• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Penyebab IHSG dan Bursa Global Kompak Anjlok Berjamaah

Penyebab IHSG dan Bursa Global Kompak Anjlok Berjamaah

October 17, 2025
Tak Sampai Sepekan Jabat Komisaris, Ini Profil Silfester Matutina

Tak Sampai Sepekan Jabat Komisaris, Ini Profil Silfester Matutina

September 25, 2026
BI & BCTL Teken MoU, QRIS Siap Diperluas hingga ke Timor Leste

BI & BCTL Teken MoU, QRIS Siap Diperluas hingga ke Timor Leste

September 25, 2026
Rupiah Tanda Tangan Purbaya-Perry Baru Dicetak, Bos BI: Kolektor Mau?

Rupiah Tanda Tangan Purbaya-Perry Baru Dicetak, Bos BI: Kolektor Mau?

September 25, 2026
Sebulan Naik Nyaris 90%, BEI Pantau Ketat Saham Inter-Delta (INTD)

Sebulan Naik Nyaris 90%, BEI Pantau Ketat Saham Inter-Delta (INTD)

September 25, 2026
Harga Saham Bergerak Liar, BEI Gembok Perdagangan 4 Emiten Ini

Harga Saham Bergerak Liar, BEI Gembok Perdagangan 4 Emiten Ini

September 25, 2026
Waskita Karya (WSKT) Gagal Bayar Pokok Obligasi Rp 722 Miliar

Waskita Karya (WSKT) Gagal Bayar Pokok Obligasi Rp 722 Miliar

September 25, 2026
Siloam Rampungkan Akuisisi 5 RS Milik First REIT Rp 3,47 Triliun

Siloam Rampungkan Akuisisi 5 RS Milik First REIT Rp 3,47 Triliun

September 25, 2026
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Kembali Tembus Rp17.900

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Kembali Tembus Rp17.900

September 25, 2026
IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,27% ke Level 6.315

IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,27% ke Level 6.315

September 25, 2026
IHSG Turun ke 6.200, Asing Net Sell Jumbo 10 Saham Ini

IHSG Turun ke 6.200, Asing Net Sell Jumbo 10 Saham Ini

September 25, 2026
IHSG Masih Volatil, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

IHSG Masih Volatil, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

September 25, 2026
Jadi First Mover, Bank Mega Sediakan QRIS Cross Border hingga KKI

Jadi First Mover, Bank Mega Sediakan QRIS Cross Border hingga KKI

September 25, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, September 25, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Penyebab IHSG dan Bursa Global Kompak Anjlok Berjamaah

11 months ago
in ENTREPRENEUR
Penyebab IHSG dan Bursa Global Kompak Anjlok Berjamaah
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Kondisi gagal bayar dan kredit macet di perbankan AS mengirim sinyal buruk yang membuat investor pasar saham global waswas.

Ketika sebagian pihak tidak dapat membayar kembali pinjaman bank, mungkin tidak berarti apa-apa bagi bank. Tetapi ketika puluhan ribu orang, bahkan yang memiliki peringkat kredit baik tidak mampu bayar, hal itu menimbulkan kekhawatiran tentang kesehatan perekonomian.

Dan ketika perusahaan-perusahaan bonafide gagal membayar pinjaman yang sangat besar, yang menyebabkan hapus buku dan hapus tagih hingga kebangkrutan, sudah saatnya bagi semua pihak untuk bertindak cepat.

First Brands, produsen suku cadang mobil dan dealer mobil Tricolor Holdings baru-baru ini mengajukan kebangkrutan pada bulan September. Bank-bank besar seperti Jefferies, UBS dan JPMorgan diketahui memiliki eksposur terhadap salah satu dari kedua perusahaan tersebut.

Pertanyaan kini muncul tentang bagaimana kejatuhan pemasok suku cadang mobil yang relatif tidak dikenal telah menyebar ke seluruh industri perbankan dan manajemen dana global, di mana miliaran dolar berpotensi terjerat dalam keruntuhan tersebut.

Kekhawatiran meningkat di Amerika Serikat pada hari Kamis ketika dua bank regional AS mengangkat isu pinjaman mereka.

“Ketika Anda melihat seekor kecoak, kemungkinan besar ada lebih banyak lagi,” kata CEO JPMorgan, Jamie Dimon, dalam konferensi pers earning call bank awal pekan ini.

Dan kredit macet tidak hanya terjadi di sektor perbankan. Krisis keuangan global 2008 – yang menyebabkan jutaan orang diberhentikan dan perekonomian terjerumus ke dalam resesi – sebagian dipicu oleh krisis subprime mortgage, kala orang-orang tidak mampu membayar utang KPR mereka.

Berikut adalah sejumlah ketakutan investor yang membuat pasar saham global ambruk berjamaah.

Pertama, China menuduh AS sengaja memicu ‘kepanikan’. Gedung Putih “secara serius mendistorsi dan membesar-besarkan” pembatasan logam tanah jarang Beijing, kata juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok pada hari Kamis, tetapi menambahkan bahwa pihaknya terbuka untuk berunding dengan AS.

Kedua, kekhawatiran akan kredit macet menyebar ke seluruh pasar keuangan. Saham bank regional dan bank investasi Jefferies merosot pada hari Kamis di Amerika Serikat karena semakin banyak tanda-tanda masalah dalam kredit bank yang muncul. Kekhawatiran atas pasar kredit dimulai ketika dua perusahaan yang terkait dengan otomotif bangkrut bulan lalu.

Ketiga. saham-saham AS anjlok karena kekhawatiran kredit. Indeks-indeks utama AS kehilangan keuntungan pada Kamis pagi di Amerika Serikat dan ditutup di zona merah. Pasar Asia-Pasifik sebagian besar melemah pada hari Jumat.

Pada perdagangan hari ini pasar keuangan global ramai-ramai melemah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi hingga 3% lebih pada perdagangan hari ini, Jumat, (17/10/2025). Hingga pukul 14.48 WIB, IHSG telah turun 3,22% ke 7863,32. Padahal, ketika pembukaan perdagangan di pagi hari tadi, IHSG sempat menguat 0,10% ke level 8.132,75.

Selanjutnya, berikut adalah kondisi pasar saham regional, global dan beberapa nilai tukar serta harga komoditas pilihan:

  • Tokyo – Nikkei 225: TURUN 1,4 persen ke 47.582,15 (penutupan)
  • Hong Kong – Indeks Hang Seng: TURUN 2,5 persen ke 25.253,80
  • Shanghai – Indeks Komposit: TURUN 2,0 persen ke 3.839,76 (penutupan)
  • London – FTSE 100: TURUN 1,4 persen ke 9.300,54
  • Euro/dolar: NAIK $1,1705 dari $1,1692 pada hari Kamis
  • Pound/dolar: NAIK ke $1,3443 dari $1,3436
  • Dolar/yen: TURUN ke 149,54 yen dari 150,35 yen
  • Euro/pound: NAIK ke 87,08 persen dari 87,02 pence
  • West Texas Intermediate: TURUN 0,7 persen ke $57,05 per barel
  • Brent North Sea Crude: TURUN 0,7 persen ke $60,62 per barel
  • New York – Dow: TURUN 0,7 persen ke 45.952,24 (penutupan)

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Gak Main-Main! Ini Efek Dahsyat Trump 2.0 Buat Rupiah & Bursa RI




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Tak Sampai Sepekan Jabat Komisaris, Ini Profil Silfester Matutina

Tak Sampai Sepekan Jabat Komisaris, Ini Profil Silfester Matutina

September 25, 2026
BI & BCTL Teken MoU, QRIS Siap Diperluas hingga ke Timor Leste

BI & BCTL Teken MoU, QRIS Siap Diperluas hingga ke Timor Leste

September 25, 2026
Rupiah Tanda Tangan Purbaya-Perry Baru Dicetak, Bos BI: Kolektor Mau?

Rupiah Tanda Tangan Purbaya-Perry Baru Dicetak, Bos BI: Kolektor Mau?

September 25, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .