
Jakarta, CNBC Indonesia – Saham emiten batu bara milik Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk (BYAN), diwarnai transaksi jumbo di pasar negosiasi pada perdagangan sesi I hari ini, Rabu (14/10/2026). Nilainya mencapai Rp1,12 triliun.
Transaksi tutup sendiri (crossing) tersebut terjadi di harga Rp11.200 per saham. Dengan nilai tersebut, sekitar 100 juta saham atau 1 juta lot BYAN berpindah tangan dalam transaksi ini.
Transaksi di saham BYAN ini mendominasi pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI) siang ini. Hingga penutupan sesi I, nilai transaksi pasar nego tercatat Rp1,43 triliun, sehingga crossing BYAN menyumbang sekitar 78% dari total transaksi nego.
Ini bukan kali pertama BYAN dicrossing di harga tersebut. Pada perdagangan kemarin, Selasa (13/10/2026), saham BYAN juga mencatatkan transaksi nego senilai Rp5,6 miliar di harga yang sama, yakni Rp11.200 per saham, dengan volume 5.000 lot atau 500.000 saham.
Transaksi kemarin difasilitasi oleh PT Maybank Sekuritas Indonesia (kode broker ZP), yang tercatat sekaligus di sisi beli dan sisi jual.
Harga crossing hari ini berada 0,44% di bawah harga penutupan kemarin Rp11.250 per saham, dan sekitar 1,75% di bawah harga BYAN di pasar reguler.
Pergerakan Saham BYAN
Di pasar reguler, saham BYAN bergerak menguat. Hingga sesi I, BYAN naik 150 poin atau 1,33% ke level Rp11.400 per saham.
Saham BYAN dibuka di level Rp11.325 per saham, sempat menyentuh level tertinggi Rp11.500 dan terendah Rp11.075 per saham. Harga rata-rata transaksi berada di Rp11.338 per saham.
Kendati menguat, aktivitas perdagangan BYAN di pasar reguler relatif sepi. Volume transaksi hanya 3.270 lot dengan nilai Rp3,7 miliar, jauh di bawah nilai transaksi crossing yang menembus Rp1 triliun.
Dari sisi antrean, tekanan jual masih lebih tebal. Total antrean jual (offer) di 10 level harga teratas mencapai 6.144 lot, lebih besar dari antrean beli (bid) sebanyak 3.935 lot.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 48,31 poin atau 0,82% ke level 5.974,29 pada akhir sesi I. Indeks sempat bergerak di rentang 5.906,74 hingga 6.009,96.
Nilai transaksi IHSG pada sesi I mencapai Rp6,10 triliun, termasuk transaksi nego Rp1,43 triliun. Sebanyak 391 saham menguat, 227 melemah, dan 170 stagnan.
Penguatan juga terjadi di indeks-indeks utama. LQ45 naik 1,24% ke 596,52, IDX80 menguat 1,22% ke 88,56, IDX30 naik 1,19% ke 332,11, dan IDXHIDIV20 menguat 1,07% ke 426,26.
(fsd/fsd)

















