• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Ekonomi RI Tumbuh 5% Tapi Gaji Karyawan Cuma Naik 1%

Ekonomi RI Tumbuh 5% Tapi Gaji Karyawan Cuma Naik 1%

August 14, 2025
BRI Tak Revisi RBB, Ekonomi Domestik Masih Kuat

BRI Tak Revisi RBB, Ekonomi Domestik Masih Kuat

April 30, 2026
Rupiah Tutup di Level Terendah Sepanjang Masa, Rp17.305/US$

Rupiah Tutup di Level Terendah Sepanjang Masa, Rp17.305/US$

April 30, 2026
Ada Transaksi Jumbo Rp1,76 T di Saham MORA, Siapa Pelakunya?

Ada Transaksi Jumbo Rp1,76 T di Saham MORA, Siapa Pelakunya?

April 30, 2026
2025, Bank Aladin Syariah Cetak Laba Bersih Rp 150,71 Miliar

2025, Bank Aladin Syariah Cetak Laba Bersih Rp 150,71 Miliar

April 30, 2026
Begini Pergerakan Asing Saat IHSG Ambruk 2% Lebih di Sesi 1

Begini Pergerakan Asing Saat IHSG Ambruk 2% Lebih di Sesi 1

April 30, 2026
Saham Terkoreksi Sejak Awal Tahun, Bos BRI Bilang Gini

Saham Terkoreksi Sejak Awal Tahun, Bos BRI Bilang Gini

April 30, 2026
Breaking, IHSG Anjlok 3% Balik ke Level 6.800-an

Breaking, IHSG Anjlok 3% Balik ke Level 6.800-an

April 30, 2026
BRI di Tahun Pertama Hery Gunardi: Casa Ngebut, Profitabilitas Tebal

BRI di Tahun Pertama Hery Gunardi: Casa Ngebut, Profitabilitas Tebal

April 30, 2026
Ringgit Malaysia Jadi Mata Uang Terkuat Asia, Rupiah Jangan Iri

Ringgit Malaysia Jadi Mata Uang Terkuat Asia, Rupiah Jangan Iri

April 30, 2026
Optimis Menguat, CEO Astronacci Ungkap Potensi Saham BBRI

Optimis Menguat, CEO Astronacci Ungkap Potensi Saham BBRI

April 30, 2026
Rupiah Terperosok ke Rp 17.3700/USD hingga IHSG Anjlok ke 6.900

Rupiah Terperosok ke Rp 17.3700/USD hingga IHSG Anjlok ke 6.900

April 30, 2026
Danantara Mau Konsolidasi Asuransi, TuguRe Ungkap Kabar Terkini

Danantara Mau Konsolidasi Asuransi, TuguRe Ungkap Kabar Terkini

April 30, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, April 30, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Ekonomi RI Tumbuh 5% Tapi Gaji Karyawan Cuma Naik 1%

9 months ago
in Lifestyle
Ekonomi RI Tumbuh 5% Tapi Gaji Karyawan Cuma Naik 1%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menemukan belum optimalnya laju pertumbuhan ekonomi Indonesia selama ini terhadap peningkatan pendapatan kelas pekerja.

Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky mengatakan, selama tujuh tahun terakhir, atau tepatnya periode 2017-2024, saat perekonomian Indonesia rata-rata per tahunnya di kisaran 5%, di luar periode krisis akibat Covid 19, laju pertumbuhan pendapatan atau gaji riil rata-rata per tahun hanya 0,6%.

“2017-2024 kita most likely masih tumbuh 5% exclude Covid-19, tapi real wage tumbuhnya hanya 1%,” kata Riefky dalam Podcast LPEM FEB UI, seperti dikutip Kamis (14/8/2025).

Riefky mengatakan, kondisi itu menandakan bahwa pertumbuhan ekonomi selama periode itu tidak dinikmati para kelas pekerja yang pendapatannya hanya mengandalkan upah atau gaji, melainkan mayoritas dinikmati para pemilik modal.

“Jadi kalau growth 5%, berarti kan larinya ke capital owner. Ini juga menjadi highlight dari pertumbuhan 5% selama ini, siapa yang merasakan dan menikmatinya,” paparnya.

Rendahnya laju pertumbuhan rata-rata gaji riil per tahun pada periode itu dibanding pertumbuhan ekonomi rata-rata ini kata Riefky berkebalikan dari periode 2008-2016. Saat itu, laju pertumbuhan gaji riil rata-rata kelas pekerja mampu lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi saat itu, yakni 6,3% dari 5,6%.

Semakin tertekannya pendapatan riil kelas pekerja ini sebetulnya telah diidentifikasi oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas pada 2024. Saat itu, Bappenas tengah mengungkap hasil identifikasi anjloknya kemampuan belanja masyarakat, yang tercermin dari merosotnya proporsi disposable income terhadap produk domestik bruto (PDB).

Scenaider Clasein Hasudungan Siahaan yang saat itu masih menjabat sebagai Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Bappenas mengatakan proporsi disposable income terhadap PDB per kapita per 2023 tersisa 72,7%, konsisten merosot sejak 2020 di angka 75,3%.

Ia menjelaskan, disposable income ini menggambarkan nilai maksimum pendapatan masyarakat yang tersedia (setelah dikurangi pajak) yang dapat digunakan untuk konsumsi. Artinya dari total nilai PDB per kapita, hanya 72,7% pada 2023 yang dapat digunakan untuk konsumsi.

“Proporsi disposable income pada 2023 kita lihat ada di angka 72,7%,” kata Scenaider saat rapat kerja dengan Komite IV DPD RI, Jakarta, Senin (2/9/2024).

Di sisi lain, ia melanjutkan, rata-rata upah buruh untuk sektor yang banyak menyerap tenaga kerja masih di bawah rata-rata upah buruh nasional sebesar Rp 3,04 juta berdasarkan data Sakernas Februari 2024 yang dicatat Badan Pusat Statistik (BPS).

Sektor yang membayarkan upah di bawah rata-rata nasional itu di antaranya industri pengolahan sebesar Rp 3,03 juta, konstruksi Rp 2,95 juta, pendidikan Rp 2,84 juta, pengadaan air Rp 2,69 juta, perdagangan Rp 2,54 juta, pertanian Rp 2,24 juta, akomodasi dan makanan minuman Rp 2,24 juta dan, aktivitas jasa lainnya Rp 1,74 juta.

Sementara itu, sektor yang tidak dikategorikan sebagai sektor yang menyerap tenaga kerja besar, seperti aktivitas keuangan dan asuransi rata-rata upah buruhnya Rp 5,15 juta, dan pertambangan Rp 4,94 juta.

Sektor pengadaan listrik dan gas juga senilai Rp 4,85 juta, informasi dan komunikasi sebesar Rp 4,74 juta, real estat sebesar Rp 4,31 juta, aktivitas profesional di kisaran Rp 3,73 juta, administrasi pemerintahan Rp 3,67 juta, pengangkutan Rp 3,63 juta, dan aktivitas kesehatan Rp 3,35 juta.

“Kami juga identifikasi ada sektor yang serap tenaga kerja besar tapi memberikan upah di bawah rata-rata nasional,” tutur Scenaider.

(arj/mij)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Video: Dunia Gonjang-Ganjing Akibat Perang Tarif Trump




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BRI Tak Revisi RBB, Ekonomi Domestik Masih Kuat

BRI Tak Revisi RBB, Ekonomi Domestik Masih Kuat

April 30, 2026
Rupiah Tutup di Level Terendah Sepanjang Masa, Rp17.305/US$

Rupiah Tutup di Level Terendah Sepanjang Masa, Rp17.305/US$

April 30, 2026
Ada Transaksi Jumbo Rp1,76 T di Saham MORA, Siapa Pelakunya?

Ada Transaksi Jumbo Rp1,76 T di Saham MORA, Siapa Pelakunya?

April 30, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .