• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
5 Pengelola Reksa Dana Saham & Pendapatan Tetap Terbesar Agustus 2025

5 Pengelola Reksa Dana Saham & Pendapatan Tetap Terbesar Agustus 2025

September 17, 2025
Masuk Daftar Beras Fortifikasi Abal-Abal, Emiten HOKI Buka Suara

Masuk Daftar Beras Fortifikasi Abal-Abal, Emiten HOKI Buka Suara

September 21, 2026
Breaking! Rupiah Melemah 0,56%, Dolar AS Tembus Rp17.800

Breaking! Rupiah Melemah 0,56%, Dolar AS Tembus Rp17.800

September 21, 2026
Transaksi Digital Melesat, Tapi UMKM Minim Cuan! Ini Penyebabnya

Transaksi Digital Melesat, Tapi UMKM Minim Cuan! Ini Penyebabnya

September 21, 2026
IHSG Sesi I Turun 0,27%, Saham BYAN Jadi Beban

IHSG Sesi I Turun 0,27%, Saham BYAN Jadi Beban

September 21, 2026
Karhutla Jadi Sorotan, OJK Ungkap Hasil Stress Test Perbankan RI

Karhutla Jadi Sorotan, OJK Ungkap Hasil Stress Test Perbankan RI

September 21, 2026
Trump Buka Peluang Ketemu Presiden Iran, Harga Minyak Melemah

Trump Buka Peluang Ketemu Presiden Iran, Harga Minyak Melemah

September 21, 2026
MKNT Rombak Direksi dan Komisaris Usai Kedatangan Pemilik Baru

MKNT Rombak Direksi dan Komisaris Usai Kedatangan Pemilik Baru

September 21, 2026
Houthi Serang Riyadh, IHSG Melemah-Rupiah Anjlok Rp 17.800/USD

Houthi Serang Riyadh, IHSG Melemah-Rupiah Anjlok Rp 17.800/USD

September 21, 2026
Telkom Kuasai Seluruh Saham Telkom Data Ekosistem dari Telkomsigma

Telkom Kuasai Seluruh Saham Telkom Data Ekosistem dari Telkomsigma

September 21, 2026
Rutin Dapat Dividen Jumbo, Kok Low Tuck Kwong Lepas BYAN ke Haji Isam?

Rutin Dapat Dividen Jumbo, Kok Low Tuck Kwong Lepas BYAN ke Haji Isam?

September 21, 2026
Angkasa Pura Angkat Anak Karni Ilyas Jadi Komisaris

Angkasa Pura Angkat Anak Karni Ilyas Jadi Komisaris

September 21, 2026
Diam-Diam Ada Investor Asing yang Borong Saham CPIN di Harga Rp3.141

Diam-Diam Ada Investor Asing yang Borong Saham CPIN di Harga Rp3.141

September 21, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, September 21, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

5 Pengelola Reksa Dana Saham & Pendapatan Tetap Terbesar Agustus 2025

1 year ago
in ENTREPRENEUR
5 Pengelola Reksa Dana Saham & Pendapatan Tetap Terbesar Agustus 2025
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Industri reksa dana Indonesia terus menunjukkan perkembangan pesat dalam satu dekade terakhir. Hingga Agustus 2025, lebih dari 85 manajer investasi telah hadir di pasar, menawarkan beragam produk untuk memenuhi kebutuhan investor ritel maupun institusi.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lima manajer investasi (MI) tercatat menjadi referensi utama nasabah reksa dana di Indonesia khususnya di segmen reksa dana saham dan pendapatan tetap.

Di segmen reksa dana saham (termasuk saham offshore), lima besar manajer investasi tercatat mengelola 42% dari total dana kelolaan. PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menjadi pemimpin dengan market share di atas 10% atau sekitar Rp8,3 triliun. Disusul oleh BNP Paribas Asset Management (Rp7,8 triliun), Schroders Investment Management Indonesia (Rp6,2 triliun), Batavia Prosperindo Aset Manajemen (Rp6 triliun), dan Ashmore Asset Management Indonesia (Rp5,9 triliun). Porsi ini menunjukkan bahwa investor cenderung mempercayakan dananya kepada pengelola dengan rekam jejak panjang serta strategi yang konsisten.

Pada instrumen reksa dana pendapatan tetap, lima manajer investasi juga memegang peran besar dengan mengelola hampir separuh dari total dana industri (48%). MAMI kembali menduduki posisi teratas dengan AUM Rp22,3 triliun, disusul Sinarmas Asset Management, Trimegah Asset Management, Surya Timur Alam Raya Asset Management, dan Bahana TCW Investment Management. Peran segmen ini kian penting karena dianggap memberikan stabilitas di tengah fluktuasi pasar saham dan dinamika ekonomi global.

Preferensi investor berinvestasi di manajer investasi berskala besar ini menjadi indikator kematangan industri. Dimana investor, terutama ritel, kini lebih selektif dan lebih sadar risiko sehingga cenderung memilih pengelola yang punya rekam jejak panjang dan terpercaya.

Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat tren konsentrasi ini semakin nyata. Konsistensi kinerja, kemampuan manajemen risiko, serta jaringan distribusi yang luas melalui bank dan platform digital menjadi modal utama.

“Sekarang MI punya tantangan ganda, yaitu kinerja harus kompetitif, tapi juga produk harus mudah dijangkau investor. Distribusi jadi faktor yang sangat menentukan,” katanya, Rabu (17/9/2025).

Peluang Tumbuh Tetap Besar

Meski lima besar menjadi barometer industri, peluang untuk tumbuh bagi MI lain masih sangat besar. Pendorongnya adalah jumlah investor reksa dana di Indonesia diprediksi akan terus bertambah. Saat ini saja jumlahnya sudah menembus 16 juta orang. Meskipun rata-rata investasi retail relatif kecil, tetapi akumulasinya sangat signifikan.

“Pertumbuhan dana kelolaan setahun terakhir mencapai Rp50 triliun, dan sebagian besar justru dari retail yang masuk ke fixed income market,” jelas Wawan.

Berdasarkan catatan Infovesta, dalam tiga bulan terakhir pembelian produk lewat bank oleh investor retail bisa mencapai ratusan miliar hingga triliunan rupiah per bulan. “Kontribusi ini jelas tidak bisa dianggap remeh. Jika tren ini bertahan, akhir tahun AUM industri berpeluang mencapai Rp600 triliun. Bahkan bisa Rp700 triliun di akhir 2026, dan bisa menjadi rekor baru,” katanya.

Sebelumnya, rekor tertinggi AUM terjadi pada 2021 yakni sebesar Rp580 triliun. Itu pun terjadi sebelum adanya aturan pelarangan penempatan dana asuransi di produk tertentu. Saat itu, investor institusi (khususnya perusahaan asuransi) menjadi motor utama pertumbuhan. Kini, yang mendorong pertumbuhan justru investor retail.

Dengan besarnya potensi dana yang akan masuk ke dalam produk-produk reksa dana, Wawan yakin bahwa industri MI ini akan terus berkembang. Terlebih dengan meningkatnya literasi keuangan dan penetrasi digital, diversifikasi produk serta inovasi manajer investasi lain juga berpotensi memperkaya ekosistem.

Jika keseimbangan ini terjaga, industri reksa dana dapat tumbuh lebih inklusif sekaligus memperkuat peran pasar modal dalam mendukung perekonomian nasional.

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Bos OJK: Investasi Perusahaan Asuransi RI di Pasar Modal Masih Kecil




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Masuk Daftar Beras Fortifikasi Abal-Abal, Emiten HOKI Buka Suara

Masuk Daftar Beras Fortifikasi Abal-Abal, Emiten HOKI Buka Suara

September 21, 2026
Breaking! Rupiah Melemah 0,56%, Dolar AS Tembus Rp17.800

Breaking! Rupiah Melemah 0,56%, Dolar AS Tembus Rp17.800

September 21, 2026
Transaksi Digital Melesat, Tapi UMKM Minim Cuan! Ini Penyebabnya

Transaksi Digital Melesat, Tapi UMKM Minim Cuan! Ini Penyebabnya

September 21, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .