• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Ditutup Melemah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.890

Rupiah Ditutup Melemah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.890

October 8, 2026
Destry Ungkap ‘Musuh Besar’ Rupiah Bukan dari Dalam Negeri

Destry Ungkap ‘Musuh Besar’ Rupiah Bukan dari Dalam Negeri

October 9, 2026
Dunia Masuki Era ‘Higher for Longer’, BI Siapkan Napas Panjang

Dunia Masuki Era ‘Higher for Longer’, BI Siapkan Napas Panjang

October 9, 2026
Wakil Presiden Komisaris Shubhasish Mundur dari Bundamedik (BMHS)

Wakil Presiden Komisaris Shubhasish Mundur dari Bundamedik (BMHS)

October 9, 2026
Menperin Wanti-Wanti Masalah Gas Industri, Blak-blakan Bilang Begini

Menperin Wanti-Wanti Masalah Gas Industri, Blak-blakan Bilang Begini

October 9, 2026
BRI Wealth Management Hadirkan Tiga Reksa Dana Baru

BRI Wealth Management Hadirkan Tiga Reksa Dana Baru

October 9, 2026
Destry Jamin Sinergi Tak Hilangkan Independensi Bank Indonesia

Destry Jamin Sinergi Tak Hilangkan Independensi Bank Indonesia

October 9, 2026
Jelang Akhir Pekan, IHSG Ditutup Menguat 1,04% ke Level 6.093

Jelang Akhir Pekan, IHSG Ditutup Menguat 1,04% ke Level 6.093

October 9, 2026
Yield SRBI Sempat Bikin Biaya Dana Naik, BI Ganti Strategi!

Yield SRBI Sempat Bikin Biaya Dana Naik, BI Ganti Strategi!

October 9, 2026
Jelang Merger, Adhi Karya Jual Saham Entitas JSMR Senilai Rp 1,7 T

Jelang Merger, Adhi Karya Jual Saham Entitas JSMR Senilai Rp 1,7 T

October 9, 2026
IHSG Terbang 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Terbang 1%, Ini Penyebabnya

October 9, 2026
Video: BI & Pengembangan QRIS

Video: BI & Pengembangan QRIS

October 9, 2026
Pemerintah Lelang 12 Surat Utang-Tarik Pinjaman US,8 M Akhir 2026

Pemerintah Lelang 12 Surat Utang-Tarik Pinjaman US$1,8 M Akhir 2026

October 9, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 9, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Ditutup Melemah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.890

1 day ago
in Market
Rupiah Ditutup Melemah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.890
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah gagal mempertahankan penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (8/10/2026). Sempat terapresiasi pada awal perdagangan, mata uang Garuda justru berbalik arah dan ditutup melemah, sekaligus mengakhiri tren positif selama dua hari terakhir.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup di level Rp17.890/US$, melemah 0,08% dibandingkan penutupan Rabu (7/10/2026) di Rp17.875/US$.

Pada pembukaan perdagangan, rupiah sempat menguat 0,11% ke posisi Rp17.855/US$. Namun, penguatan tersebut terkikis sepanjang perdagangan hingga rupiah berakhir di zona merah.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, terpantau menguat 0,06% ke posisi 102,302 pada pukul 15.00 WIB.

Pergerakan rupiah sepanjang hari turut dibayangi sejumlah sentimen domestik dan global.

Dari domestik, Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) September 2026 sebesar 118,1, turun tipis dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, indeks tersebut masih berada di atas level 100, yang menunjukkan keyakinan konsumen tetap berada di zona optimistis.


“Berdasarkan kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen pada September 2026 tetap optimis pada seluruh kelompok pengeluaran,” ungkap BI dalam laporan Survei Konsumen yang dirilis Kamis (8/10/2026).

Penurunan IKK tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang melemah menjadi 107,5. Sebaliknya, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) meningkat menjadi 128,7.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa meskipun penilaian konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini melemah, ekspektasi terhadap kondisi ekonomi enam bulan mendatang justru membaik.

Dari eksternal, pasar mencermati peringatan International Monetary Fund (IMF) mengenai meningkatnya tekanan inflasi global di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menilai kenaikan biaya energi akibat konflik geopolitik, gangguan pasokan pangan, serta lonjakan investasi kecerdasan buatan (AI) berpotensi membuat tekanan inflasi bertahan tinggi.

“Hal ini mendorong inflasi naik dan pertumbuhan turun,” ujar Georgieva dalam agenda Outlook for the Global Economy and Policy Priorities menjelang pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia 2026.

Georgieva pun menyerukan agar bank sentral di berbagai negara mengambil sikap lebih tegas dalam menghadapi tekanan inflasi.

“Sekarang mungkin waktu yang tepat untuk mengambil sikap yang hati-hati dan agak agresif dalam kebijakan moneter banyak negara,” katanya.

Pernyataan tersebut menambah perhatian pasar terhadap prospek suku bunga global yang berpotensi bertahan tinggi lebih lama. Kondisi ini dapat meningkatkan daya tarik aset berbunga di negara maju dan menjadi tantangan bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Selain itu, pelaku pasar menantikan rilis data klaim pengangguran awal AS atau initial jobless claims yang dijadwalkan pada pukul 19.30 WIB hari ini.

Data tersebut menjadi salah satu indikator untuk mengukur kondisi pasar tenaga kerja AS. Kenaikan klaim pengangguran dapat mengindikasikan pelemahan pasar tenaga kerja, sementara penurunan klaim dapat mencerminkan kondisi ketenagakerjaan yang relatif kuat.

Hasil data tersebut akan menjadi perhatian pasar dalam menilai prospek ekonomi AS dan arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) selanjutnya.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Destry Ungkap ‘Musuh Besar’ Rupiah Bukan dari Dalam Negeri

Destry Ungkap ‘Musuh Besar’ Rupiah Bukan dari Dalam Negeri

October 9, 2026
Dunia Masuki Era ‘Higher for Longer’, BI Siapkan Napas Panjang

Dunia Masuki Era ‘Higher for Longer’, BI Siapkan Napas Panjang

October 9, 2026
Wakil Presiden Komisaris Shubhasish Mundur dari Bundamedik (BMHS)

Wakil Presiden Komisaris Shubhasish Mundur dari Bundamedik (BMHS)

October 9, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .