• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
10 Tanda Kamu Kena Jebakan Kelas Menengah, Bikin Susah Kaya

10 Tanda Kamu Kena Jebakan Kelas Menengah, Bikin Susah Kaya

July 30, 2025
PHK Massal Gegara Izin Konsesi Dicabut, Ini Pemilik Toba Pulp (INRU)

PHK Massal Gegara Izin Konsesi Dicabut, Ini Pemilik Toba Pulp (INRU)

April 27, 2026
IHSG Ambruk 6,6% Sepekan, Asing Kabur Rp2,95 Triliun

IHSG Ambruk 6,6% Sepekan, Asing Kabur Rp2,95 Triliun

April 27, 2026
Izin Konsesi Dicabut, Toba Pulp Lestari (INRU) Umumkan PHK Massal

Izin Konsesi Dicabut, Toba Pulp Lestari (INRU) Umumkan PHK Massal

April 26, 2026
Ada Catatan SLIK OJK Bisa Ajukan Kredit Rumah Subsidi, Ini Syaratnya

Ada Catatan SLIK OJK Bisa Ajukan Kredit Rumah Subsidi, Ini Syaratnya

April 26, 2026
BNI Tegaskan Koperasi Swadharma Bukan Bagian dari Bank

BNI Tegaskan Koperasi Swadharma Bukan Bagian dari Bank

April 26, 2026
Sebab Pengusaha Khawatir Investor Alas Kaki Lari ke India Cs

Sebab Pengusaha Khawatir Investor Alas Kaki Lari ke India Cs

April 26, 2026
BYD Ungkap Nasib Nama Merek Denza di RI Usai Kalah di MA

BYD Ungkap Nasib Nama Merek Denza di RI Usai Kalah di MA

April 26, 2026
Saham BBRI Tetap Menarik Dikoleksi, Begini Kata Analis

Saham BBRI Tetap Menarik Dikoleksi, Begini Kata Analis

April 26, 2026
Perang Ancam Daya Beli, Gimana Nasib Bisnis Pembiayaan 2026?

Perang Ancam Daya Beli, Gimana Nasib Bisnis Pembiayaan 2026?

April 26, 2026
Pecahan Rupiah Ini Bakal Tak Laku Lagi, Cek Batas Waktu Penukarannya

Pecahan Rupiah Ini Bakal Tak Laku Lagi, Cek Batas Waktu Penukarannya

April 26, 2026
Robert Kiyosaki Ungkap 3 Aset Ini Wajib Dimiliki Saat Perang Dunia

Robert Kiyosaki Ungkap 3 Aset Ini Wajib Dimiliki Saat Perang Dunia

April 26, 2026
Bupati Cianjur Jadi Terkaya di Jawa, Tapi Rakyatnya Hidup Menderita

Bupati Cianjur Jadi Terkaya di Jawa, Tapi Rakyatnya Hidup Menderita

April 25, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, April 27, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home News

10 Tanda Kamu Kena Jebakan Kelas Menengah, Bikin Susah Kaya

9 months ago
in News
10 Tanda Kamu Kena Jebakan Kelas Menengah, Bikin Susah Kaya
Share on FacebookShare on Twitter



Daftar Isi



Jakarta, CNBC Indonesia – Banyak kelas menengah yang sulit memupuk kekayaan dan naik kelas. Pasalnya, mereka kerap kali hanya menikmati penghasilan stabil dan gaya hidup yang nyaman.

Konsep jebakan pendapatan menengah atau middle income trap, yang pertama kali diperkenalkan oleh Bank Dunia pada 2007, juga dapat terjadi dalam keuangan pribadi. Hal ini merujuk pada kondisi stagnasi ekonomi di mana individu sulit meningkatkan pendapatan dan akumulasi aset

Meskipun memiliki pendapatan yang cukup, faktor perilaku dan struktural kerap menjadi penghambat pertumbuhan kekayaan mereka. Berikut adalah beberapa tanda bahwa seseorang mungkin terjebak dalam jebakan finansial kelas menengah, dikutip dari New Trader U:

1. Inflasi Gaya Hidup

Ketika pendapatan meningkat, pengeluaran juga ikut naik, bahkan melebihi kenaikan gaji. Kebiasaan ini memicu konsumsi yang berlebihan dan mengurangi kesempatan menabung atau berinvestasi.

2. Rasa Puas yang Berlebihan

Pencapaian gaya hidup yang nyaman sering kali membuat seseorang merasa puas dan tidak terdorong untuk meningkatkan karier atau pendapatan. Akibatnya, mereka terjebak dalam stagnasi ekonomi yang sulit ditembus.

3. Pengelolaan Keuangan yang Buruk

Banyak dari kalangan kelas menengah lebih fokus pada konsumsi daripada menabung dan berinvestasi. Aset seperti rumah sering kali dibiarkan tanpa pemeliharaan yang tepat, yang dapat menurunkan nilainya seiring waktu.

4. Tingginya Biaya Hidup

Biaya kebutuhan utama, seperti hunian, pendidikan, dan kesehatan, menghabiskan sebagian besar pendapatan mereka. Dengan biaya yang terus meningkat, ruang untuk menabung semakin sempit.

5. Terjebak dalam Utang

Utang, seperti cicilan rumah, pinjaman pendidikan, dan kartu kredit, menjadi beban finansial yang signifikan. Pengeluaran untuk membayar utang menghambat kemampuan mereka untuk mengalokasikan dana ke investasi yang menguntungkan.

6. Minimnya Akses ke Peluang Investasi

Meskipun memiliki akses kredit, mereka umumnya kekurangan modal yang diperlukan untuk investasi bernilai tinggi. Hal ini membatasi kemampuan mereka untuk meningkatkan kekayaan secara signifikan.

7. Kesenjangan Pengetahuan Finansial

Kurangnya pemahaman tentang strategi keuangan tingkat lanjut menjadi hambatan besar dalam membangun kekayaan. Pengetahuan yang terbatas ini menyebabkan keputusan finansial yang kurang optimal.

8. Ketiadaan Pendidikan Keuangan di Sekolah

Pendidikan keuangan tidak diajarkan secara komprehensif di sekolah, sehingga banyak orang terpaksa belajar sendiri. Ketiadaan pemahaman ini dapat berdampak pada keputusan finansial yang tidak menguntungkan.

9. Ketakutan Mengambil Risiko

Kelas menengah cenderung menghindari risiko finansial dan lebih mengutamakan keamanan pekerjaan. Sikap konservatif ini membuat mereka sulit meningkatkan kekayaan dalam jangka panjang.

10. Pengaruh Lingkungan Finansial

Lingkungan yang tidak memprioritaskan pendidikan keuangan dapat menimbulkan kebiasaan finansial yang tidak produktif. Seseorang harus berupaya keras untuk mempelajari strategi keuangan baru agar bisa keluar dari jebakan ini.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Data Transaksi QRIS Ungkap Beban Kelas Menengah RI Berat




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
PHK Massal Gegara Izin Konsesi Dicabut, Ini Pemilik Toba Pulp (INRU)

PHK Massal Gegara Izin Konsesi Dicabut, Ini Pemilik Toba Pulp (INRU)

April 27, 2026
IHSG Ambruk 6,6% Sepekan, Asing Kabur Rp2,95 Triliun

IHSG Ambruk 6,6% Sepekan, Asing Kabur Rp2,95 Triliun

April 27, 2026
Izin Konsesi Dicabut, Toba Pulp Lestari (INRU) Umumkan PHK Massal

Izin Konsesi Dicabut, Toba Pulp Lestari (INRU) Umumkan PHK Massal

April 26, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .