• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Bank Raksasa Beri Warning, 3 Kondisi Jelang Krisis 1997 Kini Muncul!

Bank Raksasa Beri Warning, 3 Kondisi Jelang Krisis 1997 Kini Muncul!

September 20, 2026
Presiden Macron Ambil Langkah Bersejarah, Gertak Trump-Gandeng Kanada

Presiden Macron Ambil Langkah Bersejarah, Gertak Trump-Gandeng Kanada

September 20, 2026
Anak Gaza Kembali ke Sekolah, 541.000 Siswa Belajar di Tenda dan Puing

Anak Gaza Kembali ke Sekolah, 541.000 Siswa Belajar di Tenda dan Puing

September 20, 2026
Berawal Dari Warung Ibu, Sosok Ini Bangun Kerajaan Ritel 23.000 Toko

Berawal Dari Warung Ibu, Sosok Ini Bangun Kerajaan Ritel 23.000 Toko

September 20, 2026
Harga Bensin di Eropa Tembus Rekor Tertinggi, Inflasi Meledak!

Harga Bensin di Eropa Tembus Rekor Tertinggi, Inflasi Meledak!

September 20, 2026
Antisipasi Krisis, Bank Sentral Ini Pindahkan 86 Ton Emas dari AS

Antisipasi Krisis, Bank Sentral Ini Pindahkan 86 Ton Emas dari AS

September 20, 2026
US Treasury Tembus Rekor Tertinggi, Ini Efeknya ke Rupiah

US Treasury Tembus Rekor Tertinggi, Ini Efeknya ke Rupiah

September 20, 2026
Mau Kerek Kapasitas Produksi, Pengusaha Keramik Terkendala Gas

Mau Kerek Kapasitas Produksi, Pengusaha Keramik Terkendala Gas

September 20, 2026
Bayar RS Bisa Pakai BPJS Kesehatan & Asuransi Swasta, Ini Caranya

Bayar RS Bisa Pakai BPJS Kesehatan & Asuransi Swasta, Ini Caranya

September 20, 2026
Video: RI Bisa Jadi Acuan Harga Nikel

Video: RI Bisa Jadi Acuan Harga Nikel

September 20, 2026
Ini Alasan Orang Kaya RI Mulai Rajin Nabung Dolar AS

Ini Alasan Orang Kaya RI Mulai Rajin Nabung Dolar AS

September 20, 2026
US Treasury Tembus Rekor Tertinggi, Ini Efeknya ke Rup- 20 SEPT

US Treasury Tembus Rekor Tertinggi, Ini Efeknya ke Rup- 20 SEPT

September 20, 2026
Jurus Emiten Kapal Offshore Ekspansi Bisnis-Incar Kontrak Migas

Jurus Emiten Kapal Offshore Ekspansi Bisnis-Incar Kontrak Migas

September 20, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, September 20, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Bank Raksasa Beri Warning, 3 Kondisi Jelang Krisis 1997 Kini Muncul!

8 hours ago
in Market
Bank Raksasa Beri Warning, 3 Kondisi Jelang Krisis 1997 Kini Muncul!
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Krisis keuangan Asia 1997 kembali menjadi perhatian, setelah ekonom HSBC melihat sejumlah kemiripan dengan kondisi pasar saat ini.

Meski demikian, kalangan ekonom bank itu menilai perbedaan fundamental ekonomi Asia sekarang lebih kuat dibandingkan era tersebut, sebagaimana dilansir CNBC International.

Berikut warning yang dikeluarkan oleh bank raksasa tersebut:

1. Yield Obligasi AS Melonjak

Kepala Ekonom HSBC Frederick Neumann menyoroti kenaikan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) sebagai kemiripan utama dengan periode menjelang krisis 1997.

“Memang, proses itu memakan waktu enam tahun,” ujar Neumann dalam catatan tertanggal 31 Agustus.

Menjelang krisis 1997, yield Treasury AS tenor 10 tahun meningkat dari sekitar 5% pada Oktober 1993 menjadi 8% pada November 1994, sebelum berada di kisaran 7% pada April 1997. Saat ini, yield tenor yang sama telah naik dari titik terendah sekitar 0,5% pada Agustus 2020 menjadi sekitar 4,79%, dengan kenaikan sekitar 80 basis poin sepanjang tahun dari level 3,9% pada Februari.

Departemen Keuangan AS juga berencana memperbesar operasi pembelian kembali atau buyback obligasi tenor 10 hingga 30 tahun. Batas maksimal operasi tersebut akan setidaknya digandakan dari US$2 miliar atau sekitar Rp35,49 triliun menjadi US$4 miliar atau sekitar Rp70,98 triliun.

2. Yen Jepang Kembali Tertekan

Kemiripan kedua terlihat dari pergerakan yen Jepang. Pada April 1995, yen berada di level 80 per dolar AS dan melemah menjadi 130 pada April 1997, atau terdepresiasi sekitar 55%.

Dalam periode sekarang, yen juga tercatat melemah 57% dari sekitar 103 per dolar AS pada Januari 2021 hingga mencapai 163 pada Juli, sebelum intervensi gabungan Washington dan Tokyo menguatkan mata uang tersebut ke sekitar 160. Kondisi ini membuat pasar kembali memperhitungkan kemungkinan intervensi lanjutan.

3. Euforia Teknologi Bergeser ke AI

Kemiripan ketiga berasal dari optimisme terhadap teknologi. Jika internet menjadi sumber euforia pasar menjelang krisis 1997, Neumann melihat lonjakan industri kecerdasan buatan atau AI saat ini memiliki pola yang serupa.

Namun, Neumann menegaskan kondisi Asia saat ini berbeda secara fundamental. Pada 1990-an, sebagian besar negara Asia merupakan importir modal dan rentan terhadap kenaikan biaya pendanaan dolar AS serta volatilitas yen.

“Ekonomi Asia saat ini merupakan eksportir modal,” kata Neumann. Karena itu, kenaikan biaya pendanaan AS dan pelemahan yen tidak menjadi sumber tekanan utama seperti pada era 1990-an.

Meski demikian, Asia tetap memiliki kerentanan, terutama ketergantungan terhadap permintaan perangkat keras AI di AS.

“Alih-alih kerentanan finansial seperti pada tahun 1990-an, Asia kini menghadapi kerentanan permintaan,” ujar Neumann, seraya memperingatkan bahwa perlambatan lonjakan AI dapat menekan ekspor elektronik Korea Selatan, Jepang, Taiwan, dan Singapura serta memperlambat pertumbuhan ekonomi kawasan.

(arj/arj)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Presiden Macron Ambil Langkah Bersejarah, Gertak Trump-Gandeng Kanada

Presiden Macron Ambil Langkah Bersejarah, Gertak Trump-Gandeng Kanada

September 20, 2026
Anak Gaza Kembali ke Sekolah, 541.000 Siswa Belajar di Tenda dan Puing

Anak Gaza Kembali ke Sekolah, 541.000 Siswa Belajar di Tenda dan Puing

September 20, 2026
Berawal Dari Warung Ibu, Sosok Ini Bangun Kerajaan Ritel 23.000 Toko

Berawal Dari Warung Ibu, Sosok Ini Bangun Kerajaan Ritel 23.000 Toko

September 20, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .