• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Tiba-Tiba Ditutup di Zona Merah, Turun 0,32% ke Level 7.106

IHSG Tiba-Tiba Ditutup di Zona Merah, Turun 0,32% ke Level 7.106

April 27, 2026
Pasar Modal Untuk Masa Depan, Untuk Gen Z!

Pasar Modal Untuk Masa Depan, Untuk Gen Z!

April 27, 2026
Gerak Saham Sejalan dengan Pergerakan Fundamental Ekonomi

Gerak Saham Sejalan dengan Pergerakan Fundamental Ekonomi

April 27, 2026
Kriteria Danantara Godok Proyek Hilirisasi, 3 Poin Ini Wajib DipenuhiI

Kriteria Danantara Godok Proyek Hilirisasi, 3 Poin Ini Wajib DipenuhiI

April 27, 2026
Dorong Jumlah Investor, OJK Luncurkan Program Pintar Reksa Dana

Dorong Jumlah Investor, OJK Luncurkan Program Pintar Reksa Dana

April 27, 2026
Baru 1 Emiten Baru 2026, Airlangga Minta Bursa Genjot Pipeline IPO

Baru 1 Emiten Baru 2026, Airlangga Minta Bursa Genjot Pipeline IPO

April 27, 2026
Pemerintah Godok Insentif Fiskal untuk Investor Reksa Dana

Pemerintah Godok Insentif Fiskal untuk Investor Reksa Dana

April 27, 2026
BTPN Syariah (BTPS) Bukukan Laba Rp 319 M di Kuartal I-2026

BTPN Syariah (BTPS) Bukukan Laba Rp 319 M di Kuartal I-2026

April 27, 2026
Nilai Tukar Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Rp 17.185

Nilai Tukar Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Rp 17.185

April 27, 2026
Laba PGN (PGAS) Melesat 46% Jadi US,4 Juta pada Kuartal I-2026

Laba PGN (PGAS) Melesat 46% Jadi US$90,4 Juta pada Kuartal I-2026

April 27, 2026
OJK Sebut Pasokan Valas di Perbankan Masih Melimpah

OJK Sebut Pasokan Valas di Perbankan Masih Melimpah

April 27, 2026
Harga Bahan Bakar Melonjak, 5 Negara Siapkan Windfall Tax

Harga Bahan Bakar Melonjak, 5 Negara Siapkan Windfall Tax

April 27, 2026
Purbaya Ikut Awasin Bursa: Kalau Macam-Macam, Saya Hajar!

Purbaya Ikut Awasin Bursa: Kalau Macam-Macam, Saya Hajar!

April 27, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, April 27, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

IHSG Tiba-Tiba Ditutup di Zona Merah, Turun 0,32% ke Level 7.106

3 hours ago
in ENTREPRENEUR
IHSG Tiba-Tiba Ditutup di Zona Merah, Turun 0,32% ke Level 7.106
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba anjlok pada pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026). IHSG yang sempat menguat di sesi pertama tiba-tiba turun 22,97 atau 0,32% ke level 7.106,52 pada penutupan perdagangan sesi kedua.

Kebanyakan saham berada di zona hijau dengan nilai transaksi yang terbilang tinggi, yakni mencapai Rp 16,57 triliun. Sebanyak 33,17 miliar saham berpindah tangan dalam 2,20 juta kali transaksi.

Berdasarkan data pasar, saham bank jumbo mencatat nilai transaksi terbesar. BBCA memimpin dengan total Rp 3,28 triliun. Akan tetapi saham emiten grup Djarum ini melorot dan sempat menyentuh 5.975 atau turun 1,24%. Selanjutnya ada saham Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan nilai transaksi masing-masing Rp 2,28 triliun dan Rp 1,33 triliun.

Mayoritas sektor perdagangan melemah, dengan koreksi paling dalam dicatatkan oleh sektor energi dan finansial.

Emiten perbankan kakap kompak terkoreksi hari ini, dengan pelemahan terbesar dicatatkan oleh Bank Permata (BNLI) dan Bank Danamon (BDMN).

Dua emiten Prajogo Pangestu juga tercatat melemah signifikan yakni PTRO dan TPIA. Sedangkan emiten tambang batu bara Grup Sinar Mas Dian Swastatika Sentosa (DSSA) kembali anjlok 8,66% ke Rp 1.845 per saham. Saham DSSA telah turun 43% dalam sepekan usai pengumuman terbaru dari MSCI.

Gerak IHSG hari ini berbeda dengan mayoritas bursa di kawasan.

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,53% dan mencapai rekor tertinggi, sementara indeks Kospi Korea Selatan melonjak 1% dan juga mencatatkan rekor tertinggi.

Namun, bursa Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 0,54%.

Sementara kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 26.041, dibandingkan dengan penutupan terakhir indeks tersebut di 25.978,07.

Mengutip CNBC Internasional, sentimen pasar tetap stabil meskipun harapan pasar terhadap terobosan diplomasi Iran-Amerika Serikat kembali menipis.

Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana untuk mengirim utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Islamabad, Pakistan, Sabtu lalu untuk melakukan negosiasi dengan Iran.

“Terlalu banyak waktu terbuang untuk perjalanan, terlalu banyak pekerjaan! Selain itu, ada perselisihan internal yang hebat dan kebingungan di dalam ‘kepemimpinan’ mereka,” tulis Trump dalam sebuah postingan di Truth Social, dikutip Senin (27/4/2026).

Harga minyak melonjak sekitar 2% setelah rencana putaran kedua negosiasi perdamaian antara AS dan Iran kembali menemui jalan buntu.

Kontrak berjangka minyak Brent yang menjadi patokan internasional, naik lebih dari 2% menjadi US$107,49 per barel pada pukul 19.35 ET, sementara minyak mentah AS juga melonjak 1,79% menjadi US$96,19.

Ketegangan di Selat Hormuz tetap tinggi setelah Pasukan Garda Revolusi Iran dilaporkan menaiki dua kapal kargo di dekat jalur laut strategis tersebut.

Adapun pasar keuangan Indonesia pekan ini hanya berlangsung empat hari yakni Senin-Kamis karena ada Libur Hari Buruh pada 1 Mei atau Jumat mendatang.

Fokus utama pasar pekan ini tertuju pada perkembangan terbaru negosiasi Amerika Serikat (AS)-Iran, keputusan suku bunga The Federal Reserve, rilis inflasi PCE AS, data manufaktur AS dan China, serta keputusan suku bunga Bank of Japan (BOJ).

Pasar memperkirakan The Fed masih akan menahan suku bunga acuannya di kisaran 3,50%-3,75%. Ekspektasi ini muncul karena inflasi AS masih berada di atas target, sementara lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah membuat bank sentral AS sulit bergerak terlalu cepat untuk melonggarkan kebijakan.

Keputusan The Fed kali ini akan sangat penting bagi pasar global. Jika The Fed memberi sinyal masih akan menahan suku bunga lebih lama, dolar AS berpotensi tetap kuat. Kondisi tersebut bisa kembali menekan mata uang Asia, termasuk rupiah.

Sebaliknya, jika pernyataan The Fed mulai terdengar lebih lunak karena mempertimbangkan risiko perlambatan ekonomi, pasar bisa membaca adanya peluang penurunan suku bunga pada semester berikutnya. Skenario ini dapat memberi ruang bagi penguatan obligasi dan aset berisiko, termasuk saham di emerging market.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pasar Modal Untuk Masa Depan, Untuk Gen Z!

Pasar Modal Untuk Masa Depan, Untuk Gen Z!

April 27, 2026
Gerak Saham Sejalan dengan Pergerakan Fundamental Ekonomi

Gerak Saham Sejalan dengan Pergerakan Fundamental Ekonomi

April 27, 2026
Kriteria Danantara Godok Proyek Hilirisasi, 3 Poin Ini Wajib DipenuhiI

Kriteria Danantara Godok Proyek Hilirisasi, 3 Poin Ini Wajib DipenuhiI

April 27, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .