• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Ciri-Ciri Golongan Masyarakat Kelas Bawah, Anda Termasuk?

Ciri-Ciri Golongan Masyarakat Kelas Bawah, Anda Termasuk?

June 13, 2026
IHSG Berayun Tajam Usai Review MSCI, Bertahan di Level 6.100-an

IHSG Berayun Tajam Usai Review MSCI, Bertahan di Level 6.100-an

June 19, 2026
MDKA Mau Private Placement, Keluarkan 2,44 Miliar Saham Baru

MDKA Mau Private Placement, Keluarkan 2,44 Miliar Saham Baru

June 19, 2026
Rupiah Ditutup Melemah 0,42%, Dolar AS Parkir di Rp17.775

Rupiah Ditutup Melemah 0,42%, Dolar AS Parkir di Rp17.775

June 19, 2026
NELY Berhentikan Sementara Eduard Halomoan dari Kursi Direktur

NELY Berhentikan Sementara Eduard Halomoan dari Kursi Direktur

June 19, 2026
IPO Anak Usaha Prodia, Separuh Dana Segar Dipakai Bayar Utang

IPO Anak Usaha Prodia, Separuh Dana Segar Dipakai Bayar Utang

June 19, 2026
Prabowo ke Himbara:Bunga Kredit UMKM Harus Lebih Rendah dari Korporasi

Prabowo ke Himbara:Bunga Kredit UMKM Harus Lebih Rendah dari Korporasi

June 19, 2026
Tiga Direktur Merdeka Copper (MDKA) Kompak Mundur

Tiga Direktur Merdeka Copper (MDKA) Kompak Mundur

June 19, 2026
Analis Ungkap Dampak Review MSCI Terbaru bagi IHSG

Analis Ungkap Dampak Review MSCI Terbaru bagi IHSG

June 19, 2026
Net Sell Asing Sesi 1 Rp 1,4 Triliun, TPIA hingga DEWA Dibuang

Net Sell Asing Sesi 1 Rp 1,4 Triliun, TPIA hingga DEWA Dibuang

June 19, 2026
Ditjen Pajak Sita 2 Rekening Perusahaan di Jaksel Senilai Rp33,49 M

Ditjen Pajak Sita 2 Rekening Perusahaan di Jaksel Senilai Rp33,49 M

June 19, 2026
Anak Usaha Prodia Mau IPO, Tawarkan Saham Rp100-Rp120

Anak Usaha Prodia Mau IPO, Tawarkan Saham Rp100-Rp120

June 19, 2026
Bos OJK Ungkap MSCI Hanya Soroti Perihal Ini

Bos OJK Ungkap MSCI Hanya Soroti Perihal Ini

June 19, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, June 19, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Ciri-Ciri Golongan Masyarakat Kelas Bawah, Anda Termasuk?

6 days ago
in Market
Ciri-Ciri Golongan Masyarakat Kelas Bawah, Anda Termasuk?
Share on FacebookShare on Twitter



Daftar Isi



Jakarta, CNBC Indonesia – Struktur kelas ekonomi masyarakat sering kali menjadi topik hangat yang memicu diskusi panjang. Di tengah dinamika inflasi, bayang-bayang pelemahan daya beli, hingga tren pemutusan hubungan kerja (PHK), batas antara kelas menengah dan kelas bawah kini kian tipis.

Banyak orang yang merasa diri mereka berada di zona aman “kelas menengah”, padahal secara riil finansial, posisinya sudah bergeser ke lapisan bawah. Mengutip laporan GoBankingRates, batasan sosiologis dan finansial sebetulnya bisa diukur lewat indikator aktivitas sehari-hari.

Lantas, bagaimana cara mengidentifikasinya? Berikut adalah 5 ciri utama masyarakat kelas bawah atau kelas menengah bawah yang patut Anda cermati untuk merefleksikan kondisi dompet saat ini:

1. Hunian Layak Jadi Barang Mewah

Tempat tinggal merupakan salah satu komponen pengeluaran terbesar bagi setiap keluarga. Bagi masyarakat kelas bawah, memiliki atau bahkan sekadar menyewa hunian yang nyaman, aman, dan berada di lingkungan yang layak adalah tantangan berat.

Jika sebagian besar pendapatan Anda habis hanya untuk membayar kontrakan yang kondisinya pas-pasan, atau Anda terpaksa tinggal di lingkungan dengan akses sanitasi dan keamanan yang minim karena keterbatasan dana, ini merupakan indikator kuat bahwa Anda berada di segmen ekonomi bawah.

2. Jenis Pekerjaan Rentan Tanpa jaminan

Karakteristik kelas bawah sering kali tercermin dari stabilitas pendapatan. Mayoritas kelompok ini bekerja di sektor informal, pekerja paruh waktu (part-time), atau buruh harian lepas yang tidak memiliki kepastian pendapatan bulanan.

Selain rentan terhadap risiko pemecatan seketika, jenis pekerjaan di sektor ini umumnya tidak dilengkapi dengan fasilitas jaminan sosial yang memadai, seperti asuransi kesehatan swasta, BPJS Ketenagakerjaan, hingga tunjangan-tunjangan lainnya yang biasa dinikmati oleh pekerja kelas menengah ke atas.

3. Absennya Tabungan dan Rencana Investasi

Menabung dan berinvestasi adalah fondasi utama untuk membangun kekayaan jangka panjang sekaligus tameng proteksi ketika terjadi krisis finansial mendadak. Namun, bagi kalangan kelas bawah, menyisihkan uang adalah sebuah kemewahan yang sulit dijangkau akibat fenomena living paycheck to paycheck (gaji numpang lewat).

Pendapatan yang diperoleh habis seluruhnya untuk membiayai kebutuhan pokok dasar (pangan dan utilitas). Artinya, apabila Anda sama sekali tidak memiliki dana darurat yang ideal, tidak punya aset investasi, serta belum memiliki rencana pensiun yang jelas, dapat dipastikan Anda masuk dalam golongan ini.

4. Gaya Hidup Kaku dan Terbatas

Apakah Anda mampu merencanakan liburan setahun sekali? Sering makan di restoran atau membeli pakaian baru tanpa harus mengorbankan anggaran dapur?

Bagi kelas menengah ke atas, kesenangan-kesenangan kecil tersebut adalah hal lumrah karena ada ruang fleksibilitas dalam anggaran mereka. Sebaliknya, bagi kelas bawah, anggaran pengeluaran sangat kaku. Menikmati hiburan atau melakukan rekreasi sering kali dianggap sebagai pemborosan yang dapat mengancam stabilitas dapur untuk esok hari.

5. Hambatan Akses Pendidikan Tinggi

Pendidikan sering disebut sebagai social elevator atau sarana paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan dan menaikkan kelas sosial. Melalui pendidikan tinggi, seseorang memiliki peluang lebih besar untuk mengakses pekerjaan dengan gaji yang jauh lebih baik.

Akan tetapi, hambatan sistemik dan biaya kuliah yang terus melambung tinggi kerap membuat jenjang perguruan tinggi menjadi tidak rasional bagi kelas bawah. Jika Anda atau keluarga merasa kuliah terasa terlalu mahal dan mustahil dijangkau tanpa berutang besar, batasan finansial ini mempertegas posisi ekonomi Anda di lapisan bawah.

Hubungan Kelas Ekonomi dan Keuangan Anda

Mengetahui posisi kelas ekonomi bukan bertujuan untuk memicu pesimisme, melainkan sebagai alarm jitu bagi perencanaan keuangan Anda. Dengan memahami indikator-indikator di atas, Anda dapat lebih realistis dalam menyusun skala prioritas, menekan pengeluaran konsumtif, serta mencari peluang tambahan untuk mendongkrak pendapatan demi perlahan naik kelas.

(fab/fab)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Berayun Tajam Usai Review MSCI, Bertahan di Level 6.100-an

IHSG Berayun Tajam Usai Review MSCI, Bertahan di Level 6.100-an

June 19, 2026
MDKA Mau Private Placement, Keluarkan 2,44 Miliar Saham Baru

MDKA Mau Private Placement, Keluarkan 2,44 Miliar Saham Baru

June 19, 2026
Rupiah Ditutup Melemah 0,42%, Dolar AS Parkir di Rp17.775

Rupiah Ditutup Melemah 0,42%, Dolar AS Parkir di Rp17.775

June 19, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .