• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Makin Tertekan, Dolar AS Sudah Tembus Rp16.935

Rupiah Makin Tertekan, Dolar AS Sudah Tembus Rp16.935

January 19, 2026
Medco (MEDC) Caplok 10% Aset Gas Eni di Kalimantan Timur

Medco (MEDC) Caplok 10% Aset Gas Eni di Kalimantan Timur

October 12, 2026
IHSG Anjlok 1% Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 1% Ini Penyebabnya

October 12, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 1%

Breaking! IHSG Anjlok 1%

October 12, 2026
Gadai Saham ke Mandiri, Emiten Haji Isam (PGUN) Siap Hadapi Risiko Ini

Gadai Saham ke Mandiri, Emiten Haji Isam (PGUN) Siap Hadapi Risiko Ini

October 12, 2026
Bunga Obligasi AS Tertinggi 23 Tahun, Spread SBN RI Justru Makin Tipis

Bunga Obligasi AS Tertinggi 23 Tahun, Spread SBN RI Justru Makin Tipis

October 12, 2026
Investor Miliarder Bunyikan Alarm, Ada Warning ke Pasar Saham

Investor Miliarder Bunyikan Alarm, Ada Warning ke Pasar Saham

October 12, 2026
BI Mau Kartu Kredit RI Lebih Berdaya, Ini Target Destry

BI Mau Kartu Kredit RI Lebih Berdaya, Ini Target Destry

October 12, 2026
Dari Ditolak Bank hingga 67 Juta Pengguna, Bos BI Cerita Sejarah QRIS

Dari Ditolak Bank hingga 67 Juta Pengguna, Bos BI Cerita Sejarah QRIS

October 12, 2026
Perkuat Peran BI Dorong Ekonomi & Penciptaan Lapangan Kerja

Perkuat Peran BI Dorong Ekonomi & Penciptaan Lapangan Kerja

October 12, 2026
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.860

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.860

October 12, 2026
Awal Sesi I IHSG Dibuka Menguat 0,26% Ke 6.109

Awal Sesi I IHSG Dibuka Menguat 0,26% Ke 6.109

October 12, 2026
QRIS Merambah Timor Leste, Next Negara Mana? Ini Bocorannya

QRIS Merambah Timor Leste, Next Negara Mana? Ini Bocorannya

October 12, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, October 12, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Makin Tertekan, Dolar AS Sudah Tembus Rp16.935

9 months ago
in Lifestyle
Rupiah Makin Tertekan, Dolar AS Sudah Tembus Rp16.935
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan melanjutkan tren pelemahannya pada penutupan perdagangan awal pekan ini, Senin (19/1/2026).

Melansir data Refinitiv, rupiah ditutup melemah 0,33% ke level Rp16.935/US$, sekaligus mencetak level penutupan terlemah sepanjang sejarah terbaru. Padahal pada pembukaan perdagangan pagi hari, rupiah sempat menguat 0,15% dan berada di level Rp16.850/US$.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di rentang Rp16.850-Rp16.945 per dolar AS, mencerminkan volatilitas yang cukup tinggi di tengah tekanan pasar.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB justru terpantau melemah 0,20% ke level 99,199. Pelemahan dolar AS di pasar global seharusnya membuka ruang penguatan bagi mata uang negara berkembang, namun rupiah kembali gagal memanfaatkan momentum tersebut.


Tekanan terhadap dolar AS sendiri muncul seiring meningkatnya ketidakpastian kebijakan perdagangan Amerika Serikat. Pelaku pasar merespon pernyataan Presiden AS Donald Trump yang kembali melontarkan ancaman tarif tambahan terhadap sejumlah negara Eropa terkait isu Greenland.

Ancaman tersebut memicu kekhawatiran akan eskalasi tensi dagang global dan berpotensi memperburuk hubungan ekonomi AS dengan mitra utamanya di Eropa.

Sejumlah negara Uni Eropa merespon keras pernyataan tersebut dan menilai langkah AS sebagai bentuk tekanan sepihak. Kondisi ini mendorong pelaku pasar bersikap lebih defensif, mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, serta menilai ulang prospek dolar AS dalam jangka menengah.

Dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah turut dipengaruhi oleh arus keluar modal asing yang kembali terjadi di pasar keuangan domestik. Data Bank Indonesia (BI) mencatat, sepanjang periode 12-14 Januari 2026, investor asing membukukan aksi jual bersih (net outflow) sebesar Rp7,71 triliun. Angka ini sekaligus mematahkan tren aliran dana asing yang sebelumnya mencatatkan inflow selama empat pekan beruntun.

Tekanan arus keluar tersebut terutama terjadi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Pada periode tersebut, investor asing tercatat melepas SBN senilai Rp8,15 triliun dan SRBI sebesar Rp2,64 triliun. Di sisi lain, asing masih mencatatkan beli bersih Rp3,08 triliun di pasar saham.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Medco (MEDC) Caplok 10% Aset Gas Eni di Kalimantan Timur

Medco (MEDC) Caplok 10% Aset Gas Eni di Kalimantan Timur

October 12, 2026
IHSG Anjlok 1% Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 1% Ini Penyebabnya

October 12, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 1%

Breaking! IHSG Anjlok 1%

October 12, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .