• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Berbalik Ditutup Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.625

Rupiah Berbalik Ditutup Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.625

September 8, 2026
Emiten Salim & Bakrie Kena Denda Miliaran, OJK Ungkap Penyebabnya

Emiten Salim & Bakrie Kena Denda Miliaran, OJK Ungkap Penyebabnya

September 16, 2026
Calon Emiten IPO Pasar Modal Lesu, Ini Penjelasan OJK

Calon Emiten IPO Pasar Modal Lesu, Ini Penjelasan OJK

September 16, 2026
Video: Pasar Pantau Risiko Minyak USD 100 – Bunga The Fed Diramal Naik

Video: Pasar Pantau Risiko Minyak USD 100 – Bunga The Fed Diramal Naik

September 16, 2026
Ini Dua Kriteria Utama DBS Nilai Proyek Otomotif Layak Dibiayai

Ini Dua Kriteria Utama DBS Nilai Proyek Otomotif Layak Dibiayai

September 16, 2026
IHSG Parkir di Zona Merah, Terkoreksi 0,38% ke level 6.436,85

IHSG Parkir di Zona Merah, Terkoreksi 0,38% ke level 6.436,85

September 16, 2026
Jelang Righ Issue, Pengendali MGLV Jual Saham di Harga Diskon

Jelang Righ Issue, Pengendali MGLV Jual Saham di Harga Diskon

September 16, 2026
Fitch Pangkas Rating Pos Indonesia, Risiko Gagal Bayar Jadi Sorotan

Fitch Pangkas Rating Pos Indonesia, Risiko Gagal Bayar Jadi Sorotan

September 16, 2026
Potret Bos Summarecon Adrianto Pitoyo Jadi Tersangka Suap HGB Bogor

Potret Bos Summarecon Adrianto Pitoyo Jadi Tersangka Suap HGB Bogor

September 16, 2026
INKA Respons Arahan BP BUMN, Percepat Pembenahan Menyeluruh

INKA Respons Arahan BP BUMN, Percepat Pembenahan Menyeluruh

September 16, 2026
Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.675

Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.675

September 16, 2026
DBS Andalkan Jaringan 19 Negara Genjot Bisnis Otomotif Indonesia

DBS Andalkan Jaringan 19 Negara Genjot Bisnis Otomotif Indonesia

September 16, 2026
BP BUMN Dorong Bio Farma Kembali ke Mandat Awal: Bikin Vaksin Sendiri

BP BUMN Dorong Bio Farma Kembali ke Mandat Awal: Bikin Vaksin Sendiri

September 16, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, September 16, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Rupiah Berbalik Ditutup Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.625

1 week ago
in ENTREPRENEUR
Rupiah Berbalik Ditutup Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.625
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah berbalik menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah terapresiasi 0,03% dan mengakhiri perdagangan hari ini, Selasa (8/9/2026) di posisi Rp17.625/US$.

Pergerakan tersebut berbanding terbalik dengan pembukaan perdagangan pagi tadi, ketika rupiah melemah 0,03% ke level Rp17.635/US$. Mata uang Garuda berhasil menguat 10 poin dari posisi pembukaan.

Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak dalam rentang Rp17.590-Rp17.635/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah 0,26% ke posisi 98,915.


Berbaliknya rupiah ke zona hijau terjadi ketika dolar AS melemah di pasar global. Penurunan DXY memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat.

Kondisi ini sejalan dengan proyeksi dalam laporan Macro & Fixed Income Daily Morning Notes Mega Capital Sekuritas (MCS), yang memperkirakan mata uang Garuda bergerak di kisaran Rp17.600-Rp17.700/US$.

“Rupiah juga berpotensi mengalami hal serupa pada rentang IDR 17,600-17,700 per USD akibat kombinasi pelemahan indeks dolar dan sisa-sisa apresiasi JPY akibat sisa-sisa sentimen BOJ Rate hike dalam waktu dekat,” tulis laporan MCS yang dikutip Selasa (8/9/2026).

Penguatan yen didorong oleh meningkatnya ekspektasi bahwa Bank of Japan (BOJ) akan kembali menaikkan suku bunga. Kenaikan yen turut menekan DXY karena mata uang Jepang menjadi salah satu komponen utama indeks dolar AS.

Di pasar obligasi domestik, pergerakan juga cenderung stabil. Imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun turun tipis 0,5 basis poin menjadi 7,11%.

Meski demikian, pelaku pasar masih menantikan data inflasi AS yang akan dirilis pada pekan ini. Data tersebut menjadi rangkaian indikator ekonomi penting terakhir sebelum bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) menggelar rapat FOMC pada 15-16 September mendatang.

Setelah laporan tenaga kerja AS pada Jumat lalu lebih kuat dibandingkan perkiraan, pelaku pasar kini memperhitungkan peluang sekitar 60% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada bulan ini.

Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat peluang kenaikan suku bunga The Fed dan kembali mengangkat dolar AS. Kondisi tersebut berpotensi menambah tekanan terhadap rupiah.

Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dapat mengurangi ekspektasi pengetatan moneter AS, menekan dolar, dan membuka ruang penguatan lebih lanjut bagi mata uang Garuda.

Pasar juga masih mencermati ketegangan geopolitik di kawasan Teluk setelah Iran mengancam akan membalas setiap serangan baru AS terhadap asetnya. Iran turut memperingatkan bahwa infrastruktur energi di kawasan Teluk, termasuk kepentingan minyak dan gas AS, berada dalam posisi rentan.

Ketegangan tersebut membuat harga minyak bertahan di sekitar level tertinggi dalam enam pekan, dengan harga minyak Brent berada di atas US$97 per barel. Kenaikan harga minyak berpotensi memperbesar tekanan inflasi global dan mempengaruhi arah kebijakan The Fed kedepannya. 

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Emiten Salim & Bakrie Kena Denda Miliaran, OJK Ungkap Penyebabnya

Emiten Salim & Bakrie Kena Denda Miliaran, OJK Ungkap Penyebabnya

September 16, 2026
Calon Emiten IPO Pasar Modal Lesu, Ini Penjelasan OJK

Calon Emiten IPO Pasar Modal Lesu, Ini Penjelasan OJK

September 16, 2026
Video: Pasar Pantau Risiko Minyak USD 100 – Bunga The Fed Diramal Naik

Video: Pasar Pantau Risiko Minyak USD 100 – Bunga The Fed Diramal Naik

September 16, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .