• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Anak Pejabat RI Rela Hidup Melarat, Tak Mau Jual Nama Besar Orang Tua

Anak Pejabat RI Rela Hidup Melarat, Tak Mau Jual Nama Besar Orang Tua

August 15, 2026
Geger Harta Karun Emas 30.000 Ton di Banten Dirampok Asing

Geger Harta Karun Emas 30.000 Ton di Banten Dirampok Asing

August 15, 2026
Video: Perdagangan Perak – Saham AS di Bursa Berjangka Kian Marak

Video: Perdagangan Perak – Saham AS di Bursa Berjangka Kian Marak

August 15, 2026
Rekam Jejak Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Usulan Prabowo

Rekam Jejak Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Usulan Prabowo

August 15, 2026
Video: Dukung B50 Prabowo – Elektrifikasi, Alat Berat Tambang Siap?

Video: Dukung B50 Prabowo – Elektrifikasi, Alat Berat Tambang Siap?

August 15, 2026
Istana Perintahkan Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa Besar M7,7 di NTT

Istana Perintahkan Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa Besar M7,7 di NTT

August 15, 2026
Racikan Investasi & Sektor Pilihan MI Hadapi Era Bunga Tinggi

Racikan Investasi & Sektor Pilihan MI Hadapi Era Bunga Tinggi

August 15, 2026
Nomor HP Bisa Jadi Pengganti Skor Kredit, Begini Syaratnya

Nomor HP Bisa Jadi Pengganti Skor Kredit, Begini Syaratnya

August 15, 2026
Waspada Penipuan Undian Berhadiah BNI HUT ke-81 RI, Ini Kata Manajemen

Waspada Penipuan Undian Berhadiah BNI HUT ke-81 RI, Ini Kata Manajemen

August 15, 2026
Warga RI Kemalingan Uang Rp 9,1 Triliun, Setiap Hari 1.000 Melapor

Warga RI Kemalingan Uang Rp 9,1 Triliun, Setiap Hari 1.000 Melapor

August 15, 2026
Cerita Salim Rutin Bolak-Balik Gunung Kawi, Ungkap Fakta Tak Terduga

Cerita Salim Rutin Bolak-Balik Gunung Kawi, Ungkap Fakta Tak Terduga

August 14, 2026
Daerah Fiskal Rendah & Terdampak Bencana Jadi Prioritas TKD

Daerah Fiskal Rendah & Terdampak Bencana Jadi Prioritas TKD

August 14, 2026
Soal Bursa Mineral 1 Januari 2027, Bos OJK: Rinciannya Tunggu Perpres

Soal Bursa Mineral 1 Januari 2027, Bos OJK: Rinciannya Tunggu Perpres

August 14, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, August 15, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Anak Pejabat RI Rela Hidup Melarat, Tak Mau Jual Nama Besar Orang Tua

9 hours ago
in ENTREPRENEUR
Anak Pejabat RI Rela Hidup Melarat, Tak Mau Jual Nama Besar Orang Tua
Share on FacebookShare on Twitter




 

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini.

 

Jakarta, CNBC Indonesia – Banyak anak tokoh yang memilih menggunakan nama besar atau ketenaran keluarganya. Namun, ada pula yang justru enggan memanfaatkannya. Bahkan dalam sejarah Indonesia, terdapat anak dari tokoh besar yang memilih menjalani hidup sederhana dan menolak memanfaatkan nama besar orang tuanya sebagai modal kehidupan.

Sosok tersebut adalah Raden Mas Soesalit Djojoadhiningrat, putra tunggal Pahlawan Nasional R.A. Kartini. Meski lahir dari keluarga terpandang dan memiliki berbagai peluang untuk menikmati kehidupan yang serba mudah, Soesalit memilih menempuh jalannya sendiri tanpa bergantung pada pengaruh maupun reputasi keluarganya.

Keputusan itu membuat namanya tak setenar sang ibu yang dikenal luas sebagai pelopor emansipasi wanita. Namun, justru sikap teguh itulah yang membuat Soesalit dikenang sebagai pribadi yang memegang teguh prinsip hingga akhir hayatnya.

Pada masanya, Soesalit termasuk sosok yang beruntung. Ia lahir dari keluarga pejabat karena ayahnya, Raden Mas Adipati Ario Djojodiningrat, menjabat sebagai Bupati Rembang. Kelak, sejarah juga mencatat sang ibu, R.A. Kartini, menjadi figur agung berkat pemikiran visionernya yang melampaui zaman.

Meski demikian, Soesalit enggan mengandalkan nama besar kedua orang tuanya dalam meniti karier. Wardiman Djojonegoro dalam buku Kartini (2024) menceritakan bahwa Soesalit sebenarnya berhak menggantikan kedudukan ayahnya sebagai bupati. Namun, ia dengan mantap menolaknya. Kendati pihak keluarga berulang kali memintanya menjabat, Soesalit tetap konsisten menolak.

Sebagai gantinya, ia memilih berkarier di dunia militer pada 1943. Soesalit mendapat pelatihan dari tentara Jepang dan kemudian bergabung dengan Pembela Tanah Air (PETA). Ketika Indonesia merdeka, Soesalit otomatis menjadi bagian dari Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Dari situlah kariernya perlahan meroket.

Menurut Sitisoemandari Soeroto dalam Kartini: Sebuah Biografi (1979), Soesalit aktif terlibat dalam berbagai pertempuran melawan Belanda yang membuat pangkatnya naik dengan cepat. Nama dan reputasinya di medan tempur pun semakin dikenal.

Puncak kariernya di dunia militer terjadi pada 1946 ketika ia diangkat menjadi Panglima Divisi II Diponegoro. Ia memimpin pasukan strategis yang bertugas mengamankan ibu kota negara yang saat itu berpusat di Yogyakarta.

Tak hanya di militer, ia juga pernah memegang jabatan di pemerintahan sipil, salah satunya sebagai Penasihat Menteri Pertahanan pada Kabinet Ali Sastroamidjojo I tahun 1953.

Menariknya, selama menduduki berbagai posisi penting tersebut, hampir tidak ada yang mengetahui bahwa Soesalit adalah putra dari R.A. Kartini. Ia memang sengaja tidak pernah ‘menjual’ nama besar sang ibu.

Padahal, sepanjang hidupnya, perjuangan dan kisah Kartini terus menginspirasi lintas generasi melalui surat-suratnya. Bahkan saat itu, lagu “Ibu Kita Kartini” ciptaan W.R. Supratman sudah sangat populer dan gaungnya terdengar di mana-mana.

Atasan Soesalit, Jenderal A.H. Nasution, menjadi saksi hidup betapa Soesalit sangat menjaga kebersahajaannya. Nasution melihat bahwa setelah purna tugas, Soesalit lebih memilih hidup dalam keterbatasan sebagai veteran. Ia bahkan tak pernah menuntut hak-haknya sebagai pensiunan tentara.

Dikutip dari Kartini: Sebuah Biografi (1979), Nasution pernah mengungkapkan bahwa Soesalit sebenarnya bisa saja hidup jauh dari kata melarat hanya dengan mengaku sebagai putra tunggal Kartini. Hal itu dijamin akan mengundang banyak simpati dan mengubah taraf hidup sang jenderal bintang dua tersebut.

Namun, Soesalit memegang teguh prinsipnya sejak awal: pantang memanfaatkan statusnya sebagai keturunan Kartini. Akibat prinsip baja ini, pria kelahiran Rembang tersebut tetap hidup sederhana hingga mengembuskan napas terakhirnya pada 17 Maret 1962.

(fab/fab)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Geger Harta Karun Emas 30.000 Ton di Banten Dirampok Asing

Geger Harta Karun Emas 30.000 Ton di Banten Dirampok Asing

August 15, 2026
Video: Perdagangan Perak – Saham AS di Bursa Berjangka Kian Marak

Video: Perdagangan Perak – Saham AS di Bursa Berjangka Kian Marak

August 15, 2026
Rekam Jejak Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Usulan Prabowo

Rekam Jejak Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Usulan Prabowo

August 15, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .