• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Bos Temasek Ungkap Ketakutan Soal Pelemahan Dolar AS

Bos Temasek Ungkap Ketakutan Soal Pelemahan Dolar AS

November 20, 2025
Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Jauhi Radius 2 Km!

Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Jauhi Radius 2 Km!

October 5, 2026
Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

October 5, 2026
Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

October 5, 2026
Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026

Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026

October 5, 2026
52 Perusahaan Jasa Keuangan Kena Denda OJK, `141 Peringatan Tertulis

52 Perusahaan Jasa Keuangan Kena Denda OJK, `141 Peringatan Tertulis

October 5, 2026
Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono Mengundurkan Diri

Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono Mengundurkan Diri

October 5, 2026
Danantara Tutup 354 BUMN

Danantara Tutup 354 BUMN

October 5, 2026
Bertemu Presiden, Bos Danantara Buka-Bukaan Soal Perampingan BUMN

Bertemu Presiden, Bos Danantara Buka-Bukaan Soal Perampingan BUMN

October 5, 2026
Utang Pinjol Warga RI Rp107 T, Kredit Macet Naik Jadi 4,73%

Utang Pinjol Warga RI Rp107 T, Kredit Macet Naik Jadi 4,73%

October 5, 2026
Piutang Multifinance Cuma Tumbuh 1,68%, Penjualan Kendaraan Melambat

Piutang Multifinance Cuma Tumbuh 1,68%, Penjualan Kendaraan Melambat

October 5, 2026
OJK Blokir 38.796 Rekening Judol, Bank Diminta Pantau NIK Pelaku

OJK Blokir 38.796 Rekening Judol, Bank Diminta Pantau NIK Pelaku

October 5, 2026
IHSG Ditutup Naik 1,3% Ini Penyebabnya

IHSG Ditutup Naik 1,3% Ini Penyebabnya

October 5, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, October 5, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Bos Temasek Ungkap Ketakutan Soal Pelemahan Dolar AS

11 months ago
in Lifestyle
Bos Temasek Ungkap Ketakutan Soal Pelemahan Dolar AS
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Direktur Utama Temasek, perusahaan investasi milik negara Singapura, telah memperingatkan bahwa melemahnya dolar AS membuat aset-aset Amerika kurang menarik bagi investor internasional.

Mengutip Financial Times, Dilhan Pillay mengatakan bahwa Temasek, yang mengelola S$434 miliar atau sekitar Rp5.574,82 triliun secara global, telah meningkatkan lindung nilai dolarnya tahun ini sebagai respons terhadap pelemahan dolar dibandingkan dengan mata uang lainnya. Namun, ia memperingatkan bahwa biayanya menjadi sangat mahal.

“Orang Tiongkok melakukan lindung nilai, orang Eropa melakukan lindung nilai… sekarang sudah sampai pada titik di mana biaya lindung nilai Temasek menjadi terlalu besar, sehingga Temasek harus memikirkan lindung nilai alami,” kata Pillay, berbicara di sebuah forum di Singapura pada hari Rabu, dikutip Kamis (20/11/2025).

“Apa itu lindung nilai alami? Artinya saya harus mencari hal-hal yang memberi saya imbal hasil bersih yang saya harapkan untuk risiko yang terkait. Jadi, beberapa aset berdenominasi dolar AS tidak akan memberi saya imbal hasil bersih yang akan membenarkan alokasi modal saya di sana.”

Adapun dolar AS melemah tajam di awal tahun dibandingkan dengan mata uang lain seperti poundsterling, euro, dan dolar Singapura. Hal ini menjadi respons terhadap paket tarif impor Presiden Donald Trump terhadap mitra dagang global. Sejak saat itu, dolar AS telah memangkas sebagian kerugiannya.

Seperti diketahui, Temasek diluncurkan 51 tahun yang lalu oleh Singapura dengan mandat mengelola saham pemerintah

di perusahaan-perusahaan domestik. Di antara kepemilikan terbesar Temasek adalah perusahaan-perusahaan AS seperti Amazon, BlackRock, Mastercard, Nvidia, dan Visa.

Perusahaan tersebut memiliki 24% portofolionya yang terekspos ke Amerika, naik dari 18% pada tahun 2020. Hal itu terungkap dalam laporan tahunan terbarunya yang dirilis pada bulan Juli.

Sementara itu, 37% portofolionya terekspos ke dolar AS, naik dari 31% lima tahun lalu.

“Pelemahan dolar AS bagi investor non-dolar AS merupakan masalah besar,” kata Pillay.

“Dan itu, saya pikir, akan berdampak pada pasar modal.”

Investor global telah merespons volatilitas dolar AS dengan melakukan lindung nilai terhadap eksposur mereka, yang mengakibatkan biaya yang lebih tinggi. Menurut para analis, peningkatan aktivitas lindung nilai telah memicu sebagian aksi jual dolar.

Banyak investor asing telah siap menanggung dampak kenaikan biaya lindung nilai karena mereka ingin mempertahankan eksposur mereka terhadap saham-saham kecerdasan buatan, meskipun ada kekhawatiran yang meningkat atas tingginya valuasi perusahaan-perusahaan di sektor ini.

“Saya cenderung setuju bahwa jika Anda melihat pasar publik, pasti ada risiko di sana,” kata Pillay.

“Kita bisa menyebutnya gelembung valuasi.”

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Jauhi Radius 2 Km!

Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Jauhi Radius 2 Km!

October 5, 2026
Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

October 5, 2026
Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

October 5, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .