• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Bank Sentral Dunia Sudah Borong 166 Ton Emas, Ada Apa?

Bank Sentral Dunia Sudah Borong 166 Ton Emas, Ada Apa?

August 18, 2025
Pendapatan Tembus US6,55 Juta , Laba PGE Naik 40% di Kuartal I-2026

Pendapatan Tembus US$116,55 Juta , Laba PGE Naik 40% di Kuartal I-2026

April 30, 2026
Laba Emiten Properti Terbelah, Siapa Melejit Siapa Sakit?

Laba Emiten Properti Terbelah, Siapa Melejit Siapa Sakit?

April 30, 2026
Cetak Margin Operasi 9,1% & Utang WIKA Turun 7,4% di Kuartal I-2026

Cetak Margin Operasi 9,1% & Utang WIKA Turun 7,4% di Kuartal I-2026

April 30, 2026
Video:AS Tolak Proposal Iran,IHSG Melemah 2% & Rupiah ke Rp 17.300/USD

Video:AS Tolak Proposal Iran,IHSG Melemah 2% & Rupiah ke Rp 17.300/USD

April 30, 2026
Laba Bumi Resources (BUMI) Naik 35% Jadi US,14 Juta

Laba Bumi Resources (BUMI) Naik 35% Jadi US$24,14 Juta

April 30, 2026
Cetak Kinerja Positif, Begini Rapor CIMB Niaga di Kuartal I-2026

Cetak Kinerja Positif, Begini Rapor CIMB Niaga di Kuartal I-2026

April 30, 2026
IHSG Anjlok Imbas Sentimen Global, Harga Minyak & Pelemahan Rupiah

IHSG Anjlok Imbas Sentimen Global, Harga Minyak & Pelemahan Rupiah

April 30, 2026
Laba Bersih Kimia Farma (KAEF) Kuartal I-2026 Rp123,6 Miliar

Laba Bersih Kimia Farma (KAEF) Kuartal I-2026 Rp123,6 Miliar

April 30, 2026
Laba United Tractors (UNTR) Anjlok 80%, Ada Apa?

Laba United Tractors (UNTR) Anjlok 80%, Ada Apa?

April 30, 2026
BRI Tak Revisi RBB, Ekonomi Domestik Masih Kuat

BRI Tak Revisi RBB, Ekonomi Domestik Masih Kuat

April 30, 2026
Rupiah Tutup di Level Terendah Sepanjang Masa, Rp17.305/US$

Rupiah Tutup di Level Terendah Sepanjang Masa, Rp17.305/US$

April 30, 2026
Ada Transaksi Jumbo Rp1,76 T di Saham MORA, Siapa Pelakunya?

Ada Transaksi Jumbo Rp1,76 T di Saham MORA, Siapa Pelakunya?

April 30, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, April 30, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Bank Sentral Dunia Sudah Borong 166 Ton Emas, Ada Apa?

9 months ago
in Market
Bank Sentral Dunia Sudah Borong 166 Ton Emas, Ada Apa?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Beberapa bank sentral kembali memborong emas. Meskipun jumlah pembeliannya tidak sebesar tiga tahun terakhir yang mencapai 1.000 ton per tahun.

Namun, tren sebagian besar bank sentral yang memborong emas tetap tidak berkurang secara global. Ini diyakini untuk mendiversifikasi basis asetnya di luar kepemilikan berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS), di tengah dunia yang semakin dipenuhi oleh hambatan kebijakan tarif resiprokal yang dicanangkan oleh Presiden Donald Trump.

Berdasarkan data dari World Gold Council (WGC), beberapa bank sentral melakukan pembelian bersih hingga 166 ton emas dalam tiga bulan terakhir hingga Juni 2025. Di mana hal ini 33% lebih rendah secara basis kuartalan.

Meskipun ini merupakan angka kuartalan terendah sejak Juni 2022, tetapi angka ini 41% lebih tinggi dari tingkat kuartalan rata-rata yang terlihat antara 2010 dan 2021, sebelum pembelian meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir.

“Untuk semester pertama di 2025, jumlahnya mencapai 415 ton, dibandingkan dengan 525 ton pada tahun sebelumnya. Ini juga merupakan paruh pertama terendah sejak 2022. Harga emas yang tinggi di tengah kondisi ekonomi dan geopolitik global yang tidak stabil, kemungkinan berkontribusi pada perlambatan pembelian oleh bank sentral,” kata WGC, dikutip dari The Economics Times, Senin (18/8/2025).

Sementara itu, menurut Madhavankutty G, kepala ekonom di Canara Bank, mengatakan pembelian emas oleh bank sentral sangat sesuai dengan tema dedolarisasi, di mana negara-negara ingin mendiversifikasikan cadangan devisa mereka. Meskipun dolar AS masih menjadi dominan dalam cadangan devisa di beberapa negara, tetapi pangsanya telah menurun drastis dan emas makin diuntungkan dari pergeseran ini.

“Manfaat tambahan dari emas juga terletak pada aspek keamanannya. Tarif AS telah meningkatkan ketidakpastian geopolitik maupun ekonomi global, yang pada gilirannya diperkirakan akan membuat harga emas tetapi tinggi,” kata Madhavankutty.

“Secara historis, imbal hasil obligasi pemerintah AS dan harga emas memiliki hubungan yang berbanding terbalik. Hubungan itu kini telah berakhir. Jadi, meskipun imbal hasil diperkirakan akan tetap di atas 4,3%, harga permintaan emas mungkin juga akan tetap tinggi,” tambahnya.

Meskipun bank sentral umumnya merupakan pembeli emas yang strategis, tetapi mereka bukannya tidak peka terhadap tingkat harganya. Melainkan mereka terus menambah pasokan emas di tengah harga yang lebih tinggi, menggarisbawahi sikap positif mereka yang berkelanjutan terhadap emas sebagai aset strategis di tengah ketidakpastian tersebut.

Merujuk laman yang sama, bank sentral India (Reserve Bank of India/RBI), telah membeli hampir setengah ton emas pada pekan terakhir Juni lalu, setelah periode pembelian emas batangan yang relatif konservatif pada tahun fiskal berjalan. Sedangkan, stok emas RBI yang beredar mencapai hampir 880 ton per 27 Juni 2025.

Pangsanya dalam cadangan devisa India naik menjadi 12,1% per 18 Juli 2025. Sebelumnya angkanya sebesar 8,9% per 19 Juli 2024.

Begitu juga bank sentral Polandia (National Bank of Poland/NBP). Bank itu menambahkan 19 ton ke cadangan emasnya pada kuartal II-2025.

Sementara pembelian yang dilaporkan bank sentral China (People’s Bank of China/PBoC) mencapai 6 ton, setengah dari yang dibelinya pada kuartal I-2025. Data WGC menunjukkan bahwa cadangan emas China kini mencapai 2.299 ton.

Survei Cadangan Emas Bank Sentral WGC 2025 mengungkapkan bahwa 95% memperkirakan cadangan emas akan meningkat selama 12 bulan ke depan. Hasil survei, yang mengumpulkan data dari 73 bank sentral dunia, dipublikasikan pada pertengahan Juni lalu.

(sef/sef)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Tanda Terbaru Kiamat Kartu Kredit Muncul di Brasil




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pendapatan Tembus US6,55 Juta , Laba PGE Naik 40% di Kuartal I-2026

Pendapatan Tembus US$116,55 Juta , Laba PGE Naik 40% di Kuartal I-2026

April 30, 2026
Laba Emiten Properti Terbelah, Siapa Melejit Siapa Sakit?

Laba Emiten Properti Terbelah, Siapa Melejit Siapa Sakit?

April 30, 2026
Cetak Margin Operasi 9,1% & Utang WIKA Turun 7,4% di Kuartal I-2026

Cetak Margin Operasi 9,1% & Utang WIKA Turun 7,4% di Kuartal I-2026

April 30, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .