• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Indonesia Jadi 6 Besar Negara Dorong Penataan Ulang Perdagangan Global

Indonesia Jadi 6 Besar Negara Dorong Penataan Ulang Perdagangan Global

September 30, 2025
Mulai 28 September, Saham Gocap Bisa Jadi Rp1 & Aturan ARA-ARB Berubah

Mulai 28 September, Saham Gocap Bisa Jadi Rp1 & Aturan ARA-ARB Berubah

September 21, 2026
Perempuan RI Kuasai SR025, Sukuk Ritel dengan Investor Terbanyak

Perempuan RI Kuasai SR025, Sukuk Ritel dengan Investor Terbanyak

September 21, 2026
Warga RI Serbu Sukuk Ritel SR025, Pemerintah Dapat Dana Segar Rp29,7 T

Warga RI Serbu Sukuk Ritel SR025, Pemerintah Dapat Dana Segar Rp29,7 T

September 21, 2026
Batas Saham Gocap Jadi Rp1 Berlaku, Ini Aturan ARA & ARB

Batas Saham Gocap Jadi Rp1 Berlaku, Ini Aturan ARA & ARB

September 21, 2026
Pemindahan Payroll ASN dari BPD ke Himbara Perlu Dikaji Matang

Pemindahan Payroll ASN dari BPD ke Himbara Perlu Dikaji Matang

September 21, 2026
Merapat! Kelas Cuan Ungkap Cara Mengelola Modal & Risiko Investasi

Merapat! Kelas Cuan Ungkap Cara Mengelola Modal & Risiko Investasi

September 21, 2026
KPK Geledah Kantor Summarecon di Bogor

KPK Geledah Kantor Summarecon di Bogor

September 21, 2026
Bos OJK Minta Bank Cek Kemampuan Debitur Sebelum Naikkan Bunga Kredit

Bos OJK Minta Bank Cek Kemampuan Debitur Sebelum Naikkan Bunga Kredit

September 21, 2026
Video: Perang Masih Panas – BI Rate Dinanti, IHSG Tersungkur ke 6.300

Video: Perang Masih Panas – BI Rate Dinanti, IHSG Tersungkur ke 6.300

September 21, 2026
Sukuk Ritel SR025 Diserbu Investor, Terbanyak Sepanjang Sejarah!

Sukuk Ritel SR025 Diserbu Investor, Terbanyak Sepanjang Sejarah!

September 21, 2026
Tren Mamin Kekinian Berlanjut,Bisnis Bahan Baku F&B Laris Manis

Tren Mamin Kekinian Berlanjut,Bisnis Bahan Baku F&B Laris Manis

September 21, 2026
Aturan Demutualisasi BEI, Pemegang Saham Haram Genggam Lebih Dari 50%

Aturan Demutualisasi BEI, Pemegang Saham Haram Genggam Lebih Dari 50%

September 21, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, September 21, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Indonesia Jadi 6 Besar Negara Dorong Penataan Ulang Perdagangan Global

12 months ago
in ENTREPRENEUR
Indonesia Jadi 6 Besar Negara Dorong Penataan Ulang Perdagangan Global
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Standard Chartered merilis laporan Future of Trade: Resilience dan memasukan Indonesia dalam daftar enam besar negara yang dinilai paling menarik bagi perusahaan-perusahaan global yang berupaya untuk menata ulang rantai pasok mereka secara geografis dalam tiga hingga lima tahun ke depan. Menurut laporan ini, lebih dari satu dari lima perusahaan tingkat global berencana untuk meningkatkan atau mempertahankan aktivitas perdagangan dan manufaktur dengan Indonesia.

Survei dilakukan terhadap 1.200 pimpinan C-suite dan eksekutif senior dari 17 negara di seluruh dunia dan menegaskan posisi Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, yang didukung populasi berusia muda yang besar, kelas menengah yang terus tumbuh, serta keterhubungan perdagangan yang kuat dengan kawasan ASEAN dan negara mitra utama lainnya. Koridor perdagangan dengan Malaysia, Mainland China, Vietnam, dan Thailand diperkirakan akan semakin memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok di tingkat regional.

Survei juga menemukan bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia tetap optimistis, meski mengakui adanya sejumlah tantangan. Sebanyak 76% responden menilai konflik geopolitik sebagai faktor utama yang akan memengaruhi masa depan perdagangan. Sementara itu, sebanyak 54% responden juga melihat perubahan iklim dan tarif perdagangan sebagai faktor yang penting.

Lebih lanjut, 84% perusahaan-perusahaan Indonesia memperkirakan biaya barang akan meningkat antara 10% hingga 19% dalam jangka menengah. Untuk mengatasi tekanan tersebut, banyak perusahaan telah menyiapkan langkah dengan menata ulang rantai pasok, memperkuat strategi manajemen kas, serta mempercepat digitalisasi.

Di tingkat global, survei menunjukkan bahwa selain tarif perdagangan, teknologi baru seperti artificial intelligence (AI) dan prospek pertumbuhan ekonomi juga dianggap sama pentingnya. Lebih dari separuh responden menempatkan ketiga faktor tersebut sebagai pendorong utama masa depan perdagangan dunia.

Kenaikan biaya juga menjadi isu besar, dimana enam dari sepuluh perusahaan-perusahaan global memperkirakan akan terjadi kenaikan harga barang dari 5% hingga 14% dalam beberapa tahun mendatang. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun perdagangan global semakin kompleks, perusahaan yang cepat beradaptasi dan membangun ketahanan rantai pasok akan tetap menemukan peluang besar.

Global Co-head, Corporate & Investment Banking and CEO, ASEAN and South Asia, Standard Chartered, Sunil Kaushal melihat tingginya permintaan dari para klien perseroan untuk mengembangkan ekosistem perdagangan dan rantai pasok mereka, serta mempercepat adopsi manufaktur pintar dan AI guna meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya.

“Meski fragmentasi perdagangan dapat menjadi hambatan bagi pertumbuhan global dalam jangka pendek, meningkatnya kemakmuran di negara-negara berkembang dan pemanfaatan teknologi baru menjadikan prospek perdagangan global tetap menjanjikan,” ungkap Sunil dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (30/9/2025).

Sementara itu, CEO, Standard Chartered Indonesia, Donny Donosepoetro OBE menjelaskan, masuknya Indonesia dalam enam besar negara pilihan perusahaan global menegaskan pentingnya peran Indonesia dalam lanskap perdagangan internasional. Dunia usaha semakin melihat Indonesia sebagai mitra strategis dalam membangun rantai pasok yang tangguh dan berorientasi masa depan.

“Dengan jaringan global serta pemahaman lokal yang kami miliki, Standard Chartered siap mendampingi para klien kami untuk menghadapi tantangan, menangkap peluang, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ungkap Donny.

Laporan Future of Trade memberikan gambaran ke depan tentang prioritas korporasi global dalam memperkuat ketahanan bisnis. Laporan ini juga menjadi panduan strategis bagi perusahaan multinasional dalam menentukan tujuan relokasi sourcing, manufaktur, dan ekspor. Selain itu, laporan ini menyajikan wawasan praktis untuk pengambilan keputusan, termasuk pemanfaatan platform pembiayaan rantai pasok, digitalisasi untuk meningkatkan manajemen kas, serta diversifikasi rantai pasok.

Keenam negara yang menjadi fokus dalam laporan Future of Trade: Resilience adalah India, Malaysia, China, Indonesia, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat. Negara-negara ini diproyeksikan akan memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan perdagangan dalam tiga hingga lima tahun ke depan. Selain itu, kawasan ASEAN dan Timur Tengah juga dinilai memiliki peranan penting dalam jaringan rantai pasok global. 

(bul/bul)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Trump Hantam Lagi Dagang Global, Tarif 2 Barang Ini Naik 50% 4 April




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Mulai 28 September, Saham Gocap Bisa Jadi Rp1 & Aturan ARA-ARB Berubah

Mulai 28 September, Saham Gocap Bisa Jadi Rp1 & Aturan ARA-ARB Berubah

September 21, 2026
Perempuan RI Kuasai SR025, Sukuk Ritel dengan Investor Terbanyak

Perempuan RI Kuasai SR025, Sukuk Ritel dengan Investor Terbanyak

September 21, 2026
Warga RI Serbu Sukuk Ritel SR025, Pemerintah Dapat Dana Segar Rp29,7 T

Warga RI Serbu Sukuk Ritel SR025, Pemerintah Dapat Dana Segar Rp29,7 T

September 21, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .