• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Masih Tak Bertenaga, Dolar AS Naik ke Rp16.485

Rupiah Masih Tak Bertenaga, Dolar AS Naik ke Rp16.485

August 1, 2025
China Rilis Buku Putih Baru, Xi Jinping Beri Pesan Ini ke Warga Bumi

China Rilis Buku Putih Baru, Xi Jinping Beri Pesan Ini ke Warga Bumi

June 19, 2026
Laba Pupuk Indonesia Melejit 230%, Dony Oskaria: Berkat Transformasi

Laba Pupuk Indonesia Melejit 230%, Dony Oskaria: Berkat Transformasi

June 19, 2026
Belum Ada Alasan MSCI Degradasi Indonesia ke Frontier Market

Belum Ada Alasan MSCI Degradasi Indonesia ke Frontier Market

June 19, 2026
Video:Harga Solar Naik & Rupiah Melemah, Pengusaha Konstruksi Menjerit

Video:Harga Solar Naik & Rupiah Melemah, Pengusaha Konstruksi Menjerit

June 19, 2026
Manfaatkan Suku Bunga Tinggi, Arus Dana Lari ke Instrumen Mana?

Manfaatkan Suku Bunga Tinggi, Arus Dana Lari ke Instrumen Mana?

June 19, 2026
Disorot MSCI, BEI Perketat Pengawasan Manipulasi Saham

Disorot MSCI, BEI Perketat Pengawasan Manipulasi Saham

June 19, 2026
Ada Catatan, tapi Banyak Positif

Ada Catatan, tapi Banyak Positif

June 19, 2026
Raksasa Perbankan RI Dapat Tugas dari Prabowo

Raksasa Perbankan RI Dapat Tugas dari Prabowo

June 19, 2026
IHSG Berayun Tajam Usai Review MSCI, Bertahan di Level 6.100-an

IHSG Berayun Tajam Usai Review MSCI, Bertahan di Level 6.100-an

June 19, 2026
MDKA Mau Private Placement, Keluarkan 2,44 Miliar Saham Baru

MDKA Mau Private Placement, Keluarkan 2,44 Miliar Saham Baru

June 19, 2026
Rupiah Ditutup Melemah 0,42%, Dolar AS Parkir di Rp17.775

Rupiah Ditutup Melemah 0,42%, Dolar AS Parkir di Rp17.775

June 19, 2026
NELY Berhentikan Sementara Eduard Halomoan dari Kursi Direktur

NELY Berhentikan Sementara Eduard Halomoan dari Kursi Direktur

June 19, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, June 19, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Masih Tak Bertenaga, Dolar AS Naik ke Rp16.485

11 months ago
in Market
Rupiah Masih Tak Bertenaga, Dolar AS Naik ke Rp16.485
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat (1/8/2025).

Melansir dari Refinitiv, nilai tukar rupiah turun sebesar 0,21% di level Rp16.485/US$ sekaligus mencatatkan posisi terlemah rupiah sejak Mei 2025.

Secara Intraday rupiah sempat menembus level Rp16.505/US$, hingga akhirnya bisa sedikit menguat hingga penutupan.

Sementara indeks dolar AS (DXY), per pukul 15.00 WIB terpantau masih mengalami penguatan sebesar 0,08% di level 100,04.


Pelemahan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini seiring dengan rilis sejumlah data ekonomi Indonesia.

Salah satunya adalah data aktivitas sektor manufaktur Indonesia yang kembali menunjukkan kontraksi. Berdasarkan laporan S&P Global yang dirilis Jumat (1/8/2025), Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia tercatat sebesar 49,2 pada Juli 2025. Angka ini berada di bawah ambang batas 50, yang menjadi penanda fase kontraksi dalam aktivitas industri.

Tekanan terhadap rupiah juga datang dari data inflasi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Pada Juli 2025, inflasi tercatat sebesar 0,30% secara bulanan (mtm) dan 2,37% secara tahunan (yoy). Inflasi terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mencatat kenaikan 0,74% dengan andil 0,22%. Komoditas utama penyumbang inflasi adalah beras, dengan andil sebesar 0,06%.

Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia masih menunjukkan kinerja yang solid. BPS mencatat surplus neraca perdagangan sebesar US$4,1 miliar pada Juni 2025. Ini menjadi surplus bulanan ke-62 secara berturut-turut sejak Mei 2020.

“Pada Juni 2025, neraca perdagangan surplus US$4,1 miliar, melanjutkan tren surplus selama 62 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” ungkap Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam konferensi pers hari ini.

Dari faktor eksternal, penguatan indeks dolar AS yang terus berlanjut dan tercatat telah mengalami penguatan selama enam hari beruturut-turut, yang mencerminkan tingginya permintaan terhadap dolar AS, yang pada akhirnya dapat menekan nilai tukar negara berkembang termasuk rupiah.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Video: Rupiah Ambruk ke Rp16.635 per USD, Dekati Level Saat 1998




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
China Rilis Buku Putih Baru, Xi Jinping Beri Pesan Ini ke Warga Bumi

China Rilis Buku Putih Baru, Xi Jinping Beri Pesan Ini ke Warga Bumi

June 19, 2026
Laba Pupuk Indonesia Melejit 230%, Dony Oskaria: Berkat Transformasi

Laba Pupuk Indonesia Melejit 230%, Dony Oskaria: Berkat Transformasi

June 19, 2026
Belum Ada Alasan MSCI Degradasi Indonesia ke Frontier Market

Belum Ada Alasan MSCI Degradasi Indonesia ke Frontier Market

June 19, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .