• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.000 Lagi

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.000 Lagi

August 4, 2026
Bos Bank Jatim Ungkap Tiga Kunci Keberhasilan BPD

Bos Bank Jatim Ungkap Tiga Kunci Keberhasilan BPD

August 5, 2026
Kimia Farma (KAEF) Catat Laba Rp10,3 Miliar di Semester I-2026

Kimia Farma (KAEF) Catat Laba Rp10,3 Miliar di Semester I-2026

August 5, 2026
Rupiah Ditutup Menguat 0,50%, Dolar AS Turun ke Rp17.925

Rupiah Ditutup Menguat 0,50%, Dolar AS Turun ke Rp17.925

August 5, 2026
Kredit BNI Nyaris Rp 1.000 Triliun, Tumbuh 24,4% Semester 1 2026

Kredit BNI Nyaris Rp 1.000 Triliun, Tumbuh 24,4% Semester 1 2026

August 5, 2026
Emiten Nagita Slavina (VISI) Rugi di Semester I-2026, Ini Penyebabnya

Emiten Nagita Slavina (VISI) Rugi di Semester I-2026, Ini Penyebabnya

August 5, 2026
Swipe Sekali, Rp23 M Melayang! Ini Sisi Gelap Startup Live Belanja

Swipe Sekali, Rp23 M Melayang! Ini Sisi Gelap Startup Live Belanja

August 5, 2026
Ekonomi RI Tumbuh 5,29% & Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp17.905/US$

Ekonomi RI Tumbuh 5,29% & Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp17.905/US$

August 5, 2026
Asing Net Sell Rp65,81 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Asing Net Sell Rp65,81 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

August 5, 2026
Ada Kabar Baik dari Domestik & Global, IHSG Naik 0,69% ke 6.363

Ada Kabar Baik dari Domestik & Global, IHSG Naik 0,69% ke 6.363

August 5, 2026
Breaking News! BNI (BBNI) Cetak Laba Rp10,8 T di Semester I-2026

Breaking News! BNI (BBNI) Cetak Laba Rp10,8 T di Semester I-2026

August 5, 2026
Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, IHSG Langsung Menguat 0,62%

Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, IHSG Langsung Menguat 0,62%

August 5, 2026
Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, IHSG Langsung Menguat 0,62%

Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, IHSG Langsung Menguat 0,62%

August 5, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, August 5, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.000 Lagi

1 day ago
in Market
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.000 Lagi
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia –  Nilai tukar rupiah berbalik dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (4/8/2026). Mata uang Garuda pun kembali menyentuh level psikologis Rp18.000/US$.

Merujuk data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan dengan terdepresiasi 0,11% ke posisi Rp18.000/US$.

Setelah pada perdagangan sebelumnya, Senin (3/8/2026), rupiah ditutup menguat 0,06% ke level Rp17.980/US$. Penguatan tersebut merupakan yang kedua secara beruntun setelah rupiah terapresiasi 0,47% pada Jumat pekan lalu.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat 0,11% ke posisi 100,001. Penguatan tersebut membawa DXY kembali bergerak di atas level psikologis 100, setelah sebelumnya sempat menyentuh posisi terendah dalam satu setengah bulan.


Dinamika dolar AS di pasar global masih menjadi salah satu faktor yang menentukan arah pergerakan rupiah hari ini. Kembalinya DXY ke level 100 turut memberikan tekanan terhadap mata uang Garuda pada pembukaan perdagangan.

Dolar AS sebelumnya tertekan setelah bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed), mempertahankan suku bunga serta Jepang dan AS melakukan intervensi bersama untuk memperkuat yen. Penurunan harga minyak juga turut membebani greenback.

Namun, dolar mulai bangkit setelah pelaku pasar menilai aksi jual yang terjadi seusai pengumuman The Fed terlalu berlebihan. Meskipun menahan suku bunga pada pertemuan terakhir, The Fed masih diperkirakan akan kembali mengetatkan kebijakan moneternya.

Pasar saat ini memperhitungkan kenaikan suku bunga The Fed sekitar 35 basis poin hingga Desember 2026. Pelaku pasar global selanjutnya menantikan laporan ketenagakerjaan AS periode Juli yang akan dirilis pada Jumat.

Data tersebut akan menjadi salah satu petunjuk mengenai waktu kenaikan suku bunga The Fed berikutnya. Pasar tenaga kerja yang tetap kuat berpotensi menjaga ekspektasi kebijakan moneter ketat dan menopang dolar AS.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) kembali menegaskan bahwa stabilitas rupiah terus dijaga. Pejabat Sementara Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan rupiah mulai kembali menguat pada akhir Juli setelah mengalami tekanan sejak pertengahan Juni.

“Rupiah kembali menguat ke level 17.994 per US$ pada 31 Juli 2026 setelah sempat melemah pertengahan Juni 2026,” kata Destry dalam konferensi pers di kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Senin (3/8/2026).

Menurut Destry, penguatan rupiah didukung oleh masuknya modal asing ke pasar keuangan domestik, terutama melalui Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), seiring meningkatnya imbal hasil yang diterima investor.

BI juga mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75%. Kebijakan tersebut turut diarahkan untuk menjaga daya tarik aset keuangan domestik dan memperkuat stabilitas rupiah.

Selain melalui kebijakan suku bunga, BI terus melakukan intervensi di pasar valuta asing, baik di pasar domestik maupun luar negeri, untuk menjaga pergerakan rupiah dari gejolak yang berlebihan.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bos Bank Jatim Ungkap Tiga Kunci Keberhasilan BPD

Bos Bank Jatim Ungkap Tiga Kunci Keberhasilan BPD

August 5, 2026
Kimia Farma (KAEF) Catat Laba Rp10,3 Miliar di Semester I-2026

Kimia Farma (KAEF) Catat Laba Rp10,3 Miliar di Semester I-2026

August 5, 2026
Rupiah Ditutup Menguat 0,50%, Dolar AS Turun ke Rp17.925

Rupiah Ditutup Menguat 0,50%, Dolar AS Turun ke Rp17.925

August 5, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .