• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
2 Pasar Saham Dijatuhkan MSCI, Tapi Kini Sukses Bangkit

2 Pasar Saham Dijatuhkan MSCI, Tapi Kini Sukses Bangkit

October 21, 2026
Segera Cek KTP Anda Dipakai Pinjol atau Tidak, Begini Caranya

Segera Cek KTP Anda Dipakai Pinjol atau Tidak, Begini Caranya

October 31, 2026
Pendapatan Usaha Tumbuh 7,9%, Jasa Marga Terus Perkuat Konektivitas

Pendapatan Usaha Tumbuh 7,9%, Jasa Marga Terus Perkuat Konektivitas

October 31, 2026
Mantan Menteri RI Ditangkap Kejaksaan Agung, Ketemu Brankas Isi Rp 4 M

Mantan Menteri RI Ditangkap Kejaksaan Agung, Ketemu Brankas Isi Rp 4 M

October 31, 2026
Nomor HP Jadi Pengganti Skor Kredit Ajukan Pinjaman, Cek Syaratnya

Nomor HP Jadi Pengganti Skor Kredit Ajukan Pinjaman, Cek Syaratnya

October 31, 2026
Bos Sekuritas Soal Potensi RI Turun ke Standalone Market

Bos Sekuritas Soal Potensi RI Turun ke Standalone Market

October 31, 2026
Sosok Tuan Tanah Matraman, Duduki Lahan 400 Hektare Selama 41 Tahun

Sosok Tuan Tanah Matraman, Duduki Lahan 400 Hektare Selama 41 Tahun

October 31, 2026
Mau Punya Alfamart Sendiri, Segini Biaya dan Balik Modal di 2026

Mau Punya Alfamart Sendiri, Segini Biaya dan Balik Modal di 2026

October 31, 2026
MSCI Hantam Pasar SBN RI

MSCI Hantam Pasar SBN RI

October 31, 2026
Saat Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar Demi Selamatkan Rupiah

Saat Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar Demi Selamatkan Rupiah

October 30, 2026
Ekosistem Emas Jadi Masa Depan RI, Ungkap Peluangnya di Sini

Ekosistem Emas Jadi Masa Depan RI, Ungkap Peluangnya di Sini

October 30, 2026
Laba MTEL Kuartal III Jadi Rp 1,55 T, Manajemen Ungkap Penyebabnya

Laba MTEL Kuartal III Jadi Rp 1,55 T, Manajemen Ungkap Penyebabnya

October 30, 2026
Mengukur Kinerja Perusahaan Asuransi, Siapa yang Terbaik?

Mengukur Kinerja Perusahaan Asuransi, Siapa yang Terbaik?

October 30, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, October 31, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

2 Pasar Saham Dijatuhkan MSCI, Tapi Kini Sukses Bangkit

1 week ago
in ENTREPRENEUR
2 Pasar Saham Dijatuhkan MSCI, Tapi Kini Sukses Bangkit
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Sejumlah pasar saham berhasil bangkit usai “dijatuhkan” Morgan Stanley Capital International (MSCI). Setidaknya ini terjadi di Yunani dan Bulgaria.

Lalu bagaimana ceritanya?

1.Yunani

Yunani sebelumnya diturunkan dari kategori pasar maju (developed market) menjadi pasar berkembang (advanced emerging market) oleh MSCI pada 2013. Hal itu terjadi di tengah krisis utang yang mengguncang perekonomian negara tersebut.

Namun kini di 2026, pasar saham Yunani mencatat tonggak penting dalam pemulihan ekonominya. Bursa sahamnya kini kembali masuk menjadi pasar maju.

Ya, mengutip Euronews, perubahan klasifikasi diberikan FTSE Russell dan mulai berlaku pada September lalu. Ini memindahkan pasar saham Yunani dari kategori advanced emerging market menjadi developed market.

Langkah tersebut menjadi pengakuan atas kemajuan pasar modal Yunani setelah bertahun-tahun melakukan reformasi untuk memulihkan perekonomian dan kepercayaan investor. Ini menjadi perkembangan terbaru ini menandai kemajuan Yunani.

Perubahan klasifikasi FTSE Russell memindahkan 62 saham Yunani dari indeks advanced emerging market menjadi developed market. Perubahan tersebut berpotensi memperluas akses saham Yunani terhadap modal internasional, khususnya dari investor institusi dan pengelola dana yang mengikuti indeks pasar maju.

CEO Athens Exchange Group Yianos Kontopoulos menyebut kenaikan status tersebut sebagai pencapaian penting. Menurutnya, perubahan ini dapat memperluas basis investor internasional, menarik dana yang mengikuti indeks pasar maju, serta membuka peluang pembiayaan baru bagi perusahaan tercatat.

Selain FTSE Russell, penyedia indeks STOXX juga mengklasifikasikan Yunani sebagai pasar maju. Perubahan ini memungkinkan sembilan perusahaan Yunani masuk ke indeks pan-Eropa STOXX Europe 600, yakni National Bank of Greece, Eurobank, Piraeus Bank, Alpha Bank, GEK Terna, Jumbo, Motor Oil, PPC, dan Metlen.

Penyesuaian indeks juga mendorong lonjakan transaksi di Bursa Athena. Dana yang mengikuti indeks pasar berkembang perlu menjual saham Yunani, sedangkan dana yang mengikuti indeks pasar maju perlu membeli saham-saham tersebut untuk menyesuaikan portofolio mereka.

Menurut situs keuangan Yunani Euro2day, nilai transaksi saham di Athena mencapai rekor 4,26 miliar euro pada lelang penutupan perdagangan saat berita baik ini diumumkan. Angka tersebut mencakup transaksi beli dan jual, melampaui rekor sebelumnya sekitar 3,03 miliar euro pada Mei 2008.

Meski demikian, lonjakan transaksi akibat penyesuaian indeks belum tentu langsung menghasilkan arus investasi asing yang berkelanjutan. Tantangan berikutnya adalah menjaga likuiditas dan minat investor setelah penyesuaian portofolio selesai.

Kenaikan status pasar saham Yunani berlangsung bersamaan dengan membaiknya penilaian lembaga pemeringkat terhadap kondisi keuangan negara tersebut. September, Moody’s mengubah prospek peringkat utang pemerintah Yunani, Baa3, dari stabil menjadi positif.

Perubahan ini membuka peluang kenaikan peringkat apabila perbaikan ekonomi dan fiskal terus berlanjut. Sementara itu, Scope Ratings menaikkan peringkat Yunani dari BBB menjadi BBB+, dengan prospek stabil.

Kedua lembaga tersebut menyoroti penurunan beban utang, surplus anggaran, peningkatan penerimaan pajak, serta reformasi yang memperkuat perekonomian dan institusi negara. Menteri Keuangan Yunani Kyriakos Pierrakakis mengatakan keputusan lembaga pemeringkat dan kenaikan status pasar saham menunjukkan bahwa negaranya menjadi lebih tangguh dan kredibel.

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah harus terus menjaga disiplin fiskal, mendorong investasi, serta menjalankan reformasi untuk meningkatkan produktivitas dan upah. Perjalanan Yunani memperlihatkan bahwa pemulihan kepercayaan investor membutuhkan reformasi berkelanjutan.

Kenaikan klasifikasi indeks dapat memperluas akses ke modal global. Tetapi keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada kondisi ekonomi, kualitas pasar modal, dan konsistensi kebijakan pemerintah.

2.Bulgaria

Bursa saham Bulgaria (BSE) berhasil memperbaiki statusnya di mata penyedia indeks global MSCI. Setelah sebelumnya diturunkan dari kategori frontier market menjadi standalone market, Bulgaria kini kembali naik kelas menjadi Frontier Market.

Bagaimana ceritanya?

Penurunan itu sebenarnya sejak Agustus 2016 lalu. MSCI mengambil keputusan tersebut karena ukuran dan likuiditas pasar saham Bulgaria terus menurun.

Reklasifikasi tersebut sebenarnya terjadi di Juni lalu. Namun, implementasinya dijadwalkan pada tinjauan indeks Mei 2027.

“Ini adalah momen bersejarah bagi pasar modal Bulgaria,” kata CEO Bursa Efek Bulgaria Manyu Moravenov kala itu merujuk rilis MSCI, dimuat Bulgarian News Agency.

“Keputusan MSCI mengirimkan sinyal jelas kepada komunitas investasi internasional bahwa Bulgaria menjadi tujuan investasi yang semakin menarik dan reformasi serta upaya yang ditujukan untuk mengembangkan pasar membuahkan hasil,” ujarnya.

“Reklasifikasi berpotensi meningkatkan visibilitas internasional perusahaan-perusahaan tercatat di Bulgaria, menarik investor baru, dan menciptakan peluang tambahan bagi dunia usaha untuk meningkatkan modal,” tambahnya.

Peningkatan status ini menjadi contoh bagaimana sebuah pasar saham dapat kembali masuk ke dalam kelompok pasar yang lebih terintegrasi dengan investor internasional. Tentunya setelah memperbaiki likuiditas dan aksesibilitasnya.

MSCI sendiri menjelaskan bahwa proposal untuk menaikkan status Bulgaria pertama kali dikonsultasikan pada 2024. Saat itu, sejumlah saham Bulgaria telah memenuhi persyaratan ukuran dan likuiditas untuk masuk kategori Frontier Market.

Namun, keputusan tersebut sempat ditunda setelah investor institusi internasional menyampaikan kekhawatiran mengenai terbatasnya likuiditas pasar serta waktu yang dibutuhkan untuk mengadopsi mata uang euro. Sejak saat itu, kondisi pasar saham Bulgaria dinilai mengalami perbaikan signifikan.

MSCI mencatat, pelaku pasar sepakat bahwa likuiditas di BSE meningkat secara berarti. Perbaikan tersebut didukung oleh bertambahnya jumlah saham yang memenuhi persyaratan ukuran dan likuiditas Frontier Market, serta meningkatnya nilai transaksi di bursa.

Selain itu, transisi Bulgaria menuju penggunaan euro juga berjalan tanpa kendala operasional signifikan. Bulgaria resmi mengadopsi euro pada 1 Januari 2026.

Seiring perubahan tersebut, infrastruktur perdagangan dan penyelesaian transaksi BSE sepenuhnya beralih ke denominasi euro. Sebelumnya, pada September 2023, Bulgaria juga telah bermigrasi ke platform penyelesaian transaksi European Central Bank, yakni TARGET2-Securities (T2S).

Namun memang, proses ini tidak instan. Hal tersebut terjadi melalui konsultasi, penundaan keputusan, perbaikan kondisi pasar, hingga akhirnya MSCI memutuskan menaikkan klasifikasinya.

Dalam penjelasannya, MSCI menegaskan bahwa klasifikasi suatu pasar ditentukan berdasarkan tingkat aksesibilitas dan kelayakan investasi yang benar-benar dirasakan investor institusi internasional. Indeks dan klasifikasi pasar, menurut MSCI, bukanlah penilaian yang bersifat permanen.

Ketika akses pasar dan pengalaman investor memburuk, MSCI dapat mengambil tindakan. Sebaliknya, pasar dapat naik kelas apabila aksesibilitas dan kelayakan investasinya meningkat secara berarti dan berkelanjutan.

“Penentuan status harus terus dievaluasi berdasarkan perubahan kondisi pasar dan pengalaman investor internasional,” kata Kepala Klasifikasi Pasar dan Taksonomi MSCI di rilis terkait BSE.

“Ketika akses pasar atau pengalaman investor memburuk, MSCI perlu mengambil tindakan. Sebaliknya, pasar dapat mengalami peningkatan klasifikasi apabila aksesibilitas dan kelayakan investasinya membaik secara signifikan dan berkelanjutan,” ujarnya.

(sef/sef)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Segera Cek KTP Anda Dipakai Pinjol atau Tidak, Begini Caranya

Segera Cek KTP Anda Dipakai Pinjol atau Tidak, Begini Caranya

October 31, 2026
Pendapatan Usaha Tumbuh 7,9%, Jasa Marga Terus Perkuat Konektivitas

Pendapatan Usaha Tumbuh 7,9%, Jasa Marga Terus Perkuat Konektivitas

October 31, 2026
Mantan Menteri RI Ditangkap Kejaksaan Agung, Ketemu Brankas Isi Rp 4 M

Mantan Menteri RI Ditangkap Kejaksaan Agung, Ketemu Brankas Isi Rp 4 M

October 31, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .