• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Batas Auto Reject Turun, 351 Saham ARB Hari Ini

Batas Auto Reject Turun, 351 Saham ARB Hari Ini

October 19, 2026
Data 5,7 Juta Pelanggan Bocor, Fore Ngadu ke Komdigi

Data 5,7 Juta Pelanggan Bocor, Fore Ngadu ke Komdigi

November 1, 2026
OJK Ungkap Alasan Sebenarnya Inklusi Keuangan Syariah RI Masih Minim

OJK Ungkap Alasan Sebenarnya Inklusi Keuangan Syariah RI Masih Minim

November 1, 2026
Nasabah Mau Uang Aman di Bank? Jangan Lakukan Ini

Nasabah Mau Uang Aman di Bank? Jangan Lakukan Ini

November 1, 2026
Video: Akhir 2026, Rupiah Diramal Bergerak di Rp 17.800

Video: Akhir 2026, Rupiah Diramal Bergerak di Rp 17.800

November 1, 2026
Investor Asing Curhat ke Bos BI, Sesalkan Keputusan MSCI

Investor Asing Curhat ke Bos BI, Sesalkan Keputusan MSCI

November 1, 2026
Laris Manis! Kredit Program Pemerintah Tembus Rp294,6 T

Laris Manis! Kredit Program Pemerintah Tembus Rp294,6 T

November 1, 2026
Cegah Kecelakaan saat Nataru, 2.140 Kapal Diperiksa Kelaikan Melaut

Cegah Kecelakaan saat Nataru, 2.140 Kapal Diperiksa Kelaikan Melaut

November 1, 2026
Kena Bobol Rp114 T, Binance Sudah Ganti 95%-Penarikan Dibuka Lagi

Kena Bobol Rp114 T, Binance Sudah Ganti 95%-Penarikan Dibuka Lagi

November 1, 2026
Intip Racikan Investasi Pilihan MI Hadapi Sentimen MSCI

Intip Racikan Investasi Pilihan MI Hadapi Sentimen MSCI

November 1, 2026
Kata Pelaku Pasar Soal RI Mau Bikin Rating Bursa Sendiri

Kata Pelaku Pasar Soal RI Mau Bikin Rating Bursa Sendiri

November 1, 2026
Penyidikan Kasus BPR DCN Malang Rampung, OJK Serahkan 2 Tersangka

Penyidikan Kasus BPR DCN Malang Rampung, OJK Serahkan 2 Tersangka

November 1, 2026
Bisnis Raja Gula dari Semarang Hancur Usai Ribut dengan Pemerintah

Bisnis Raja Gula dari Semarang Hancur Usai Ribut dengan Pemerintah

November 1, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, November 1, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Batas Auto Reject Turun, 351 Saham ARB Hari Ini

2 weeks ago
in Market
Batas Auto Reject Turun, 351 Saham ARB Hari Ini
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Sebanyak 351 saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terkunci di batas auto reject bawah (ARB) pada perdagangan Senin (19/10/2026). Hari ini adalah hari pertama berlakunya batas ARB baru sebesar 7%.

Berdasarkan data BEI yang diolah CNBC Indonesia, 351 saham tersebut setara dengan sekitar 36% dari 963 saham yang tercatat di bursa. Total kapitalisasi pasarnya mencapai sekitar Rp3.197 triliun.

Saham-saham berkapitalisasi jumbo ikut masuk daftar ARB. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ambles 6,86% ke Rp4.820 per saham dengan kapitalisasi pasar Rp588,24 triliun, tertinggi di antara saham ARB hari ini.

Di belakangnya ada PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang turun 6,95% ke Rp10.375, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang terkoreksi 6,95% ke Rp3.480. Berikutnya PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melemah 6,84% ke Rp1.770, dan PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) turun 6,91% ke Rp3.640.




20 Saham ARB dengan kapitalisasi pasar terbesar hari ini. (Dok BEI)20 Saham ARB dengan kapitalisasi pasar terbesar hari ini. (Dok BEI) Foto: (Dok BEI)

Sejumlah saham besar lain juga menyentuh ARB. Di antaranya PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Total kapitalisasi pasar 20 saham ARB terbesar mencapai sekitar Rp2.302 triliun, atau sekitar 72% dari kapitalisasi seluruh saham ARB hari ini.

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) juga tertahan di batas bawah, yakni turun Rp1 ke Rp24 per saham. GOTO menjadi saham paling ramai ditransaksikan dengan volume 9,56 miliar saham, dan antrean jualnya masih tersisa sekitar 1,2 miliar saham hingga penutupan.

Secara keseluruhan, data BEI mencatat 691 saham melemah, 103 saham menguat, dan 169 saham stagnan.

ARB Dipangkas Jadi 7%

BEI dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memangkas batas ARB saham dari 15% menjadi 7% secara asimetris. Ketentuan ini tertuang dalam Surat Keputusan Direksi BEI No. Kep-00157/BEI/10-2026 tentang Perubahan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas.

Kebijakan tersebut berlaku mulai 19 Oktober 2026 hingga 31 Desember 2026. BEI akan mengevaluasi kembali kebijakan ini sesuai kondisi pasar.

Langkah ini diambil setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 11,57% pada Jumat (16/10/2026). Kejatuhan itu terjadi bersamaan dengan pengumuman MSCI yang membuka kemungkinan Indonesia dipindahkan ke klasifikasi standalone market.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menilai kebijakan tersebut cukup efektif meredam kepanikan pasar pada sesi pertama perdagangan hari ini. Menurutnya, tekanan jual memang masih ada, tetapi kepanikan investor sudah mereda dibandingkan Jumat lalu.

“Sesi pertama ini itu cukup efektif untuk meredam kepanikan pasar,” kata Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Senin (19/10/2026).

Jeffrey menambahkan, penurunan pasar tetap bisa terjadi. Namun, penurunan itu diharapkan berlangsung melalui mekanisme perdagangan yang baik dan berdasarkan informasi yang diterima seluruh investor secara simetris.

IHSG Pangkas Koreksi

IHSG ditutup melemah 188,49 poin atau 3,64% ke level 4.996,61 pada akhir perdagangan hari ini. Indeks sempat jatuh hingga 5,36% ke level terendah 4.907,37, sebelum memangkas koreksi dan sempat kembali ke atas level psikologis 5.000.

Nilai transaksi tercatat Rp25,13 triliun dengan volume 34,07 miliar saham. Seluruh sektor melemah, dengan koreksi terdalam di sektor bahan baku, konsumer non-primer, teknologi, dan keuangan.

Saham BBCA, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), BYAN, TLKM, dan AMMN menjadi pemberat utama indeks.

Tekanan di pasar saham masih dipicu kabar MSCI yang mempertimbangkan pemindahan Indonesia dari kategori emerging market ke status standalone. Goldman Sachs memperkirakan potensi arus keluar dana pasif bisa mencapai US$5,6 miliar atau sekitar Rp100,8 triliun jika Indonesia dikeluarkan dari indeks MSCI.

Sepanjang 2026, investor asing tercatat telah membukukan jual bersih saham Indonesia sebesar US$4,88 miliar atau sekitar Rp87,84 triliun.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Data 5,7 Juta Pelanggan Bocor, Fore Ngadu ke Komdigi

Data 5,7 Juta Pelanggan Bocor, Fore Ngadu ke Komdigi

November 1, 2026
OJK Ungkap Alasan Sebenarnya Inklusi Keuangan Syariah RI Masih Minim

OJK Ungkap Alasan Sebenarnya Inklusi Keuangan Syariah RI Masih Minim

November 1, 2026
Nasabah Mau Uang Aman di Bank? Jangan Lakukan Ini

Nasabah Mau Uang Aman di Bank? Jangan Lakukan Ini

November 1, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .