• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Dulu Dijatuhkan MSCI, Kini Bursa Ini Bangkit & Jadi Developed Market

Dulu Dijatuhkan MSCI, Kini Bursa Ini Bangkit & Jadi Developed Market

October 19, 2026
IHSG Anjlok 7% Sepekan, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Anjlok 7% Sepekan, Asing Lepas 10 Saham Ini

November 2, 2026
IHSG Anjlok 7% Sepekan, Tapi Asing Borong 10 Saham Ini

IHSG Anjlok 7% Sepekan, Tapi Asing Borong 10 Saham Ini

November 2, 2026
Imbalan Hingga 6,85%, Pemerintah RI Lelang 8 Sukuk Cari Dana Rp10 T

Imbalan Hingga 6,85%, Pemerintah RI Lelang 8 Sukuk Cari Dana Rp10 T

November 1, 2026
Bukit Asam (PTBA) Bubarkan Anak Usaha, Ini Alasannya

Bukit Asam (PTBA) Bubarkan Anak Usaha, Ini Alasannya

November 1, 2026
BEI Keluarkan 81 Saham HSC dari IHSG Mulai Hari Ini

BEI Keluarkan 81 Saham HSC dari IHSG Mulai Hari Ini

November 1, 2026
Raffi Ahmad Borong Saham VISI, Rogoh Kantong Rp 72 Miliar

Raffi Ahmad Borong Saham VISI, Rogoh Kantong Rp 72 Miliar

November 1, 2026
BEI Keluarkan 81 Saham HSC Mulai Hari Ini

BEI Keluarkan 81 Saham HSC Mulai Hari Ini

November 1, 2026
Data 5,7 Juta Pelanggan Bocor, Fore Ngadu ke Komdigi

Data 5,7 Juta Pelanggan Bocor, Fore Ngadu ke Komdigi

November 1, 2026
OJK Ungkap Alasan Sebenarnya Inklusi Keuangan Syariah RI Masih Minim

OJK Ungkap Alasan Sebenarnya Inklusi Keuangan Syariah RI Masih Minim

November 1, 2026
Nasabah Mau Uang Aman di Bank? Jangan Lakukan Ini

Nasabah Mau Uang Aman di Bank? Jangan Lakukan Ini

November 1, 2026
Video: Akhir 2026, Rupiah Diramal Bergerak di Rp 17.800

Video: Akhir 2026, Rupiah Diramal Bergerak di Rp 17.800

November 1, 2026
Investor Asing Curhat ke Bos BI, Sesalkan Keputusan MSCI

Investor Asing Curhat ke Bos BI, Sesalkan Keputusan MSCI

November 1, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, November 2, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Dulu Dijatuhkan MSCI, Kini Bursa Ini Bangkit & Jadi Developed Market

2 weeks ago
in Market
Dulu Dijatuhkan MSCI, Kini Bursa Ini Bangkit & Jadi Developed Market
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Sejumlah pasar saham berhasil bangkit usai “dijatuhkan” Morgan Stanley Capital International (MSCI). Setidaknya ini terjadi di Yunani.

Yunani sebelumnya diturunkan dari kategori pasar maju (developed market) menjadi pasar berkembang (advanced emerging market) oleh MSCI pada 2013. Hal itu terjadi di tengah krisis utang yang mengguncang perekonomian negara tersebut.

Namun kini di 2026, pasar saham Yunani mencatat tonggak penting dalam pemulihan ekonominya. Bursa sahamnya kini kembali masuk menjadi pasar maju.

Ya, mengutip Euronews, perubahan klasifikasi diberikan FTSE Russell dan mulai berlaku pada September lalu. Ini memindahkan pasar saham Yunani dari kategori advanced emerging market menjadi developed market.

Langkah tersebut menjadi pengakuan atas kemajuan pasar modal Yunani setelah bertahun-tahun melakukan reformasi untuk memulihkan perekonomian dan kepercayaan investor. Ini menjadi perkembangan terbaru ini menandai kemajuan Yunani.

Sebenarnya khusus MSCI sendiri memiliki sistem klasifikasi tersendiri. Namun, pada Maret 2026 mengumumkan rencana untuk mengembalikan Yunani ke kelompok pasar maju pada Mei 2027.

62 Saham Yunani Masuk Indeks Pasar Maju

Perubahan klasifikasi FTSE Russell memindahkan 62 saham Yunani dari indeks advanced emerging market menjadi developed market. Perubahan tersebut berpotensi memperluas akses saham Yunani terhadap modal internasional, khususnya dari investor institusi dan pengelola dana yang mengikuti indeks pasar maju.

CEO Athens Exchange Group Yianos Kontopoulos menyebut kenaikan status tersebut sebagai pencapaian penting. Menurutnya, perubahan ini dapat memperluas basis investor internasional, menarik dana yang mengikuti indeks pasar maju, serta membuka peluang pembiayaan baru bagi perusahaan tercatat.

Selain FTSE Russell, penyedia indeks STOXX juga mengklasifikasikan Yunani sebagai pasar maju. Perubahan ini memungkinkan sembilan perusahaan Yunani masuk ke indeks pan-Eropa STOXX Europe 600, yakni National Bank of Greece, Eurobank, Piraeus Bank, Alpha Bank, GEK Terna, Jumbo, Motor Oil, PPC, dan Metlen.

Penyesuaian indeks juga mendorong lonjakan transaksi di Bursa Athena. Dana yang mengikuti indeks pasar berkembang perlu menjual saham Yunani, sedangkan dana yang mengikuti indeks pasar maju perlu membeli saham-saham tersebut untuk menyesuaikan portofolio mereka.

Menurut situs keuangan Yunani Euro2day, nilai transaksi saham di Athena mencapai rekor 4,26 miliar euro pada lelang penutupan perdagangan saat berita baik ini diumumkan. Angka tersebut mencakup transaksi beli dan jual, melampaui rekor sebelumnya sekitar 3,03 miliar euro pada Mei 2008.

Meski demikian, lonjakan transaksi akibat penyesuaian indeks belum tentu langsung menghasilkan arus investasi asing yang berkelanjutan. Tantangan berikutnya adalah menjaga likuiditas dan minat investor setelah penyesuaian portofolio selesai.

Keuangan Negara Membaik, Kepercayaan Investor Menguat

Kenaikan status pasar saham Yunani berlangsung bersamaan dengan membaiknya penilaian lembaga pemeringkat terhadap kondisi keuangan negara tersebut. September, Moody’s mengubah prospek peringkat utang pemerintah Yunani, Baa3, dari stabil menjadi positif.

Perubahan ini membuka peluang kenaikan peringkat apabila perbaikan ekonomi dan fiskal terus berlanjut. Sementara itu, Scope Ratings menaikkan peringkat Yunani dari BBB menjadi BBB+, dengan prospek stabil.

Kedua lembaga tersebut menyoroti penurunan beban utang, surplus anggaran, peningkatan penerimaan pajak, serta reformasi yang memperkuat perekonomian dan institusi negara. Menteri Keuangan Yunani Kyriakos Pierrakakis mengatakan keputusan lembaga pemeringkat dan kenaikan status pasar saham menunjukkan bahwa negaranya menjadi lebih tangguh dan kredibel.

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah harus terus menjaga disiplin fiskal, mendorong investasi, serta menjalankan reformasi untuk meningkatkan produktivitas dan upah. Perjalanan Yunani memperlihatkan bahwa pemulihan kepercayaan investor membutuhkan reformasi berkelanjutan.

Kenaikan klasifikasi indeks dapat memperluas akses ke modal global. Tetapi keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada kondisi ekonomi, kualitas pasar modal, dan konsistensi kebijakan pemerintah.

(sef/sef)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Anjlok 7% Sepekan, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Anjlok 7% Sepekan, Asing Lepas 10 Saham Ini

November 2, 2026
IHSG Anjlok 7% Sepekan, Tapi Asing Borong 10 Saham Ini

IHSG Anjlok 7% Sepekan, Tapi Asing Borong 10 Saham Ini

November 2, 2026
Imbalan Hingga 6,85%, Pemerintah RI Lelang 8 Sukuk Cari Dana Rp10 T

Imbalan Hingga 6,85%, Pemerintah RI Lelang 8 Sukuk Cari Dana Rp10 T

November 1, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .