
Jakarta, CNBC Indonesia- Di tengah meningkatnya capital outflow imbas kenaikan suku bunga The Fed dan lonjakan yield US Treasury, pasar keuangan RI disebut SEVP Head of Treasury Sales & Distribution Bank CIMB Niaga, Hernaman Tandianto masih cukup menarik dibandingkan negara peers.
Sementara terkait nilai tukar Rupiah, Hernaman Tandianto menyebutkan tekanan nilai tukar di September ini masih sangat besar imbas kenaikan suku bunga The Fed dan Harga minyak yang melonjak yang mengerek inflasi.
Namun sejumlah Langkah stabilisasi Bank Indonesia melalui diskon swap hedging hingga inisiatif baru yang memberikan keleluasaan bagi investor asing untuk melakukan hedging didalam negeri. Selain itu sinergi Kemenkeu – BI juga menumbuhkan keyakinan bagi pelaku pasar terhadap kebijakan moneter dan fiskal RI.
Seperti apa pasar melihat arah pergerakan nilai tukar Rupiah dan pasar keuangan RI? Selengkapnya simak ulasan Andi Shalini dengan SEVP Head of Treasury Sales & Distribution Bank CIMB Niaga, Hernaman Tandianto dalam Power Lunch, CNBC (Jum’at, 25/09/2026)


















