• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Banyak Saham Lagi Hijau, Ini Penyebab IHSG Turun 1%

Banyak Saham Lagi Hijau, Ini Penyebab IHSG Turun 1%

August 21, 2025
Terusir Dari China, Sosok Ini Malah Menjadi Raja Perabot Elektronik RI

Terusir Dari China, Sosok Ini Malah Menjadi Raja Perabot Elektronik RI

May 1, 2026
Bank Sentral Besar Ramai-Ramai Mau Naikkan Suku Bunga

Bank Sentral Besar Ramai-Ramai Mau Naikkan Suku Bunga

May 1, 2026
Modal Cangkul, Guru SD Dapat Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah

Modal Cangkul, Guru SD Dapat Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah

May 1, 2026
Keren, Jajan di Tiongkok Kini Bisa Bayar Pakai QR Bank Mandi

Keren, Jajan di Tiongkok Kini Bisa Bayar Pakai QR Bank Mandi

May 1, 2026
GoTo & Grab Buka Suara Usai Prabowo Restui Potongan Aplikator 8%

GoTo & Grab Buka Suara Usai Prabowo Restui Potongan Aplikator 8%

May 1, 2026
Dunia Demam Emas, Ternyata Ini Tempat Penyimpanannya

Dunia Demam Emas, Ternyata Ini Tempat Penyimpanannya

May 1, 2026
Sentimen Ini Bikin Rupiah Lemah Lawan Dolar AS

Sentimen Ini Bikin Rupiah Lemah Lawan Dolar AS

May 1, 2026
Pasar Sepatu Tembus USD400 M, RI Perlu Punya Industri Pendukung

Pasar Sepatu Tembus USD400 M, RI Perlu Punya Industri Pendukung

May 1, 2026
Prabowo Dorong B50 Era Perang, Emiten Sawit Akan Diuntungkan?

Prabowo Dorong B50 Era Perang, Emiten Sawit Akan Diuntungkan?

May 1, 2026
Ikut Anjuran Nabi Nuh, Pria AS Punya Harta Rp 214 Triliun

Ikut Anjuran Nabi Nuh, Pria AS Punya Harta Rp 214 Triliun

May 1, 2026
Danantara Sudah Pegang Saham Aplikator Ojol

Danantara Sudah Pegang Saham Aplikator Ojol

May 1, 2026
Cicilan KPR Buruh akan Bisa Diperpanjang hingga 40 Tahun

Cicilan KPR Buruh akan Bisa Diperpanjang hingga 40 Tahun

May 1, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, May 1, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Banyak Saham Lagi Hijau, Ini Penyebab IHSG Turun 1%

8 months ago
in Market
Banyak Saham Lagi Hijau, Ini Penyebab IHSG Turun 1%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berkutat di zona merah sepanjang hari ini, Kamis (21/8/2025). Per pukul 14.30 WIB, indeks bahkan turun lebih dari 1% dan semakin jauh meninggalkan level 8.000 atau tepatnya 7.857,22.

Padahal jumlah saham yang berada di zona hijau lebih banyak dibandingkan saham yang berada di zona merah. Ada 360 saham naik, sedangkan saham turun sebanyak 319.

Pun, kemarin Rabu (21/8/2025) Bank Indonesia baru saja memangkas suku bunga acuan. Gubernur BI Perry Warjiyo mengumumkan suku bunga acuan turun 25 basis poin (bps) menjadi 5%. Suku bunga deposit facility juga turun menjadi sebesar 4,25% dan suku bunga lending facility turun menjadi 5,75%.

Dia menjelaskan bahwa pemangkasan ini dilakukan mempertimbangkan tetap rendahnya prakiraan inflasi 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,5±1%, terjaganya stabilitas nilai tukar Rupiah, dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai dengan kapasitas perekonomian.

Pasar pun menyambut kabar gembira dari bank sentral. Sebagaimana diketahui, penurunan suku bunga dapat memacu pertumbuhan ekonomi. 

Setelah pengumuman tersebut, IHSG langsung tancap gas dan menutup perdagangan dengan kenaikan 1,03%, setelah dua hari perdagangan sebelumnya, masing-masing turun 0,41% dan 0,45%.

Akan tetapi pagi tadi euforia pemangkasan suku bunga mendadak berakhir. IHSG dibuka turun 0,51% dan menutup sesi I dengan penurunan 0,61%.

Mengutip Refinitiv, IHSG terseret ke zona merah seiring dengan tumbangnya saham Dian Swastatika Sentosa (DSSA). Saham emiten grup Sinar Mas ini turun 14,94% ke level 78.550.

DSSA tercatat menyumbang bobot poin sebesar -53,09, menjadi saham pemberat utama indeks.

Adapun DSSA ambruk setelah Morgan Stanley Capital International memangkas bobot Foreign Inclusion Factor (FIF). Bobot FIF untuk DSSA turun dari 0,25 menjadi 0,13. Penyesuaian ini akan menyebabkan potensi arus dana berkurang ke saham emiten Sinar Mas tersebut.

MSCI menyampaikan bahwa penyesuaian bobot dilakukan berdasarkan masukan dari pelaku pasar terkait ketidakpastian free float pada saham DSSA.

Kapitalisasi pasar DSSA yang terbilang besar tidak heran langsung membuat IHSG terkapar begitu harga sahamnya goyang. DSSA memiliki nilai Rp 605,9 triliun dan masuk dalam daftar 10 emiten berkapitalisasi terbesar di Bursa. 

Selain DSSA, emiten Prajogo Pangestu, yakni BREN, BRPT, dan TPIA juga tercatat menjadi beban indeks dengan bobot poin masing-masing, 6,63, 5,59, dan 1,69.

BREN terpantau turun 2,91%, sedangkan BRPT dan TPIA masing-masing, 3,4% dan 1,12%.

Sementara itu sejumlah saham mencoba menahan IHSG untuk bertengger di level 7.900, seperti AMMN, UNTR, TLKM, ASII, dan AMRT. Akan tetapi bobot indeks poin kelima saham tersebut tidak cukup kuat untuk menghadapi DSSA. 

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Jelang Pengumuman BI Rate, IHSG Galau Pagi Ini




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Terusir Dari China, Sosok Ini Malah Menjadi Raja Perabot Elektronik RI

Terusir Dari China, Sosok Ini Malah Menjadi Raja Perabot Elektronik RI

May 1, 2026
Bank Sentral Besar Ramai-Ramai Mau Naikkan Suku Bunga

Bank Sentral Besar Ramai-Ramai Mau Naikkan Suku Bunga

May 1, 2026
Modal Cangkul, Guru SD Dapat Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah

Modal Cangkul, Guru SD Dapat Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah

May 1, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .