• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.885

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.885

October 1, 2026
4 Saham Ini Gerak Gak Wajar, BEI Berikan ‘Warning’

4 Saham Ini Gerak Gak Wajar, BEI Berikan ‘Warning’

October 1, 2026
BEI Temukan HSC Pada MSJA, 98,62% Saham Dikuasi Segelintir Pihak

BEI Temukan HSC Pada MSJA, 98,62% Saham Dikuasi Segelintir Pihak

October 1, 2026
United Tractor Mau Buyback Saham Senilai Rp 2 Triliun

United Tractor Mau Buyback Saham Senilai Rp 2 Triliun

October 1, 2026
Soal Proyek Data Center, Rosan Akan Komunikasi dengan Pemprov Jabar

Soal Proyek Data Center, Rosan Akan Komunikasi dengan Pemprov Jabar

October 1, 2026
Simak 5 Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini

Simak 5 Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini

October 1, 2026
Short Selling Dibuka, IHSG Naik 0,16%

Short Selling Dibuka, IHSG Naik 0,16%

October 1, 2026
Investor Masih Wait & See Arah Pasar AS, Bursa Asia Dibuka Variatif

Investor Masih Wait & See Arah Pasar AS, Bursa Asia Dibuka Variatif

October 1, 2026
IHSG Ambruk, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

IHSG Ambruk, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

October 1, 2026
IHSG Merah, 10 Saham Ini Dilepas Asing

IHSG Merah, 10 Saham Ini Dilepas Asing

October 1, 2026
Pantas Saja Rupiah Susah Menguat, Ini Ternyata Biang Keroknya!

Pantas Saja Rupiah Susah Menguat, Ini Ternyata Biang Keroknya!

September 30, 2026
Siap-Siap! BEI Buka Lagi Short Selling Mulai Hari Ini

Siap-Siap! BEI Buka Lagi Short Selling Mulai Hari Ini

September 30, 2026
Danantara Pastikan Pembangunan LRT City Dimulai Hari Ini

Danantara Pastikan Pembangunan LRT City Dimulai Hari Ini

September 30, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 1, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.885

2 hours ago
in ENTREPRENEUR
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.885
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Laju penguatan rupiah tertahan pada perdagangan pertama Oktober. Mata uang Garuda dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (1/10/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah terdepresiasi 0,08% ke posisi Rp17.885/US$. Pergerakan tersebut membalikkan penguatan 0,50% pada penutupan perdagangan sebelumnya, Rabu (30/9/2026), ketika rupiah ditutup di Rp17.870/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat tipis 0,03% ke posisi 101,482.


Pergerakan rupiah hari ini akan dipengaruhi sentimen dari dalam maupun luar negeri. Dari domestik, perhatian pelaku pasar tertuju pada rilis data inflasi Indonesia periode September 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan mengumumkan inflasi tahunan, inflasi inti, dan inflasi bulanan pada pukul 11.00 WIB hari ini.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 12 institusi dan lembaga memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi sebesar 0,30% secara bulanan pada September 2026.

Secara tahunan, inflasi diperkirakan meningkat menjadi 3,30%. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi Agustus yang tercatat sebesar 0,21% secara bulanan dan 3,19% secara tahunan.

Kenaikan harga sejumlah bahan pangan, terutama cabai, diperkirakan menjadi salah satu sumber tekanan terbesar. Hasil rilis akan dicermati untuk mengukur tekanan harga di dalam negeri sekaligus membaca ruang kebijakan moneter Bank Indonesia (BI).

Inflasi yang masih terkendali dapat menjaga ruang bagi BI untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, kenaikan tekanan harga yang lebih tinggi dari perkiraan dapat membuat bank sentral lebih berhati-hati dalam menentukan arah suku bunga.

Dari eksternal, dolar AS masih bertahan di sekitar level tertinggi dalam dua bulan. Greenback ditopang oleh tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS di tengah kekhawatiran mengenai tekanan inflasi global akibat perang di Timur Tengah.

Indeks dolar AS menguat sekitar 2% sepanjang September. Pergerakan tersebut menunjukkan permintaan terhadap aset berdenominasi dolar masih relatif tinggi dan berpotensi membatasi ruang penguatan rupiah.

Data inflasi pengeluaran konsumsi pribadi atau PCE AS periode Agustus yang lebih rendah dari perkiraan memang mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada Oktober.

Namun, imbal hasil US Treasury tenor 10 dan 30 tahun tetap menyentuh level tertinggi baru. Kenaikan tersebut terjadi di tengah kekhawatiran terhadap kondisi fiskal pemerintah AS, tingginya penerbitan obligasi, dan tekanan inflasi global.

Kondisi ini membuat dolar AS masih mendapat dukungan meski pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed secara beruntun.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
4 Saham Ini Gerak Gak Wajar, BEI Berikan ‘Warning’

4 Saham Ini Gerak Gak Wajar, BEI Berikan ‘Warning’

October 1, 2026
BEI Temukan HSC Pada MSJA, 98,62% Saham Dikuasi Segelintir Pihak

BEI Temukan HSC Pada MSJA, 98,62% Saham Dikuasi Segelintir Pihak

October 1, 2026
United Tractor Mau Buyback Saham Senilai Rp 2 Triliun

United Tractor Mau Buyback Saham Senilai Rp 2 Triliun

October 1, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .