• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Bos BI Ungkap Prospek Ekonomi Global Suram, Inflasi Tembus 4,6%

Bos BI Ungkap Prospek Ekonomi Global Suram, Inflasi Tembus 4,6%

October 21, 2026
Ini Alasan KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai di Kudus

Ini Alasan KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai di Kudus

October 29, 2026
Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

October 29, 2026
Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
Bursa RI Paling Transparan di Dunia, Sejajar dengan Hong Kong

Bursa RI Paling Transparan di Dunia, Sejajar dengan Hong Kong

October 29, 2026
Bursa RI Paling Transparan di Dunia, Sejajar dengan Hongkong

Bursa RI Paling Transparan di Dunia, Sejajar dengan Hongkong

October 29, 2026
The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

October 29, 2026
Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp18.173

Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp18.173

October 29, 2026
IHSG Dibuka Menguat 0,43% ke 5.305

IHSG Dibuka Menguat 0,43% ke 5.305

October 29, 2026
IHSG Dibuka Melemah 0,17% ke 5.273

IHSG Dibuka Melemah 0,17% ke 5.273

October 29, 2026
Bursa Asia Menguat, Investor Cermati Kinerja Big Tech dan The Fed

Bursa Asia Menguat, Investor Cermati Kinerja Big Tech dan The Fed

October 29, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini

IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini

October 29, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 29, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Bos BI Ungkap Prospek Ekonomi Global Suram, Inflasi Tembus 4,6%

1 week ago
in Market
Bos BI Ungkap Prospek Ekonomi Global Suram, Inflasi Tembus 4,6%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan prospek perekonomian global masih lemah dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi. Kondisi ini dipengaruhi oleh meningkatnya tensi perang di Timur Tengah yang membuat harga minyak dunia bertahan tinggi.

Destry menyampaikan, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan berada di kisaran 3%, sementara tekanan inflasi mencapai 4,6%.

“Prospek perekonomian global lemah dengan ketidakpastian tinggi. Kondisi ini makin kuatnya tensi perang timur tengah sehingga harga minyak tetap tinggi. pertumbuhan ekonomi sekitar 3% dan tekanan inflasi 4,6%,” ujar Destry dalam paparan RDG, Rabu (21/10/2025).

Ketidakpastian global tersebut juga diperkirakan memengaruhi arah kebijakan moneter negara-negara utama, khususnya Amerika Serikat (AS).

Menurut Destry, kebijakan moneter ketat diperkirakan bertahan lebih lama. Ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter AS turut memengaruhi pergerakan imbal hasil surat utang pemerintah AS atau US Treasury (UST) yang diperkirakan tetap tinggi.

Tekanan juga berasal dari kondisi fiskal AS, seiring dengan defisit anggaran yang semakin besar. Kombinasi faktor tersebut berpotensi mempertahankan daya tarik aset keuangan AS di tengah ketidakpastian global.

Di pasar keuangan internasional, preferensi investor terhadap negara-negara pasar berkembang atau emerging markets juga masih terbatas. Kondisi ini membuat indeks dolar AS (DXY) bertahan kuat.

“Di pasar keuangan global preferensi investor di emerging market terbatas sehingga membuat DXY (indeks dolar AS) tetap kuat,” kata Destry.

Penguatan dolar AS dan terbatasnya minat investor terhadap aset pasar berkembang menjadi tantangan bagi negara-negara seperti Indonesia dalam menjaga stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar.

Perkembangan ekonomi global tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati dalam menentukan arah kebijakan ekonomi domestik, terutama di tengah risiko kenaikan harga energi, tekanan inflasi, serta perubahan arus modal global.

Adapun, bagi Indonesia, kondisi tersebut menuntut kewaspadaan terhadap dampak rambatan dari pasar keuangan global, termasuk potensi tekanan terhadap rupiah dan kebutuhan menjaga stabilitas makroekonomi.

“Kondisi ini mengharuskan penguatan respons sinergi fiskal dan moneter,” tegas Destry.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Ini Alasan KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai di Kudus

Ini Alasan KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai di Kudus

October 29, 2026
Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

October 29, 2026
Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .