• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Lepas Tambang Emas ke UNTR, PSAB Jelaskan Alasan ke Bursa

Lepas Tambang Emas ke UNTR, PSAB Jelaskan Alasan ke Bursa

September 22, 2025
Konglomerat Bisnis Terkaya Goyang Gegara Perintah Bank Sentral

Konglomerat Bisnis Terkaya Goyang Gegara Perintah Bank Sentral

September 28, 2026
Dolar AS Nyaris Rp18.000, BI Pakai Jurus Ini Selamatkan Rupiah!

Dolar AS Nyaris Rp18.000, BI Pakai Jurus Ini Selamatkan Rupiah!

September 28, 2026
Ditanya BI Rate Bakal Naik 3 Bulan Lagi, Destry: Kita Lihat Nanti

Ditanya BI Rate Bakal Naik 3 Bulan Lagi, Destry: Kita Lihat Nanti

September 28, 2026
Toba Surimi Rombak Susunan Manajemen, Beston Baro Jadi Dirut

Toba Surimi Rombak Susunan Manajemen, Beston Baro Jadi Dirut

September 28, 2026
DPR Ngotot Nilai Tukar Rupiah Harus Menguat, Gubernur BI Jawab Begini

DPR Ngotot Nilai Tukar Rupiah Harus Menguat, Gubernur BI Jawab Begini

September 28, 2026
Mirip Seperti BYAN, Begini Awal Mula Rumor Haji Isam Mau Caplok BCA

Mirip Seperti BYAN, Begini Awal Mula Rumor Haji Isam Mau Caplok BCA

September 28, 2026
Rupiah Melemah 0,48%, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000

Rupiah Melemah 0,48%, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000

September 28, 2026
ENRG Incar Dana Rp4,1 T dari Rights Issue

ENRG Incar Dana Rp4,1 T dari Rights Issue

September 28, 2026
Ekonomi Tahun Ini Suram, Gubernur BI Ramal 2027 Ada Perbaikan

Ekonomi Tahun Ini Suram, Gubernur BI Ramal 2027 Ada Perbaikan

September 28, 2026
Di Depan DPR, Destry Ungkap Kebijakan BI Saat Dunia Gonjang Ganjing!

Di Depan DPR, Destry Ungkap Kebijakan BI Saat Dunia Gonjang Ganjing!

September 28, 2026
Anak Konglomerat Keluarga Bakrie Ini Borong Saham BRMS 750.500 Saham

Anak Konglomerat Keluarga Bakrie Ini Borong Saham BRMS 750.500 Saham

September 28, 2026
Dihadap DPR Destry Ungkap Arah Kebijakan BI di Era Higher for Longer

Dihadap DPR Destry Ungkap Arah Kebijakan BI di Era Higher for Longer

September 28, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, September 28, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Lepas Tambang Emas ke UNTR, PSAB Jelaskan Alasan ke Bursa

1 year ago
in Lifestyle
Lepas Tambang Emas ke UNTR, PSAB Jelaskan Alasan ke Bursa
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Emiten pertambangan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) buka suara soal alasan penjualan tambang emas milik anak usaha, PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada anak usaha PT United Tractors Tbk. (UNTR). 

Dalam keterbukaan informasi, BEI mempertanyakan dampak strategis dari pelepasan ASA. Bursa menilai ASA merupakan entitas anak dengan nilai aset jauh lebih besar dibandingkan dengan entitas anak lainnya, PT Mulia Bumi Persada (MBP) dan PT Mulia Bumi Seruyung (MBS), sehingga perlu penjelasan mengenai arah bisnis PSAB ke depan.

Menjawab pertanyaan tersebut, manajemen PSAB menegaskan ASA adalah pemegang saham langsung MBP dengan kepemilikan 99,98%. Namun, ASA tidak memiliki kepemilikan saham di MBS, baik secara langsung maupun tidak langsung.

PSAB menjelaskan bahwa saat ini ASA masih dalam tahap konstruksi pembangunan tambang emas dan belum berproduksi. Sementara itu, MBP dan MBS bahkan belum memiliki izin pertambangan.

“Sehingga pelepasan ASA tidak berdampak terhadap operasional Perseroan. Dengan pelepasan ASA, Perseroan akan fokus kepada tambang-tambang Perseroan yang sudah berproduksi, namun Perseroan selalu terbuka untuk setiap peluang usaha yang baru,” sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Senin, (22/9/2025).

Adapun nilai transaksi didasarkan pada enterprise value sebesar US$540 juta. PSAB menekankan angka tersebut merupakan hasil kesepakatan antara pihak pembeli dengan perusahaan.

Sebelumnya, PT United Tractors Tbk (UNTR) mengumumkan rencana akuisisi saham dalam dua entitas pertambangan emas melalui anak usahanya. Transaksi ini dilakukan pada 12 September 2025 dengan nilai perusahaan mencapai US$ 540 juta atau sekitar Rp 8,85 triliun.

Dalam transaksi ini, PT Danusa Tambang Nusantara (DTN), anak usaha UNTR, menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat dengan PT J Resources Nusantara Tbk(PSAB). Perjanjian tersebut mencakup pembelian 99,99996% saham Arafura Surya Alam yang bergerak di bidang pertambangan emas.

Selain itu, PT Energia Prima Nusantara (EPN), anak usaha UNTR lainnya, juga menandatangani perjanjian serupa dengan Jimmy Budiarto. EPN berencana membeli 0,00004% saham ASA serta 0,2% saham PT Mulia Bumi Persada (MBP) yang dimiliki Jimmy, di mana MBP merupakan perusahaan yang sahamnya dimiliki bersama ASA dan Jimmy.

Nilai perusahaan sebesar US$540 juta tersebut mencakup pembelian saham, nilai hutang pemegang saham dari JRN kepada ASA, serta akan disesuaikan dengan kondisi neraca ASA pada saat penyelesaian transaksi. Proses penyelesaian ditargetkan paling lambat pada 23 Desember 2025 atau waktu lain sesuai kesepakatan para pihak.

“Tujuan Rencana Transaksi ini adalah untuk perluasan bisnis Perseroan di bidang mineral,” sebagaimana disebutkan dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Senin, (16/9/2025).

 

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Video: Bukti Gonjang-ganjing Trump Bikin Bisnis Tambang Emas Melejit




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Konglomerat Bisnis Terkaya Goyang Gegara Perintah Bank Sentral

Konglomerat Bisnis Terkaya Goyang Gegara Perintah Bank Sentral

September 28, 2026
Dolar AS Nyaris Rp18.000, BI Pakai Jurus Ini Selamatkan Rupiah!

Dolar AS Nyaris Rp18.000, BI Pakai Jurus Ini Selamatkan Rupiah!

September 28, 2026
Ditanya BI Rate Bakal Naik 3 Bulan Lagi, Destry: Kita Lihat Nanti

Ditanya BI Rate Bakal Naik 3 Bulan Lagi, Destry: Kita Lihat Nanti

September 28, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .