• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Adhi Karya Lepas Aset Jalan Tol Rp 1,76 Triliun, Ini Alasannya

Adhi Karya Lepas Aset Jalan Tol Rp 1,76 Triliun, Ini Alasannya

October 13, 2026
Pesan BEI ke Investor Hadapi Gejolak Pasar: Cerdas, Waspada & Tangguh

Pesan BEI ke Investor Hadapi Gejolak Pasar: Cerdas, Waspada & Tangguh

October 14, 2026
Emiten Haji Isam (PGUN) Buka Suara Soal Dampak Karhutla

Emiten Haji Isam (PGUN) Buka Suara Soal Dampak Karhutla

October 14, 2026
Emiten Sawit (JAWA) Kena Sanksi Karhutla, Sebut Bisnis Masih Aman

Emiten Sawit (JAWA) Kena Sanksi Karhutla, Sebut Bisnis Masih Aman

October 14, 2026
Usai Jual ke Entitas Haji isam, Low Tuck Kwong Borong Lagi Saham Bayan

Usai Jual ke Entitas Haji isam, Low Tuck Kwong Borong Lagi Saham Bayan

October 14, 2026
Usai Jual ke Entitas Haji isam, Low Tuck Kwong Beli Lagi Saham Bayan

Usai Jual ke Entitas Haji isam, Low Tuck Kwong Beli Lagi Saham Bayan

October 14, 2026
Dolar AS Masih Perkasa, Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Rp17.895/US$

Dolar AS Masih Perkasa, Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Rp17.895/US$

October 14, 2026
Saldo Minimal Nasabah Prioritas Mandiri, BRI, BNI per Oktober 2026

Saldo Minimal Nasabah Prioritas Mandiri, BRI, BNI per Oktober 2026

October 14, 2026
Harga Berlian Anjlok ke Level Terendah 20 Tahun, Ini Biang Keroknya

Harga Berlian Anjlok ke Level Terendah 20 Tahun, Ini Biang Keroknya

October 14, 2026
Asing Net Sell Rp1,16 Triliun Kala IHSG Menguat, Cek Deretan Sahamnya

Asing Net Sell Rp1,16 Triliun Kala IHSG Menguat, Cek Deretan Sahamnya

October 14, 2026
Ada Transaksi Jumbo Rp1,12 Triliun di Saham BYAN

Ada Transaksi Jumbo Rp1,12 Triliun di Saham BYAN

October 14, 2026
Legenda Kosmetik Tutup Usia, Ini Gurita Bisnis Martha Tilaar

Legenda Kosmetik Tutup Usia, Ini Gurita Bisnis Martha Tilaar

October 14, 2026
IMPC Tebar Dividen Interim Rp273,43 Miliar, Cek Jadwalnya

IMPC Tebar Dividen Interim Rp273,43 Miliar, Cek Jadwalnya

October 14, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, October 14, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Adhi Karya Lepas Aset Jalan Tol Rp 1,76 Triliun, Ini Alasannya

1 day ago
in Market
Adhi Karya Lepas Aset Jalan Tol Rp 1,76 Triliun, Ini Alasannya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) akan melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ), badan usaha jalan tol pemegang konsesi Ruas Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo, kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI dengan nilai transaksi Rp1,77 triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasikan perseroan pada Rabu (7/10/2026), saham yang akan dilepas sebanyak 1.714.808 saham atau setara 47,18% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh JMJ. Nilai transaksinya tepatnya Rp1.765.816.000.000.

Manajemen ADHI menyebut divestasi ini sejalan dengan arahan strategis PT Danantara Asset Management (DAM) selaku pemegang 63,69% saham perseroan. Melalui serangkaian surat tertanggal 19 September 2025, DAM menetapkan Program Integrasi BUMN Karya sebagai program prioritas, dengan ADHI masuk dalam klaster 1.

DAM juga menggariskan restrukturisasi aset dan liabilitas BUMN Karya untuk menyehatkan keuangan serta mengembalikan fokus pada bisnis konstruksi.

ADHI menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi invest to divest, yakni investasi di badan usaha jalan tol yang awalnya ditujukan untuk mendukung perolehan kontrak konstruksi, lalu dilepas untuk memperoleh nilai tambah.

Dana hasil divestasi rencananya digunakan untuk membayar utang berbunga, memenuhi kebutuhan modal kerja, dan kebutuhan usaha lainnya. Perseroan berharap langkah ini dapat meningkatkan likuiditas dan solvabilitas serta menekan beban keuangan.

Kedua pihak telah meneken Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PJBB) pada 30 September 2026. Namun, pengalihan saham belum efektif karena masih menunggu pemenuhan sejumlah persyaratan pendahuluan. Penyelesaian transaksi ditargetkan paling lambat 30 November 2026.

Persyaratan tersebut antara lain konfirmasi tertulis dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) atas rencana perubahan susunan pemegang saham JMJ, permohonan konfirmasi ketersediaan dana kepada Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum terkait peningkatan kebutuhan dana pembebasan tanah, permohonan persetujuan rencana teknik akhir Paket 2.1B kepada BPJT, serta persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) ADHI.

Setelah transaksi rampung, ADHI tidak lagi memiliki saham di JMJ. Adapun pemegang saham JMJ lainnya saat ini adalah PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) dengan porsi 52,82%.

Transaksi ini tergolong transaksi material sesuai POJK No. 17/POJK.04/2020 karena nilainya melampaui 50% ekuitas ADHI. Manajemen menegaskan divestasi ini bukan transaksi afiliasi maupun transaksi benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam POJK No. 42/POJK.04/2020.

Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toto Suharto & Rekan menaksir nilai pasar 47,18% saham JMJ per 30 Juni 2026 sebesar Rp1,74 triliun atau tepatnya Rp1.735.493.178.533. Penilaian menggunakan pendekatan pendapatan dengan metode discounted cash flow (DCF) berbobot 90% dan pendekatan pasar dengan metode guideline publicly traded company (GPTC) berbobot 10%.

Dengan demikian, harga jual ke SMI berada 1,75% di atas nilai pasar. Selisih tersebut masih di bawah batas deviasi 7,5% yang diatur dalam POJK No. 35/POJK.04/2020, sehingga penilai independen menyimpulkan transaksi ini wajar.

Jika dibandingkan dengan ekuitas JMJ per Juni 2026 yang sebesar Rp3,51 triliun, porsi 47,18% milik ADHI setara dengan nilai buku sekitar Rp1,65 triliun. Artinya, harga transaksi mencerminkan rasio harga terhadap nilai buku sekitar 1,07 kali.

Selain itu, ADHI ingin membatasi kebutuhan setoran modal tambahan ke JMJ di masa mendatang. Kelanjutan pembangunan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo disebut masih memerlukan dukungan pendanaan, termasuk tambahan penyertaan modal dari para pemegang saham.

Perseroan juga menyoroti kinerja JMJ yang diproyeksikan masih merugi pada tahap awal operasional, akibat pendapatan tol yang belum optimal dan beban bunga pembiayaan. Selama masih menjadi pemegang saham, kerugian tersebut ikut tercermin dalam laporan keuangan ADHI melalui pengakuan bagian rugi entitas asosiasi.

Data keuangan JMJ menunjukkan defisit perusahaan membengkak dari Rp311,36 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp420,55 miliar per 30 Juni 2026. Kas dan setara kas juga turun tajam dari Rp291,21 miliar menjadi Rp85 miliar dalam periode yang sama.

Total aset JMJ per Juni 2026 tercatat Rp12,21 triliun, dengan total liabilitas Rp8,70 triliun. Sebagian besar liabilitas berasal dari utang bank jangka panjang sebesar Rp7,54 triliun.

Ruas tol JMJ telah beroperasi komersial untuk segmen Kartasura-Klaten sejak 9 November 2024 dan segmen Klaten-Prambanan sejak 6 Agustus 2025. Masa konsesi JMJ berlaku 40 tahun sejak penerbitan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

Untuk memuluskan rencana ini, ADHI akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat, 13 November 2026, di ADHI Tower, Jakarta Timur. Persetujuan transaksi material mensyaratkan kehadiran dan persetujuan pemegang saham yang mewakili lebih dari 3/4 saham dengan hak suara yang sah.

RUPSLB juga akan membahas perubahan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) II. Per 30 Juni 2026, ADHI masih memiliki sisa dana rights issue sebesar Rp378,69 miliar yang semula dialokasikan untuk setoran modal ke sejumlah entitas, termasuk JMJ.

Dana tersebut diusulkan dialihkan menjadi modal kerja perseroan. Karena nilainya mencapai 14,2% dari total dana hasil penawaran umum, perubahan ini wajib mendapat restu RUPS sesuai POJK No. 40 Tahun 2025.

(rob/rob)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pesan BEI ke Investor Hadapi Gejolak Pasar: Cerdas, Waspada & Tangguh

Pesan BEI ke Investor Hadapi Gejolak Pasar: Cerdas, Waspada & Tangguh

October 14, 2026
Emiten Haji Isam (PGUN) Buka Suara Soal Dampak Karhutla

Emiten Haji Isam (PGUN) Buka Suara Soal Dampak Karhutla

October 14, 2026
Emiten Sawit (JAWA) Kena Sanksi Karhutla, Sebut Bisnis Masih Aman

Emiten Sawit (JAWA) Kena Sanksi Karhutla, Sebut Bisnis Masih Aman

October 14, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .