• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Semester I-2026, Laba TINS Melesat ke Rp 2,71 Triliun, Ini Penyebabnya

Semester I-2026, Laba TINS Melesat ke Rp 2,71 Triliun, Ini Penyebabnya

July 29, 2026
Demo Chaos di Raksasa Nuklir Muslim: Massa Ditembak-30 Tewas

Demo Chaos di Raksasa Nuklir Muslim: Massa Ditembak-30 Tewas

August 2, 2026
Strategi Pengusaha Hotel Hadapi Ketidakpastian Bisnis 2026

Strategi Pengusaha Hotel Hadapi Ketidakpastian Bisnis 2026

August 2, 2026
Sosok Jenius Matematika yang Profit Rata-Rata 60% Setahun

Sosok Jenius Matematika yang Profit Rata-Rata 60% Setahun

August 2, 2026
Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp102 Triliun, Sudah Kecanduan?

Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp102 Triliun, Sudah Kecanduan?

August 2, 2026
Pesawat Wisata Jatuh Saat Angkut Turis, 13 Orang Tewas Seketika

Pesawat Wisata Jatuh Saat Angkut Turis, 13 Orang Tewas Seketika

August 2, 2026
Guide on Where to Stay in Gili Trawangan – Lombok Dispatch

Guide on Where to Stay in Gili Trawangan – Lombok Dispatch

August 2, 2026
Daftar Terbaru Orang Terkaya di Dunia, Ada Kejutan?

Daftar Terbaru Orang Terkaya di Dunia, Ada Kejutan?

August 2, 2026
AS-Jepang Bersatu Selamatkan Yen dari Jurang Maut, Intervensi Dimulai

AS-Jepang Bersatu Selamatkan Yen dari Jurang Maut, Intervensi Dimulai

August 2, 2026
Investor Pantau Pengganti Perry Warjiyo, Apa Efeknya ke Rupiah?

Investor Pantau Pengganti Perry Warjiyo, Apa Efeknya ke Rupiah?

August 2, 2026
Kronologi Investor Boncos Habis-habisan, Aset Rp810 Triliun Berantakan

Kronologi Investor Boncos Habis-habisan, Aset Rp810 Triliun Berantakan

August 2, 2026
Menkeu AS Terciduk Siapkan Rencana Borong Yen Jepang Rp180 Triliun

Menkeu AS Terciduk Siapkan Rencana Borong Yen Jepang Rp180 Triliun

August 2, 2026
Daftar Pecahan Uang Rupiah yang Dicabut BI dan Tata Cara Penukarannya

Daftar Pecahan Uang Rupiah yang Dicabut BI dan Tata Cara Penukarannya

August 1, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, August 2, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Semester I-2026, Laba TINS Melesat ke Rp 2,71 Triliun, Ini Penyebabnya

5 days ago
in Market
Semester I-2026, Laba TINS Melesat ke Rp 2,71 Triliun, Ini Penyebabnya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – PT. Timah (Persero) Tbk. (TINS) mencatat laba bersih di semester I tahun 2026 mencapai Rp2,71 triliun. Capaian tersebut melampaui target laba bersih tahun 2026 sebesar Rp1,61 triliun atau setara 169% dari target.

Capaian laba tersebut didorong oleh pendapatan TINS hingga semester I tahun 2026 yang sebesar Rp10,42 triliun, meningkat 247% dibandingkan Semester I 2025 sebesar Rp4,22 triliun.

“Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan volume penjualan serta meningkatnya harga jual rata-rata logam timah di tengah kondisi pasar yang masih kondusif,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (29/7/2026).

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, Perseroan berhasil membukukan laba usaha sebesar Rp3,48 triliun, meningkat signifikan dibandingkan Semester I 2025 sebesar Rp0,38 triliun.

Perseroan juga mencatatkan EBITDA sebesar Rp3,90 triliun, meningkat 363% dibandingkan EBITDA Semester I 2025 sebesar Rp0,84 triliun.

Dari sisi posisi keuangan, nilai aset Perseroan pada Semester I 2026 meningkat 21% menjadi Rp16,45 triliun dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp13,64 triliun.

Posisi liabilitas tercatat sebesar Rp5,90 triliun, meningkat 13% dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp5,23 triliun. Sementara itu, ekuitas Perseroan meningkat 25% menjadi Rp10,55 triliun dari Rp8,41 triliun pada akhir tahun 2025, didukung oleh pencapaian laba bersih selama Semester I 2026.

Manajemen menyebut, lharga timah tetap berada pada level yang tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didukung oleh kondisi pasokan global yang masih ketat akibat terbatasnya produksi tambang di sejumlah negara produsen utama.

Harga rata-rata logam timah Cash Settlement Price di London Metal Exchange (LME) selama Semester I 2026 tercatat sebesar US$50.319,19 per metrik ton, meningkat 56,68% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$32.115,77 per metrik ton.

“Penguatan harga tersebut mencerminkan fundamental pasar timah yang tetap solid, meskipun pergerakannya masih dipengaruhi oleh dinamika pasokan serta perkembangan
kondisi ekonomi global,” sebutnya.

Seiring berjalannya Semester I 2026, kondisi pasokan timah global mulai menunjukkan perbaikan yang ditandai dengan meningkatnya persediaan logam di gudang LME serta
pemulihan produksi di beberapa wilayah. Persediaan timah di gudang LME pada akhir Juni 2026 tercatat sebesar 8.575 ton, meningkat 58,36% dibandingkan posisi awal tahun 2026 sebesar 5.415 ton.

Di sisi permintaan, fundamental pasar timah global tetap terjaga dengan struktur konsumsi yang masih didominasi oleh segmen solder yang menyumbang sekitar 50% dari total konsumsi dunia, terutama untuk industri semikonduktor dan elektronik.

“Prospek permintaan diperkirakan tetap positif seiring berlanjutnya transformasi digital dan transisi energi global yang mendorong peningkatan investasi pada kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), pusat data (data center), kendaraan listrik (electric vehicle), sistem penyimpanan energi (energy storage), serta infrastruktur kelistrikan,” tulis manajemen.

Berdasarkan CRU Tin Monitor, produksi logam timah global pada Semester I 2026 tercatat sebesar 173.536 ton, sedangkan konsumsi logam timah global mencapai 179.256 ton.

“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar timah global masih berada dalam kondisi defisit pasokan (supply deficit), yang diperkirakan menjadi faktor penopang prospek industri timah pada Semester II 2026,” ungkapnya.

Direktur Utama PT Timah (Persero) Tbk. Restu Widiyantoro mengatakan, hingga semester I-2026. Produksi bijih timah mencapai 12.232 ton Sn, meningkat 75% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6.997 ton Sn.

Peningkatan produksi tersebut didorong oleh optimalisasi produktivitas dan penambahan unit operasi pada sejumlah objek produksi, meliputi Kapal Isap Produksi (KIP), Ponton Isap Produksi (PIP), serta tambang darat kemitraan yang terdiri atas Tambang Kecil dan Tambang Ponton Isap Darat.

Sejalan dengan peningkatan produksi bijih timah, Perseroan membukukan produksi logam timah sepanjang Semester I 2026 sebesar 10.865 metrik ton Sn, meningkat 58% dibandingkan Semester I 2025 sebesar 6.870 metrik ton Sn.

Adapun penjualan logam timah mencapai 10.984 metrik ton, meningkat 85% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5.933 metrik ton.

Peningkatan volume penjualan tersebut turut didukung oleh optimalisasi pengelolaan persediaan logam timah untuk memenuhi permintaan pasar.

Sementara itu, harga jual rata-rata logam timah sepanjang Semester I 2026 mencapai USD49.794 per metrik ton, meningkat 52% dibandingkan Semester I 2025 sebesar USD32.816 per metrik ton, sejalan dengan masih kuatnya harga timah di pasar global.

Pada Semester I 2026, penjualan logam timah Perseroan masih didominasi oleh pasar ekspor yang berkontribusi sebesar 97% dari total penjualan, sedangkan pasar domestik sebesar 3%. Adapun enam negara tujuan ekspor utama meliputi China sebesar 36%, India 12%, Korea Selatan 11%, Singapura 6%, Belanda 5%, dan Italia 5%.

Perseroan optimistis dapat mempertahankan momentum kinerja positif pada Semester II 2026 seiring dengan prospek industri timah global yang masih didukung pertumbuhan permintaan dari sektor elektronik, semikonduktor, kendaraan listrik, pusat data, dan teknologi berbasis kecerdasan buatan.

Hingga Semester I 2026, Perseroan mencatat sumber daya timah sebesar 798 ribu ton dan cadangan timah sebesar 312 ribu ton sebagai fondasi keberlanjutan kegiatan operasional serta pengembangan usaha Perseroan.

Ke depan, Perseroan akan terus meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan aset, meningkatkan efektivitas biaya, memperkuat tata kelola pertambangan, serta menerapkan praktik pertambangan yang baik dan berkelanjutan (good mining practices).

“Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat fundamental usaha melalui kegiatan eksplorasi yang berkelanjutan, penguatan tata kelola pertambangan, serta peningkatan efisiensi operasional guna memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan,” tutupnya.

(ayh/ayh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Demo Chaos di Raksasa Nuklir Muslim: Massa Ditembak-30 Tewas

Demo Chaos di Raksasa Nuklir Muslim: Massa Ditembak-30 Tewas

August 2, 2026
Strategi Pengusaha Hotel Hadapi Ketidakpastian Bisnis 2026

Strategi Pengusaha Hotel Hadapi Ketidakpastian Bisnis 2026

August 2, 2026
Sosok Jenius Matematika yang Profit Rata-Rata 60% Setahun

Sosok Jenius Matematika yang Profit Rata-Rata 60% Setahun

August 2, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .