• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Bos BI Bicara Soal Hilirisasi RI, Beri Saran Penting Ini!

Bos BI Bicara Soal Hilirisasi RI, Beri Saran Penting Ini!

October 26, 2026
BEI Ubah Cara Berantas Manipulasi Saham, Sasar Rekening Pelaku

BEI Ubah Cara Berantas Manipulasi Saham, Sasar Rekening Pelaku

October 29, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Asing Serbu 10 Saham Ini

IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Asing Serbu 10 Saham Ini

October 29, 2026
Asing Pilih Lepas 10 Saham Ini Kala IHSG Menguat

Asing Pilih Lepas 10 Saham Ini Kala IHSG Menguat

October 29, 2026
BNI Siap-Siap Buyback Saham, Rogoh Kocek Rp547 Miliar

BNI Siap-Siap Buyback Saham, Rogoh Kocek Rp547 Miliar

October 28, 2026
Mandiri (BMRI) Jual Saham Inhealth ke IFG Life Senilai Rp570 Miliar

Mandiri (BMRI) Jual Saham Inhealth ke IFG Life Senilai Rp570 Miliar

October 28, 2026
Prabowo Target Masalah Sampah RI Selesai 2028, Danantara Ditugasi!

Prabowo Target Masalah Sampah RI Selesai 2028, Danantara Ditugasi!

October 28, 2026
Rupiah Diramal Bisa Tembus Rp19.000, Airlangga: Kita Lebih Optimistis!

Rupiah Diramal Bisa Tembus Rp19.000, Airlangga: Kita Lebih Optimistis!

October 28, 2026
KPK Geledah Kantor PT Djarum di Kudus Jateng, Manajemen Buka Suara

KPK Geledah Kantor PT Djarum di Kudus Jateng, Manajemen Buka Suara

October 28, 2026
Chandra Asri (TPIA) Hentikan Buyback Saham Lebih Cepat, Ini Alasannya

Chandra Asri (TPIA) Hentikan Buyback Saham Lebih Cepat, Ini Alasannya

October 28, 2026
Laba Astra International (ASII) Rp21,6 Triliun di Kuartal III-2026

Laba Astra International (ASII) Rp21,6 Triliun di Kuartal III-2026

October 28, 2026
Data 5,7 Juta Akun Pelanggan Fore Kopi (FORE) Bocor

Data 5,7 Juta Akun Pelanggan Fore Kopi (FORE) Bocor

October 28, 2026
Premi Risiko RI Melonjak! Awas Rupiah Kian Melemah-Utang Makin Mahal

Premi Risiko RI Melonjak! Awas Rupiah Kian Melemah-Utang Makin Mahal

October 28, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 29, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Bos BI Bicara Soal Hilirisasi RI, Beri Saran Penting Ini!

3 days ago
in ENTREPRENEUR
Bos BI Bicara Soal Hilirisasi RI, Beri Saran Penting Ini!
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menilai Indonesia perlu kembali memperkuat industrialisasi dan memperdalam hilirisasi agar mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar dari kekayaan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki.

Menurut Destry, Indonesia tidak cukup hanya mengolah bahan mentah hingga tahap tertentu sebelum mengekspornya. Pengembangan rantai pasok yang lebih panjang dan proses pengolahan yang lebih mendalam diperlukan untuk membangun basis manufaktur yang kompetitif serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Adapun, hal tersebut disampaikan Destry dalam paparannya bertajuk The Emerging Giant: Indonesia’s Next Decade in Asia’s Growth Story di Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026.

Destry menilai Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi di Asia, mulai dari jumlah penduduk hingga kekayaan sumber daya alam. Namun, perubahan geopolitik dan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) turut mengubah peta perdagangan, investasi, dan persaingan antarnegara.

Karena itu, dia melihat Indonesia perlu memperkuat fondasi ekonomi dan memiliki perencanaan jangka panjang yang terarah. Kebijakan pembangunan, menurutnya, tidak boleh berjalan secara terpisah-pisah tanpa tujuan yang saling mendukung.

Salah satu pekerjaan rumah utama Indonesia adalah menghidupkan kembali industrialisasi. Destry mengingatkan bahwa Indonesia mulai membangun industri sejak akhir 1980-an hingga awal 1990-an, tetapi kemudian kembali bergantung pada ekspor komoditas.

“Back to basic,” ujar Destry, seraya menekankan pentingnya kembali memperkuat sektor industri dan memperdalam hilirisasi.

Ia menyoroti rantai pengolahan sumber daya alam Indonesia yang dinilai belum cukup panjang. Dalam paparannya, Destry menggambarkan bahwa Indonesia masih mengekspor produk setelah melalui sebagian proses pengolahan, sebelum nilai tambah yang lebih besar tercipta dari pengembangan produk turunannya.

“Economic complexity index kita sangat rendah. Kita baru setengahnya, sudah kita ekspor,” ujarnya.

Menurut Destry, pengolahan sumber daya alam seharusnya tidak berhenti pada satu tahap. Indonesia perlu mengembangkan industri turunan agar dapat menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi, memperkuat daya saing manufaktur, dan membuka peluang penciptaan lapangan kerja.

Ia juga menekankan pentingnya produktivitas, skala ekonomi, tenaga kerja, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengembangan industri bernilai tambah tinggi.

Dengan demikian, agenda hilirisasi tidak hanya berorientasi pada pembangunan fasilitas pengolahan, tetapi juga harus mendorong terbentuknya ekosistem industri yang lebih lengkap dan kompetitif.

Danantara Diminta Jadi Lokomotif Pertumbuhan

Dalam kesempatan tersebut, Destry juga menyoroti peran Danantara dalam mendorong investasi produktif. Menurutnya, Danantara dapat menjadi lokomotif pertumbuhan dengan membuka jalan bagi pelaksanaan proyek-proyek strategis sekaligus meningkatkan kepercayaan sektor swasta untuk ikut berinvestasi.

“Saya berharap Danantara ini bisa menjadi lokomotif buat pertumbuhan ke depan. Danantara ini akan memainkan peran yang sangat penting untuk bisa membuka unlock project-project, kemudian beri private sector itu juga kesempatan dan confidence untuk melakukan investasi bersama,” katanya.

Investasi produktif dinilai menjadi salah satu kunci untuk memperkuat kapasitas ekonomi nasional. Karena itu, pengembangan proyek perlu disertai perencanaan yang matang dan koordinasi antarpemangku kepentingan.

Destry menegaskan bahwa pembangunan industri membutuhkan kerja bersama dan tahapan perencanaan jangka menengah hingga panjang. Penguatan industrialisasi, hilirisasi, dan adopsi teknologi perlu berjalan searah agar Indonesia mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing di tengah perubahan ekonomi global.

Di sisi lain, BI memiliki mandat menjaga stabilitas rupiah, sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Menurut Destry, fondasi ekonomi yang kuat diperlukan agar Indonesia dapat memanfaatkan peluang dari perubahan lanskap global dan mengambil peran lebih besar dalam pertumbuhan Asia.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BEI Ubah Cara Berantas Manipulasi Saham, Sasar Rekening Pelaku

BEI Ubah Cara Berantas Manipulasi Saham, Sasar Rekening Pelaku

October 29, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Asing Serbu 10 Saham Ini

IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Asing Serbu 10 Saham Ini

October 29, 2026
Asing Pilih Lepas 10 Saham Ini Kala IHSG Menguat

Asing Pilih Lepas 10 Saham Ini Kala IHSG Menguat

October 29, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .