• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rutin Dapat Dividen Jumbo, Kok Low Tuck Kwong Lepas BYAN ke Haji Isam?

Rutin Dapat Dividen Jumbo, Kok Low Tuck Kwong Lepas BYAN ke Haji Isam?

September 21, 2026
Dorong Pertumbuhan Nasabah Baru, Asuransi Gaet Segmen Mahasiswa

Dorong Pertumbuhan Nasabah Baru, Asuransi Gaet Segmen Mahasiswa

September 22, 2026
Viral! Rupiah dengan Tanda Tangan Purbaya, Ini Penjelasan Lengkap BI

Viral! Rupiah dengan Tanda Tangan Purbaya, Ini Penjelasan Lengkap BI

September 22, 2026
Jasa Marga (JSMR) Kucurkan Pinjaman Rp6,5 T ke Anak Usaha

Jasa Marga (JSMR) Kucurkan Pinjaman Rp6,5 T ke Anak Usaha

September 22, 2026
IHSG Merah Sendirian di Antara Bursa Lain, Ini Kata Analis

IHSG Merah Sendirian di Antara Bursa Lain, Ini Kata Analis

September 22, 2026
Pemerintah RI Terbitkan Rp615,9 T Surat Utang Ritel dalam 10 Tahun

Pemerintah RI Terbitkan Rp615,9 T Surat Utang Ritel dalam 10 Tahun

September 22, 2026
Pemerintah RI Terbitkan Rp615,9 T Surat Utang dalam 10 Tahun Terakhir

Pemerintah RI Terbitkan Rp615,9 T Surat Utang dalam 10 Tahun Terakhir

September 22, 2026
Tajir Melintir, Ini Deretan Konglomerat Pemilik Mal

Tajir Melintir, Ini Deretan Konglomerat Pemilik Mal

September 22, 2026
Permintaan Global Cetak Rekor, Batu Bara Makin Naik Daun

Permintaan Global Cetak Rekor, Batu Bara Makin Naik Daun

September 22, 2026
IHSG Sesi I Anjlok 1,11%, Bayan Resources (BYAN) Jadi Beban Utama

IHSG Sesi I Anjlok 1,11%, Bayan Resources (BYAN) Jadi Beban Utama

September 22, 2026
Video: Tegang Houthi Vs Saudi – Menanti RDG BI, IHSG dan Rupiah Melemah

Video: Tegang Houthi Vs Saudi – Menanti RDG BI, IHSG dan Rupiah Melemah

September 22, 2026
5 Konglomerat Termuda di Dunia, Paling Kaya Usia 21 Tahun

5 Konglomerat Termuda di Dunia, Paling Kaya Usia 21 Tahun

September 22, 2026
Emiten Grup Lippo Ini Mau Caplok 14 Rumah Sakit, Nilainya Rp6,9 T

Emiten Grup Lippo Ini Mau Caplok 14 Rumah Sakit, Nilainya Rp6,9 T

September 22, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, September 22, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Rutin Dapat Dividen Jumbo, Kok Low Tuck Kwong Lepas BYAN ke Haji Isam?

1 day ago
in Market
Rutin Dapat Dividen Jumbo, Kok Low Tuck Kwong Lepas BYAN ke Haji Isam?
Share on FacebookShare on Twitter



Daftar Isi



Jakarta, CNBC Indonesia – Rencana pengalihan 10 miliar saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) kepada Haji Isam menyorot kembali sosok pendiri sekaligus pengendali perseroan, Low Tuck Kwong. Akuisisi yang dikabarkan dilakukan di bawah harga pasar menjadi salah satu pertanyaan besar, mengingat Low ternyata sudah menikmati aliran dividen jumbo dari BYAN yang tak pernah putus sejak 2018.

Berdasarkan hitungan CNBC Indonesia, dalam sembilan tahun terakhir Low Tuck Kwong menerima total sekitar Rp47,76 triliun dividen dalam 12 kali pembayaran, sejak ex-dividen 8 Juni 2018 hingga 22 Juni 2026. Anaknya, Elaine Low, yang tercatat memperoleh hibah saham dari Low Tuck Kwong pada 28 Agustus 2024 kebagian sekitar Rp4,45 triliun dari tiga pembayaran terakhir.

Secara keseluruhan, keduanya mengantongi sekitar Rp52,21 triliun sejak tahun 2018.




Dividen Bayan 2018-2026. (Diolah Refinitiv dan Investing)Dividen Bayan 2018-2026. (Diolah Refinitiv dan Investing) Foto: Dividen Bayan 2018-2026. (Diolah Refinitiv dan Investing)

Dividen terbesar yang diterima Low jatuh pada 2022, yakni Rp18,42 triliun dari dua kali pembayaran: dividen tahunan Mei sebesar Rp8,90 triliun dan dividen interim Desember sebesar Rp9,52 triliun. Sepanjang 2022-2023, Low mengantongi Rp30,35 triliun, atau sekitar 64% dari total dividen yang ia terima sejak 2018.

Sebaliknya, dividen terkecil tercatat pada 2020, yakni Rp0,53 triliun dengan DPS Rp29,51.




Dividen Bayan 2018-2026. (Diolah Refinitiv dan Investing)Dividen Bayan 2018-2026. (Diolah Refinitiv dan Investing) Foto: Dividen Bayan 2018-2026. (Diolah Refinitiv dan Investing)

Dari sisi DPS, dividen per saham BYAN pada 2026 naik sekitar 4,2 kali lipat dibandingkan 2018 (Rp63,41 menjadi Rp267,29).

Angka itu masih jauh di bawah puncaknya pada Desember 2022 yang mencapai Rp468,24. Karena itu, dividen yang diterima Low pada 2026 turun sekitar 80% dari puncak 2022.




Dividen Bayan 2018-2026. (Diolah Refinitiv dan Investing)Dividen Bayan 2018-2026. (Diolah Refinitiv dan Investing) Foto: Dividen Bayan 2018-2026. (Diolah Refinitiv dan Investing)

Porsi Saham Bergeser, Elaine Low Masuk

Penurunan dividen Low sejak 2024 juga dipengaruhi perubahan struktur kepemilikan. Konglomerat Dato’ Low Tuck Kwong diketahui telah mengalihkan atau menghibahkan sebagian saham-sahamnya di perusahaannya PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) kepada anaknya yang bernama Elaine Low.

Pengalihan saham Low Tuck Kwong pada anaknya melalui transaksi negosiasi pada Rabu (28/8/2024) sebesar Rp 101,8 triliun, dengan harga per saham ditetapkan Rp13.888, atau di bawah harga pasar. Total volume transaksi mencapai 7,33 miliar lembar saham. Namun, jika mengacu pada harga pasar kala itu, hibah saham ini nilainya mencapai Rp 122 triliun.

Pada posisi 30 September 2024, saham Low turun dari 20,71 miliar menjadi 13,39 miliar lembar, sementara Elaine Low tercatat memegang 7,33 miliar lembar. Kepemilikan gabungan keduanya relatif tidak berubah, yakni sekitar 62%.




Posisi Saham Low Tuck Kwong - Elaine Low. (Dok. Refinitiv)Posisi Saham Low Tuck Kwong – Elaine Low. (Dok. Refinitiv) Foto: Posisi Saham Low Tuck Kwong – Elaine Low. (Dok. Refinitiv)

Transaksi ratusan triliun di saham BYAN ini juga menjadikan salah satu transaksi terbesar yang pernah terjadi di pasar negosiasi dalam sehari.

“Transaksi ini dilatarbelakangi hubungan keluarga antara orang tua dengan anak, dimana pemegang saham utama dan pengendali Perseroan yaitu Dato’ Low Tuck Kwong sebagai Ayah berkeinginan untuk mengalihkan (menghibahkan) sebagian saham-sahamnya kepada anaknya yang bernama Elaine Low,” tulis manajemen kala itu.

Haji Isam Masuk

Meski rutin memperoleh aliran dividen jumbo, Low Tuck Kwong baru-baru ini menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama, bagian dari Jhonlin Group milik Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, pada 16 September 2026. Perjanjian mencakup 10.000.000.500 saham biasa BYAN, setara sekitar 30% dari total saham beredar. Transaksi belum rampung karena masih bergantung pada pemenuhan sejumlah persyaratan pendahuluan (conditions precedent).

Direktur BYAN, Jenny Quantero, memastikan penandatanganan perjanjian tidak menimbulkan dampak negatif material terhadap operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. Harga transaksi belum diumumkan.

Sebelumnya, beredar rumor Haji Isam menawarkan US$3 miliar untuk sekitar 62% saham BYAN. Dengan asumsi kurs Rp17.700 per dolar AS, nilai tersebut setara Rp53,1 triliun.

Sejarah Panjang Bayan

Akar Bayan sebenarnya bermula dari sosok lain, Haji Asri. Ia mendirikan PT Gunung Bayan Pratamacoal (GBP) pada dekade 1990-an dalam skema Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Saat itu, Low Tuck Kwong adalah kontraktor melalui PT Jaya Sumpiles Indonesia (JSI), yang bergerak di pembersihan lahan, penambangan sederhana, dan pengangkutan hasil tambang. Menurut buku Para Raja Batu Bara (2019), Low bukan orang asing bagi Asri karena dialah yang menyurvei lahan milik Gunung Bayan.

Sengketa muncul karena perbedaan tafsir atas kerja sama 1997. Haji Asri menilainya sebagai afiliasi dan mengklaim pembayaran belum lunas, sedangkan Low menganggapnya sebagai pengalihan saham. Mahkamah Agung menilai akta jual beli di hadapan notaris sah dan tidak menemukan bukti pemalsuan surat. Sejak itu Low mempertahankan kendali atas Gunung Bayan, yang kelak melahirkan Bayan Resources dan mengantarkannya disebut sebagai orang terkaya di Indonesia.

Kini, kendali Bayan memasuki babak baru. Pasar menanti harga transaksi yang sebenarnya, jumlah saham yang akan dialihkan oleh masing-masing pihak, serta pemenuhan persyaratan pendahuluan. Investor juga akan mencermati apakah transaksi ini mengubah struktur kepemilikan dan pengendalian BYAN setelah seluruh syarat terpenuhi.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Dorong Pertumbuhan Nasabah Baru, Asuransi Gaet Segmen Mahasiswa

Dorong Pertumbuhan Nasabah Baru, Asuransi Gaet Segmen Mahasiswa

September 22, 2026
Viral! Rupiah dengan Tanda Tangan Purbaya, Ini Penjelasan Lengkap BI

Viral! Rupiah dengan Tanda Tangan Purbaya, Ini Penjelasan Lengkap BI

September 22, 2026
Jasa Marga (JSMR) Kucurkan Pinjaman Rp6,5 T ke Anak Usaha

Jasa Marga (JSMR) Kucurkan Pinjaman Rp6,5 T ke Anak Usaha

September 22, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .