• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Ditutup Melemah 0,15%, Nilai Tukar Dolar AS Tembus Rp17.895

Rupiah Ditutup Melemah 0,15%, Nilai Tukar Dolar AS Tembus Rp17.895

October 5, 2026
Utang Pinjol Warga RI Rp107 T, Kredit Macet Naik Jadi 4,73%

Utang Pinjol Warga RI Rp107 T, Kredit Macet Naik Jadi 4,73%

October 5, 2026
Piutang Multifinance Cuma Tumbuh 1,68%, Penjualan Kendaraan Melambat

Piutang Multifinance Cuma Tumbuh 1,68%, Penjualan Kendaraan Melambat

October 5, 2026
OJK Blokir 38.796 Rekening Judol, Bank Diminta Pantau NIK Pelaku

OJK Blokir 38.796 Rekening Judol, Bank Diminta Pantau NIK Pelaku

October 5, 2026
IHSG Ditutup Naik 1,3% Ini Penyebabnya

IHSG Ditutup Naik 1,3% Ini Penyebabnya

October 5, 2026
IHSG Ditutup Naik 1.1% Ini Penyebabnya

IHSG Ditutup Naik 1.1% Ini Penyebabnya

October 5, 2026
IHSG Ditutup Naik 1.1% Ini Penyebabnya

IHSG Ditutup Naik 1.1% Ini Penyebabnya

October 5, 2026
Kredit Bank RI Melesat 13,56% Tembus Rp9.178 T, Himbara Tertinggi

Kredit Bank RI Melesat 13,56% Tembus Rp9.178 T, Himbara Tertinggi

October 5, 2026
Ada 29 Emiten Ngantri Penawaran Umum, Target Dana Rp26,47 T

Ada 29 Emiten Ngantri Penawaran Umum, Target Dana Rp26,47 T

October 5, 2026
OJK Ambil Alih Pengawasan Bursa Mineral dari Bappebti, Ini Aturannya

OJK Ambil Alih Pengawasan Bursa Mineral dari Bappebti, Ini Aturannya

October 5, 2026
Breaking! IHSG Tiba-Tiba Melesat 1,1% Jelang Tutup Pasar

Breaking! IHSG Tiba-Tiba Melesat 1,1% Jelang Tutup Pasar

October 5, 2026
Penghapusan Batas Minimum Harga Saham, OJK: Sesuai Ekspektasi Pasar

Penghapusan Batas Minimum Harga Saham, OJK: Sesuai Ekspektasi Pasar

October 5, 2026
BEI Temukan 94,96% Saham Dikuasai Oknum Tertentu Pada Emiten INDO

BEI Temukan 94,96% Saham Dikuasai Oknum Tertentu Pada Emiten INDO

October 5, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, October 5, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Rupiah Ditutup Melemah 0,15%, Nilai Tukar Dolar AS Tembus Rp17.895

2 hours ago
in ENTREPRENEUR
Rupiah Ditutup Melemah 0,15%, Nilai Tukar Dolar AS Tembus Rp17.895
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Tekanan terhadap rupiah belum benar-benar mereda pada perdagangan Senin (5/10/2026). Mata uang Garuda sempat berbalik menguat di tengah sesi, tetapi gagal mempertahankan penguatannya hingga penutupan dan kembali berakhir di zona merah.

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup di level Rp17.895/US$, melemah 0,15% dibandingkan penutupan Jumat (2/10/2026) di Rp17.868/US$. Penutupan tersebut membalikkan penguatan rupiah pada perdagangan sebelumnya. Secara nominal, rupiah melemah 27 poin dari posisi penutupan Jumat.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak cukup fluktuatif. Mata uang Garuda sempat tertekan hingga Rp17.935/US$, sebelum berbalik menguat ke level terbaiknya di Rp17.850/US$. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan hingga akhir sesi.


Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,25% ke posisi 102,187.

Dolar AS masih menunjukkan penguatan pada awal pekan dan bertahan di sekitar level tertingginya dalam 17 bulan terakhir. Kekuatan greenback masih mendapat dukungan dari imbal hasil US Treasury yang tetap tinggi, sementara meningkatnya volatilitas di pasar obligasi global turut menjaga permintaan terhadap aset berdenominasi dolar.

Kondisi tersebut membuat tekanan eksternal terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, belum sepenuhnya mereda.
Di dalam negeri, pelemahan rupiah dalam beberapa waktu terakhir mulai menjadi perhatian bukan hanya dari sisi pasar keuangan, tetapi juga dampaknya terhadap tekanan harga.

Tim Ekonom BCA dalam laporan bulanannya mencatat inflasi harga grosir meningkat menjadi 6,76% secara tahunan pada September, dari 6,18% pada Agustus. Kenaikan tersebut menunjukkan tekanan harga input di tingkat produsen masih berlanjut dan berpotensi diteruskan ke harga konsumen dalam beberapa bulan mendatang.

BCA menilai dampak tekanan kurs terhadap barang impor sejauh ini relatif terbatas karena sebagian besar impor Indonesia merupakan barang input industri. Namun, depresiasi rupiah yang berlangsung bersamaan dengan kenaikan harga sejumlah komoditas global dapat meningkatkan beban biaya bagi importir.

Tekanan tersebut menjadi salah satu risiko yang perlu dicermati karena kenaikan biaya bahan baku dan barang impor pada akhirnya dapat diteruskan oleh produsen ke harga konsumen. Pelaku pasar selanjutnya juga akan menantikan rilis cadangan devisa September serta indeks keyakinan konsumen September.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Utang Pinjol Warga RI Rp107 T, Kredit Macet Naik Jadi 4,73%

Utang Pinjol Warga RI Rp107 T, Kredit Macet Naik Jadi 4,73%

October 5, 2026
Piutang Multifinance Cuma Tumbuh 1,68%, Penjualan Kendaraan Melambat

Piutang Multifinance Cuma Tumbuh 1,68%, Penjualan Kendaraan Melambat

October 5, 2026
OJK Blokir 38.796 Rekening Judol, Bank Diminta Pantau NIK Pelaku

OJK Blokir 38.796 Rekening Judol, Bank Diminta Pantau NIK Pelaku

October 5, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .