• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Mesin Pembiayaan ‘Ngadat’, Multifinance Dalam Bahaya?

Mesin Pembiayaan ‘Ngadat’, Multifinance Dalam Bahaya?

July 11, 2025
BI Hitung Harga BBM Non-Subsidi Naik Sumbang Inflasi 0,04% di April

BI Hitung Harga BBM Non-Subsidi Naik Sumbang Inflasi 0,04% di April

April 23, 2026
IHSG Merah 3 Hari Berturut-Turut, Asing Kompak Serbu 10 Saham Ini

IHSG Merah 3 Hari Berturut-Turut, Asing Kompak Serbu 10 Saham Ini

April 23, 2026
6 Emiten Terancam Keluar Indeks LQ45 Bila Tak Penuhi Aturan Ini

6 Emiten Terancam Keluar Indeks LQ45 Bila Tak Penuhi Aturan Ini

April 23, 2026
BI Perketat Pembelian Dolar, Transaksi Turun Jadi Rp1,02 T per Hari

BI Perketat Pembelian Dolar, Transaksi Turun Jadi Rp1,02 T per Hari

April 23, 2026
BI-Fast Bakal Diperbarui, Ini Bocoran Keunggulannya

BI-Fast Bakal Diperbarui, Ini Bocoran Keunggulannya

April 23, 2026
Tak Buru-Buru Spin Off, Permata Bank Syariah Siapkan Strategi Ini

Tak Buru-Buru Spin Off, Permata Bank Syariah Siapkan Strategi Ini

April 22, 2026
Bos BI Janji Jaga Pertumbuhan Uang Primer di Atas 12% Tahun Ini

Bos BI Janji Jaga Pertumbuhan Uang Primer di Atas 12% Tahun Ini

April 22, 2026
Usai Pengumuman MSCI Investor Kompak Obral Saham BREN & DSSA

Usai Pengumuman MSCI Investor Kompak Obral Saham BREN & DSSA

April 22, 2026
KFC (FAST) Buktikan Pemulihan Kinerja, Fundamental Bisnis Kian Menguat

KFC (FAST) Buktikan Pemulihan Kinerja, Fundamental Bisnis Kian Menguat

April 22, 2026
Harga Saham di Luar Nalar, Investor Kok Tetap Serbu Saham CASA?

Harga Saham di Luar Nalar, Investor Kok Tetap Serbu Saham CASA?

April 22, 2026
Kasus Credit Union Paroki Aek Nabara Tuntas, Ini Kata BNI

Kasus Credit Union Paroki Aek Nabara Tuntas, Ini Kata BNI

April 22, 2026
Saham BREN & DSSA Jadi Beban, IHSG Turun 0,24% ke 7.541

Saham BREN & DSSA Jadi Beban, IHSG Turun 0,24% ke 7.541

April 22, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, April 23, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Mesin Pembiayaan ‘Ngadat’, Multifinance Dalam Bahaya?

10 months ago
in Market
Mesin Pembiayaan ‘Ngadat’, Multifinance Dalam Bahaya?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Penjualan mobil nasional kembali ambruk pada Juni 2025. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dilansir PT Astra International Tbk menunjukkan, penjualan mobil nasional bulan Juni 2025 hanya mencapai 57.761 unit.

Terjadi penurunan sebanyak 2.851 unit atau 4,71% dibandingkan penjualan Mei 2025 yang mencapai 60.612 unit.

Secara total, penjualan mobil di paruh pertama tahun 2025 tercatat sebanyak 374.741 unit, koreksi 35.279 unit atau turun 8,60% dibandingkan dengan periode sama tahun 2024 yang mencatat penjualan sebanyak 410.020 unit.

Hal tersebut seiring  dengan pertumbuhan piutang multifinance yang melambat signifikan per Mei 2025. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan penyaluran pembiayaan oleh perusahaan pembiayaan sebesar Rp 504,58 triliun pada bulan kelima tahun ini atau naik 2,83%.

Pertumbuhan piutang mulitifnance tersebut merupakan yang terendah sejak awal tahun. Padahal pada Mei tahun lalu, piutang multifinance masih dapat tumbuh dua digit atau 10,82%.

Seiring dengan melambatnya pertumbuhan penyaluran pembiayaan, NPF gross multifinance naik 14 basis poin (bps) secara bulanan. Akan tetapi bila dibandingkan Mei tahun lalu, posisi NPF gross tahun ini masih lebih baik.

Pada periode yang sama NPF net multifinance naik 6 bps secara bulanan dan 13 bps secara tahunan.

Sementara itu, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) mengaku pembiayaan multifinance di sektor konsumtif tengah tertekan. Pemerintah pun diharap mengeluarkan stimulus yang bisa mendorong daya beli masyarakat.

Dari segmen multiguna, Ketua Umum APPI Suwandi mengatakan, pembiayaannya hampir tidak mengalami pertumbuhan. Kondisi ini seiring dengan penjualan mobil yang lesu hingga semester I-2025.

Suwandi memperkirakan penjualan mobil tahun ini hanya akan mencapai 800.000 unit atau tidak sampai target Gaikindo yang sebesar 900.000 unit.

Oleh karena itu, Suwandi berharap stimulus dari pemerintah dapat mendorong konsumsi masyarakat. Selain itu, industri juga menunggu katalis dari acara otomotif, seperti Gaikindo.

“Kita lebih berharap adalah bagaimana pemerintah nanti ada stimulus-stimulus juga sudah mulai dikeluarkan, inikan baru, mudah-mudahan ini ada pergerakan dari sisi konsumsi dan segalanya. Kalau sekarang ya berat,” kata Suwandi kepada CNBC Indonesia, dikutip Kamis (11/7/2025).

Suwandi pun mengaku tidak akan merevisi target tahunannya. Di awal tahun, APPI membidik penyaluran pembiayaan sebesar 8%-10%.

“Apa yang mau direvisi? ya sudah lah, nggak tercapai, ya kita mesti tahu mau direvisi-revisi terus juga susah nih tebaknya sekarang,” kata Suwandi.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Kantong Warga RI Tipis, Multifinance Pasang Target Realistis




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BI Hitung Harga BBM Non-Subsidi Naik Sumbang Inflasi 0,04% di April

BI Hitung Harga BBM Non-Subsidi Naik Sumbang Inflasi 0,04% di April

April 23, 2026
IHSG Merah 3 Hari Berturut-Turut, Asing Kompak Serbu 10 Saham Ini

IHSG Merah 3 Hari Berturut-Turut, Asing Kompak Serbu 10 Saham Ini

April 23, 2026
6 Emiten Terancam Keluar Indeks LQ45 Bila Tak Penuhi Aturan Ini

6 Emiten Terancam Keluar Indeks LQ45 Bila Tak Penuhi Aturan Ini

April 23, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .