• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Ada Sosok Kakek Prabowo di Balik Berdirinya Bank Pertama di RI

Ada Sosok Kakek Prabowo di Balik Berdirinya Bank Pertama di RI

July 6, 2025
Rupiah & IHSG Anjlok, Ini Instrumen Pilihan Manajer Investasi

Rupiah & IHSG Anjlok, Ini Instrumen Pilihan Manajer Investasi

June 7, 2026
Putra Orang Terkaya Pilih Jadi Biksu, Tinggalkan Harta Rp90 Triliun

Putra Orang Terkaya Pilih Jadi Biksu, Tinggalkan Harta Rp90 Triliun

June 7, 2026
Aturan Terbaru Saldo Minimum Nasabah Prioritas BNI-BRI-Bank Mandiri

Aturan Terbaru Saldo Minimum Nasabah Prioritas BNI-BRI-Bank Mandiri

June 7, 2026
Menteri RI Divonis Mati karena Korupsi, Hartanya Disita

Menteri RI Divonis Mati karena Korupsi, Hartanya Disita

June 7, 2026
Bisa Capai US$ 6.000 per Ounce?

Bisa Capai US$ 6.000 per Ounce?

June 6, 2026
Taylor Swift Jadi Musisi Wanita Terkaya Dunia, Hartanya Rp398,1 T!

Taylor Swift Jadi Musisi Wanita Terkaya Dunia, Hartanya Rp398,1 T!

June 6, 2026
IPO Terbesar Sepanjang Masa Segera Meluncur, Nilainya Rp1.300 T

IPO Terbesar Sepanjang Masa Segera Meluncur, Nilainya Rp1.300 T

June 6, 2026
Waspada! Penipuan Lewat Iklan di Tontonan Dracin, Ini Modusnya

Waspada! Penipuan Lewat Iklan di Tontonan Dracin, Ini Modusnya

June 6, 2026
Perusahaan RI Hengkang dari Kuba, Ada Apa?

Perusahaan RI Hengkang dari Kuba, Ada Apa?

June 6, 2026
Purbaya Tanggapi Heboh ‘Sell Indonesia’ saat Rupiah-IHSG Jatuh

Purbaya Tanggapi Heboh ‘Sell Indonesia’ saat Rupiah-IHSG Jatuh

June 6, 2026
Ini Sosok Orang Kaya Baru di Asia, Sukses Kalahkan Mukesh Ambani

Ini Sosok Orang Kaya Baru di Asia, Sukses Kalahkan Mukesh Ambani

June 6, 2026
IHSG Disebut Bisa Balik ke Level 9.000, Tapi Ada Syaratnya!

IHSG Disebut Bisa Balik ke Level 9.000, Tapi Ada Syaratnya!

June 6, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, June 7, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Ada Sosok Kakek Prabowo di Balik Berdirinya Bank Pertama di RI

11 months ago
in Lifestyle
Ada Sosok Kakek Prabowo di Balik Berdirinya Bank Pertama di RI
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Kakek Presiden Prabowo Subianto, yaitu Margono Djojohadikusumo, memiliki peran sentral dalam pendiri bank pertama milik pemerintah Indonesia.

Setelah kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Margono dan Soerachman memandang penting pendirian bank sentral di Indonesia. Namun, keduanya memiliki cara yang berbeda untuk mewujudkan pemikirannya.

Margono, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Agung, berpendapat kalau Indonesia perlu mendirikan bank sentral dari jerih payah bangsa Indonesia sendiri, bukan warisan bank asing.

Pemikiran ini didasari permasalahan sejak masa kolonial Indonesia tidak memiliki bank nasional buatan rakyat Indonesia. Dengan semangat nasionalisme, kemerdekaan momentum tepat untuk mendirikan bank sentral baru.

Di sisi lain, Menteri Kemakmuran Soerachman, tidak setuju. Pandangannya lebih praktis. Menurutnya, dikutip dari buku Dari De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia (2014), Indonesia hanya perlu menghidupkan kembali De Javasche Bank (DJB) buatan Belanda.

Ia menganggap, bank itu sudah lama mengawal ekonomi negara dan sudah banyak memiliki tenaga mumpuni. Jadi, tidak perlu susah payah membangun dari nol.

Di tengah perdebatan itu, kabar mengejutkan datang dari Belanda yang kembali ke Indonesia untuk menjajah kedua kalinya.

“Belanda ingin menghidupkan kembali DJB sebagai bank sentral berdasarkan izin Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada tanggal 2 Januari 1946,” tulis penyusun buku Semarang Sebagai Simpul Ekonomi (2022).

Keberadaan DJB jelas mengancam kedaulatan ekonomi negara. Terlebih, DJB hendak mencetak dan mengedarkan uang buatan kompeni untuk mengacaukan ekonomi Indonesia. Akibatnya upaya pendirian bank sentral baru semakin tinggi.

Situasi ini membuat pendapat Margono semakin logis. Pada saat bersamaan, kakek dari Prabowo Subianto ini memang sudah gerak cepat untuk merealisasikan gagasannya.

Dia dikabarkan sudah mendapat restu dari Soekarno dan Hatta untuk mendirikan bank nasional bernama Bank Negara Indonesia sejak September 1945. Sekaligus sudah mengurusi yayasan perbankan milik negara bernama Yayasan Poesat Bank Indonesia.

Pada 5 Juli 1946 pemerintah resmi mendirikan Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai bank sentral berdasarkan Perpu No.2 tahun 1946. Selain tugasnya sebagai bank sentral, BNI juga diberi wewenang untuk melakukan kegiatan sebagai bank umum, seperti pemberian kredit, pengeluaran obligasi, dan penerimaan simpanan giro, deposito, atau tabungan.

Pemimpin awal BNI adalah Margono sendiri. Modal awalnya didapat dari patungan rakyat Indonesia.

Saat itu BNI juga harus ikut bertempur melawan Belanda di bidang ekonomi yang semakin menggila dengan ekspansi DJB-nya. Jadi, bisa dikatakan, BNI saat itu difungsikan sebagai ujung tombak pertempuran di sektor ekonomi: BNI Vs De Javasche Bank.

“Perang” keduanya ini membuat terjadinya dualisme bank sentral di Indonesia. Hal ini kian panas ketika BNI menerbitkan uang dengan nama Oeang Republik Indonesia (ORI) untuk menyaingi uang buatan DJB, yang mengeluarkan uang NICA. Alhasil, timbul peperangan mata uang atau currency war.

Di lapangan, pertempuran melawan Belanda semakin panas. Banyak wilayah yang dijajah kembali Belanda. Akibatnya, tugas BNI sebagai bank sentral tidak optimal. BNI tidak mampu berbuat apa-apa karena operasionalnya mandek.

Di daerah banyak cabang BNI yang tutup dan kekayaannya dirampas Belanda. Namun, kegagalan ini tak bisa dilimpahkan ke manajemen BNI karena murni disebabkan oleh faktor eksternal, yakni Belanda.

Seiring berjalannya waktu, situasi berubah. Perang melawan Belanda sudah selesai tahun 1949. BNI mulai aktif kembali. Namun, pada tahun 1953 tugas BNI sebagai bank sentral memudar usai pemerintah mengambil alih DJB dan mengubahnya menjadi Bank Indonesia. Bank Indonesia kemudian ditugasi sebagai bank sentral. Puncaknya terjadi pada 1968 ketika status BNI sebagai bank sentral resmi dicabut dan diubah menjadi bank pelat merah.

(hsy/hsy)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



BNI Umumkan Perubahan Jadwal RUPS Jadi Tanggal 26 Maret 2025




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Rupiah & IHSG Anjlok, Ini Instrumen Pilihan Manajer Investasi

Rupiah & IHSG Anjlok, Ini Instrumen Pilihan Manajer Investasi

June 7, 2026
Putra Orang Terkaya Pilih Jadi Biksu, Tinggalkan Harta Rp90 Triliun

Putra Orang Terkaya Pilih Jadi Biksu, Tinggalkan Harta Rp90 Triliun

June 7, 2026
Aturan Terbaru Saldo Minimum Nasabah Prioritas BNI-BRI-Bank Mandiri

Aturan Terbaru Saldo Minimum Nasabah Prioritas BNI-BRI-Bank Mandiri

June 7, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .