Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) alias BJB mencatatkan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp410,15 miliar pada kuartal I-2026. Perolehan itu hanya naik tipis 2,94% secara tahunan atau year on year (yoy).
Berdasarkan laporan keuangannya, bank pembangunan daerah (BPD) pentolan itu mencatatkan pendapatan bunga sebesar Rp4,10 triliun, turun 3,91% yoy. Beban bunga juga ikut menyusut 16,35% yoy menjadi Rp2,05 triliun.
Lantas, pendapatan bunga bersih menjadi Rp2,05 triliun, naik 12,85% yoy.
Dari sisi operasional, BJB mencatatkan penurunan nilai wajar aset keuangan sebesar Rp33,67 miliar. Bank itu juga mencatatkan kerugian impairment sebesar Rp308,13 miliar.
Sementara itu, pendapatan komisi/provisi/fee dan administrasi meningkat menjadi Rp413,08 miliar dari setahun sebelumnya Rp373,84 miliar.
Pada fungsi intermediasi, BJB telah menyalurkan kredit sebesar Rp141,24 triliun sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, turun 2,85% yoy. Seiring dengan penurunan tersebut, kualitas kredit juga ikut menurun, tercermin dari non performing loan (NPL) gross yang malah meningkat menjadi sebesar 3,07% dan NPL net naik jadi 1,18%.
Pada penghimpunan dana, BJB mencatatkan total dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp159.871.722, naik tipis 3,94% yoy.
Likuiditas BJB pun melonggar, tercermin dari rasio perbandingan pinjaman terhadap simpanan alias loan to deposit ratio (LDR) turun jadi 83,54%.
Total aset BJB tercatat sebesar Rp221,81 triliun, turun tipis dari setahun sebelumnya Rp223,11 triliun.
(fsd/fsd)
Add
as a preferred
source on Google


















