• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
80 Tahun Merdeka, Ini Kisah Emiten Pertama di Bursa Efek RI

80 Tahun Merdeka, Ini Kisah Emiten Pertama di Bursa Efek RI

August 17, 2025
Pendapatan Tembus US6,55 Juta , Laba PGE Naik 40% di Kuartal I-2026

Pendapatan Tembus US$116,55 Juta , Laba PGE Naik 40% di Kuartal I-2026

April 30, 2026
Laba Emiten Properti Terbelah, Siapa Melejit Siapa Sakit?

Laba Emiten Properti Terbelah, Siapa Melejit Siapa Sakit?

April 30, 2026
Cetak Margin Operasi 9,1% & Utang WIKA Turun 7,4% di Kuartal I-2026

Cetak Margin Operasi 9,1% & Utang WIKA Turun 7,4% di Kuartal I-2026

April 30, 2026
Video:AS Tolak Proposal Iran,IHSG Melemah 2% & Rupiah ke Rp 17.300/USD

Video:AS Tolak Proposal Iran,IHSG Melemah 2% & Rupiah ke Rp 17.300/USD

April 30, 2026
Laba Bumi Resources (BUMI) Naik 35% Jadi US,14 Juta

Laba Bumi Resources (BUMI) Naik 35% Jadi US$24,14 Juta

April 30, 2026
Cetak Kinerja Positif, Begini Rapor CIMB Niaga di Kuartal I-2026

Cetak Kinerja Positif, Begini Rapor CIMB Niaga di Kuartal I-2026

April 30, 2026
IHSG Anjlok Imbas Sentimen Global, Harga Minyak & Pelemahan Rupiah

IHSG Anjlok Imbas Sentimen Global, Harga Minyak & Pelemahan Rupiah

April 30, 2026
Laba Bersih Kimia Farma (KAEF) Kuartal I-2026 Rp123,6 Miliar

Laba Bersih Kimia Farma (KAEF) Kuartal I-2026 Rp123,6 Miliar

April 30, 2026
Laba United Tractors (UNTR) Anjlok 80%, Ada Apa?

Laba United Tractors (UNTR) Anjlok 80%, Ada Apa?

April 30, 2026
BRI Tak Revisi RBB, Ekonomi Domestik Masih Kuat

BRI Tak Revisi RBB, Ekonomi Domestik Masih Kuat

April 30, 2026
Rupiah Tutup di Level Terendah Sepanjang Masa, Rp17.305/US$

Rupiah Tutup di Level Terendah Sepanjang Masa, Rp17.305/US$

April 30, 2026
Ada Transaksi Jumbo Rp1,76 T di Saham MORA, Siapa Pelakunya?

Ada Transaksi Jumbo Rp1,76 T di Saham MORA, Siapa Pelakunya?

April 30, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, April 30, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

80 Tahun Merdeka, Ini Kisah Emiten Pertama di Bursa Efek RI

9 months ago
in ENTREPRENEUR
80 Tahun Merdeka, Ini Kisah Emiten Pertama di Bursa Efek RI
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Tahun ini Indonesia memasuki usia ke 80 tahun. Namun ternyata kegiatan pasar modal telah berlangsung jauh dari usia tersebut, lebih dari 100 tahun lalu.

Pada awalnya bursa efek dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda di Batavia. Namun kegiatan perdagangan terus terganggu dalam beberapa periode karena banyak masalah saat itu, termasuk terkait perang global dan masalah domestik.

Baru pada 10 Agustus 1977, pemerintah Soeharto meresmikan kembali dan dioperasikan oleh Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam). PT Semen Cibinong Tbk dengan kode SMCB menjadi perusahaan pertama yang melantai di Bursa (IPO). 

Berbeda dengan sekarang, perdagangan bursa efek saat itu masih tidak terlalu ramai. Bahkan 10 tahun sejak SMCB resmi IPO, hanya 24 emiten yang tercatat di Bursa Efek Jakarta pada 1987.

Saat IPO, SMCB berusia enam tahun setelah didirikan pada 15 Juni 1971. Kala itu perusahaan menjual 178.750 saham ke publik dengan harga Rp 10.000 per saham, dan dapat mengantongi hampir Rp 1,8 miliar.

Pada 1988, Kaiser Cement & Gypsum Corporation dan International Finance Coporation (IFC) menjual 49% kepemilikannya pada PT Tirtamas Majutama milik Hashim Djojohadikusumo. Dia merupakan anak ekonom era Order Baru Seomitro Djojohadikusumo dan adik Presiden Prabowo Subianto.

Setelah itu, SMCB aktif melakukan aksi korporasi seperti akuisisi. Misalnya pada 1993, perusahaan mengakuisisi PT Semen Nusantara yang merupakan produsen Semen Borobudur.

Dua tahun kemudian, SMCB kembali melakukan akuisisi 100% saham PT Semen Dwima Agung di Tuban Jawa Timur.

Namun SMCB juga terdampak krisis moneter 1998. Pada 2000 perusahaan asal Swiss, Holcim Ltd menjadi pemegang saham pengendali dan pada 2021 resmi memegang 6,51 juta saham.

Baru pada 2005, Holcim Participation menjual seluruh sahamnya di Semen Cibinong pada Holdervin BV, induk perusahaan Holcilm Ltd dengan nilai Rp 2,47 triliun. Setahun kemudian, SMCB berubah nama menjadi PT Holcim Indonesia Tbk.

Aksi akuisisi terus dilakukan bertahun-tahun kemudian. Misalnya pada 2016, akuisisi dilakukan pada 100% saham (Rp 2,13 triliun) PT Lafarge Cement Indonesia.

Sementara itu Holcim global melakukan merger dengan Lafarge asal Perancis dan mengganti nama menjadi LafargeHolcim Ltd. Dua tahun berikutnya, SMCB diakuisisi PT Semen Indonesia dengan jumlah 80,6% saham LafargeHolcim dengan nilai US$917 juta yang selesai pada 12 November 2018.

Kini SMCB bernama PT Solusi Bangun Indonesia. Sebanyak 83,52% saham dimiliki oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang bertindak sebagai pengendali perusahaan. 

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Video: Fore Kopi Mau Gelar IPO Saham & Bidik Perolehan Dana Rp 379,7 M




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pendapatan Tembus US6,55 Juta , Laba PGE Naik 40% di Kuartal I-2026

Pendapatan Tembus US$116,55 Juta , Laba PGE Naik 40% di Kuartal I-2026

April 30, 2026
Laba Emiten Properti Terbelah, Siapa Melejit Siapa Sakit?

Laba Emiten Properti Terbelah, Siapa Melejit Siapa Sakit?

April 30, 2026
Cetak Margin Operasi 9,1% & Utang WIKA Turun 7,4% di Kuartal I-2026

Cetak Margin Operasi 9,1% & Utang WIKA Turun 7,4% di Kuartal I-2026

April 30, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .