
Jakarta, CNBC Indonesia – Aksi korporasi antar dua konglomerat, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam masih berlanjut. Kali ini, jumlah saham Bayan yang akan diakuisisi oleh PT Jhonlin Baratama bertambah sekitar 84 juta saham dari jumlah awal.
Mengutip keterbukan informasi Bursa efek Indonesia (BEI), manajemen BYAN menyampaikan, penambahan saham tersebut tertuang dalam Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS) dari sebelumnya sebanyak 10.000.000.500 saham biasa menjadi 10.084.088.370 saham.
Meskipun demikian, manajemen memastikan, transaksi tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional, maupun kelangsungan bisnis perusahaan.
“Kejadian tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha Perseroan,” tulis manajemen, Rabu (7/10/2026).
Sebagai informasi, laporan ini merupakan tindak lanjut dari keterbukaan informasi sebelumnya mengenai penandatanganan PJBS Nomor 466/BR-OJK/IX/2026 tertanggal 17 September 2026.
Berdasarkan surat pemberitahuan yang diterima BYAN, Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low telah menandatangani PJBS tersebut pada 16 September 2026 dengan PT Jhonlin Baratama selaku pembeli. Selanjutnya, Perseroan menerima surat pemberitahuan lanjutan tertanggal 5 Oktober 2026 yang menyampaikan bahwa Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low bersama pembeli telah menandatangani perubahan atas PJBS tersebut pada 1 Oktober 2026.
(rob/rob)


















