• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Duit Konglomerat Dunia Mengalir ke Purwokerto, Bantu Warga Miskin

Duit Konglomerat Dunia Mengalir ke Purwokerto, Bantu Warga Miskin

October 18, 2025
Ram Jethmal Punjabi Borong Saham RAAM 918.300 Lembar

Ram Jethmal Punjabi Borong Saham RAAM 918.300 Lembar

September 25, 2026
Breaking, IHSG Tiba-Tiba Anjlok 1% lebih Jelang Pasar Tutup

Breaking, IHSG Tiba-Tiba Anjlok 1% lebih Jelang Pasar Tutup

September 25, 2026
Jelang Akhir Sesi II, IHSG Anjlok 1% ke Level 6.232

Jelang Akhir Sesi II, IHSG Anjlok 1% ke Level 6.232

September 25, 2026
Usai Transaksi Bayan, BEI Kaji Batasan Harga di Pasar Negosiasi

Usai Transaksi Bayan, BEI Kaji Batasan Harga di Pasar Negosiasi

September 25, 2026
Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Balik Turun Tipis ke Rp17.880

Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Balik Turun Tipis ke Rp17.880

September 25, 2026
Sebab Asing Tinggalkan RI dan Bikin IHSG & Rupiah Tertekan

Sebab Asing Tinggalkan RI dan Bikin IHSG & Rupiah Tertekan

September 25, 2026
80% Pinjaman KB Bank (BBKP) Cair Kala Kredit Nganggur Industri Naik

80% Pinjaman KB Bank (BBKP) Cair Kala Kredit Nganggur Industri Naik

September 25, 2026
Dolar AS Dekati Rp18.000/US$, Airlangga Buka Suara

Dolar AS Dekati Rp18.000/US$, Airlangga Buka Suara

September 25, 2026
Dapen BUMN Masih Mampu Bayar Kewajiban Jangka Pendek

Dapen BUMN Masih Mampu Bayar Kewajiban Jangka Pendek

September 25, 2026
Dibayangi Timur Tengah, Harga Minyak-Batu Bara Bertahan Tinggi

Dibayangi Timur Tengah, Harga Minyak-Batu Bara Bertahan Tinggi

September 25, 2026
Kemenkeu & BI Makin Akur, Apa Efeknya Bagi Pasar Modal RI?

Kemenkeu & BI Makin Akur, Apa Efeknya Bagi Pasar Modal RI?

September 25, 2026
Dana Asing Kabur Rp355 Miliar, Deretan Saham Ini Malah Diburu

Dana Asing Kabur Rp355 Miliar, Deretan Saham Ini Malah Diburu

September 25, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, September 25, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Duit Konglomerat Dunia Mengalir ke Purwokerto, Bantu Warga Miskin

11 months ago
in ENTREPRENEUR
Duit Konglomerat Dunia Mengalir ke Purwokerto, Bantu Warga Miskin
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Di balik kemewahan dan dominasi nama-nama seperti Elon Musk, Jeff Bezos, atau Bernard Arnault di daftar orang terkaya dunia, ada satu sosok yang menandai lahirnya istilah miliarder untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Sosok itu bukan dari era teknologi, melainkan dari zaman minyak, yakni John Davison Rockefeller. Menariknya sebagian dari kekayaan legendarisnya itu sempat mengalir jauh hingga ke Indonesia, saat dahulu masih Hindia Belanda.

Kaya Raya dari Monopoli Minyak

Pada 29 September 1916, John D. Rockefeller resmi dinobatkan sebagai miliarder pertama dunia. Kekayaannya kala itu diperkirakan mencapai US$ 1,4 miliar atau sekitar 1,5% dari total PDB Amerika Serikat. Menurut Britannica, jika disesuaikan dengan nilai saat ini, jumlah itu setara dengan US$ 29,7 miliar atau sekitar Rp500-an triliun.

Perjalanan Rockefeller menuju puncak dimulai pada 1859. Menurut buku John D. Rockefeller: Golden Rules of Life and Success (2019), dia awalnya hanyalah pedagang biasa dengan penghasilan pas-pasan. Hidupnya berubah setelah melihat keberhasilan penemu sumur minyak pertama di Pennsylvania, Edwin Drake. Dari sanalah Rockefeller tergugah untuk ikut menambang “emas hitam”.

Pada 1863, dia mendirikan perusahaan minyak di Cleveland, Ohio, bersama kakaknya. Bisnis itu berkembang pesat hingga pada 10 Januari 1870 dia resmi mendirikan Standard Oil, perusahaan yang kelak menguasai industri minyak dunia.

Rockefeller menjalankan strategi tak biasa. Dia menguasai seluruh rantai bisnis, mulai dari pengeboran, penyulingan, transportasi, hingga distribusi. Dia juga membeli kilang, membangun rel kereta sendiri, dan menekan biaya produksi demi menjual minyak dengan harga murah. Hasilnya, Standard Oil menjadi raksasa tak tertandingi.

Namun, dominasi ini berujung pada tekanan pemerintah. Pada 1911, Mahkamah Agung AS memerintahkan pembubaran Standard Oil karena praktik monopoli. Meski begitu, Rockefeller sudah terlanjur kaya raya. Dia lalu menanamkan modal di sektor lain seperti perbankan, properti, dan tambang.

Bantu Warga RI

Seperti banyak taipan besar dunia, Rockefeller tak hanya sibuk menumpuk harta, tapi juga berderma. Dengan dana sekitar US$700 juta, dia mendirikan Rockefeller Foundation pada 14 Mei 1913. Misi utamanya adalah memajukan kesejahteraan manusia di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Pada 1920-an, yayasan ini menyalurkan dana besar ke Hindia Belanda, fokus pada bidang kesehatan masyarakat. Dalam Sejarah Kesehatan Nasional Indonesia (1978), disebutkan bahwa Rockefeller Foundation mengutus Dr. J.L. Hydrick untuk memimpin program pemberantasan penyakit cacingan antara 1924-1939. Penyakit itu saat itu menjadi momok besar akibat sanitasi buruk dan kerap mematikan.

Rockefeller Foundation aktif membangun sistem sanitasi, memperkenalkan jamban sehat, dan memberikan edukasi kebersihan. Di Purwokerto, misalnya, mereka bahkan merenovasi kampung-kampung kumuh agar lebih layak huni. Hasilnya angka penderita cacingan turun drastis, kesadaran akan kesehatan meningkat dan membentuk generasi yang lebih sehat dan produktif.

(mfa/mfa)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Tukang Becak di Jawa Mendadak Jadi OKB, Menang Undian Rp 50 M




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Ram Jethmal Punjabi Borong Saham RAAM 918.300 Lembar

Ram Jethmal Punjabi Borong Saham RAAM 918.300 Lembar

September 25, 2026
Breaking, IHSG Tiba-Tiba Anjlok 1% lebih Jelang Pasar Tutup

Breaking, IHSG Tiba-Tiba Anjlok 1% lebih Jelang Pasar Tutup

September 25, 2026
Jelang Akhir Sesi II, IHSG Anjlok 1% ke Level 6.232

Jelang Akhir Sesi II, IHSG Anjlok 1% ke Level 6.232

September 25, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .