di DPR, Bahas DSI & ESDM

June 8, 2026
Kapal Samudera Indonesia (SMDR) Tenggelam, Bos Buka Suara

Kapal Samudera Indonesia (SMDR) Tenggelam, Bos Buka Suara

June 8, 2026
Cadangan Devisa RI Anjlok US,3 M di Bulan Mei, Jadi US4,9 M

Cadangan Devisa RI Anjlok US$1,3 M di Bulan Mei, Jadi US$144,9 M

June 8, 2026
Emiten Prajogo Chandra Asri (TPIA) Genjot Saham Publik Hingga 25,7%

Emiten Prajogo Chandra Asri (TPIA) Genjot Saham Publik Hingga 25,7%

June 8, 2026
Rupiah Tak Kunjung Bangkit, Dolar AS Kini Rp18.150

Rupiah Tak Kunjung Bangkit, Dolar AS Kini Rp18.150

June 8, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, June 8, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Israel Serang Lebanon, Harga Minyak Mendidih

3 hours ago
in ENTREPRENEUR
Israel Serang Lebanon, Harga Minyak Mendidih
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia kembali melonjak pada perdagangan Senin pagi (8/6/2026) setelah pasar dikejutkan oleh serangan terbaru Israel ke Lebanon. Eskalasi baru ini memicu kekhawatiran bahwa konflik Timur Tengah akan kembali meluas dan menghambat upaya pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran energi paling vital di dunia.

Berdasarkan data Refinitiv per pukul 08.01 WIB, harga minyak Brent berada di US$95,29 per barel, melonjak 2,36% dibandingkan penutupan Jumat yang berada di US$93,09 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,18% ke US$92,51 per barel dari posisi sebelumnya US$90,54 per barel. Kenaikan tersebut memangkas sebagian besar pelemahan yang terjadi pada akhir pekan lalu ketika pasar sempat optimistis terhadap peluang meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Sentimen utama datang dari serangan udara Israel ke Beirut pada Minggu waktu setempat. Aksi militer tersebut berlangsung hanya beberapa hari setelah Israel dan Lebanon mengumumkan kesepakatan gencatan senjata pada 3 Juni hasil negosiasi di Washington. Situasi kian memanas setelah Iran membalas serangan terhadap sekutunya, Hizbullah, dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel. Rantai konflik baru ini menimbulkan keraguan bahwa perundingan damai antara Washington dan Teheran dapat segera tercapai.



Bagi pasar energi, isu terpenting bukan semata konflik militer, melainkan nasib Selat Hormuz. Iran hingga kini masih menghambat sebagian besar arus pelayaran melalui selat tersebut sejak perang AS-Iran pecah pada Februari lalu. Akibatnya, pasokan minyak global terganggu dan banyak negara produsen kesulitan mengirimkan minyak ke konsumen. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur transit utama bagi ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk, sehingga setiap gangguan langsung memengaruhi keseimbangan pasokan dunia.

Di tengah kondisi tersebut, OPEC+ pada Minggu tetap memutuskan melanjutkan peningkatan produksi untuk bulan keempat secara beruntun. Tujuh anggota inti kelompok itu diperkirakan menaikkan target produksi sekitar 188 ribu barel per hari pada Juli. Namun keputusan tersebut belum mampu menenangkan pasar karena persoalan utama saat ini bukan target produksi, melainkan kemampuan negara-negara produsen untuk benar-benar mengalirkan minyak ke pasar internasional.

Data OPEC memperlihatkan produksi kelompok tersebut justru anjlok sejak konflik meletus. Produksi rata-rata turun menjadi 33,19 juta barel per hari pada April dari 42,77 juta barel per hari pada Februari. Negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi, menghadapi kendala besar dalam memenuhi permintaan pelanggan akibat terganggunya jalur ekspor. Rusia pun menghadapi tekanan tersendiri setelah serangan terhadap infrastruktur energinya memangkas kapasitas produksi.

Kondisi ini membuat pasar relatif mengabaikan tambahan kuota produksi OPEC+. Selama Selat Hormuz belum kembali beroperasi normal dan ketegangan geopolitik terus meningkat, risiko kekurangan pasokan masih membayangi pasar minyak global. Itulah yang membuat harga minyak kembali bergerak mendekati level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan terakhir, meski OPEC+ terus berupaya menambah pasokan ke pasar.

CNBC Indonesia 

(emb/emb)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Telkom (TLKM) Gelar RUPS Siang Ini, Putuskan Dividen hingga Buyback

Telkom (TLKM) Gelar RUPS Siang Ini, Putuskan Dividen hingga Buyback

June 8, 2026
Anjlok 4,39%, Potret IHSG Merah di Sesi I

Anjlok 4,39%, Potret IHSG Merah di Sesi I

June 8, 2026
Ambruk 4,39%, Potret HSG Kebakaran di Sesi I

Ambruk 4,39%, Potret HSG Kebakaran di Sesi I

June 8, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .