• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Anak Pejabat RI Hidup Melarat, Tolak Jual Nama Besar Orang Tua

Anak Pejabat RI Hidup Melarat, Tolak Jual Nama Besar Orang Tua

June 13, 2026
Video: Bos Leasing Soal BI Rate Naik: Pengaruhi Kredit Nasabah Baru

Video: Bos Leasing Soal BI Rate Naik: Pengaruhi Kredit Nasabah Baru

June 17, 2026
Nasib Rupiah & IHSG Menanti Keputuasn BI dan The Fed

Nasib Rupiah & IHSG Menanti Keputuasn BI dan The Fed

June 17, 2026
Rupiah Ditutup Melemah 0,23%, Dolar AS Naik Jadi Rp17.730

Rupiah Ditutup Melemah 0,23%, Dolar AS Naik Jadi Rp17.730

June 17, 2026
Breaking News! IHSG Turun 1%

Breaking News! IHSG Turun 1%

June 17, 2026
Triputra Agro Kantongi Dividen Rp1,29 Triliun dari Anak Usaha

Triputra Agro Kantongi Dividen Rp1,29 Triliun dari Anak Usaha

June 17, 2026
Mau IPO di Bursa Hong Kong, Investor Global Bakal Serap Saham EMAS

Mau IPO di Bursa Hong Kong, Investor Global Bakal Serap Saham EMAS

June 17, 2026
Sesi 1 IHSG Turun 0,84%, Asing Net Buy Rp 2,6 Triliun

Sesi 1 IHSG Turun 0,84%, Asing Net Buy Rp 2,6 Triliun

June 17, 2026
INET Tender Offer Saham PADA, Diskon 50% dari Harga Kemarin

INET Tender Offer Saham PADA, Diskon 50% dari Harga Kemarin

June 17, 2026
Anthony Kartono Tan Mundur dari Kursi Direksi Merdeka Battery (MBMA)

Anthony Kartono Tan Mundur dari Kursi Direksi Merdeka Battery (MBMA)

June 17, 2026
Harga Emas Kembali Naik Saat Harga Minyak & Batu Bara Melemah

Harga Emas Kembali Naik Saat Harga Minyak & Batu Bara Melemah

June 17, 2026
The Fed Diramal Tahan Suku Bunga, IHS & Rupiah Kembali Anjlok

The Fed Diramal Tahan Suku Bunga, IHS & Rupiah Kembali Anjlok

June 17, 2026
Setelah Naik 17%, IHSG Sesi 1 Ditutup Turun 0,84%

Setelah Naik 17%, IHSG Sesi 1 Ditutup Turun 0,84%

June 17, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, June 17, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Anak Pejabat RI Hidup Melarat, Tolak Jual Nama Besar Orang Tua

4 days ago
in Market
Anak Pejabat RI Hidup Melarat, Tolak Jual Nama Besar Orang Tua
Share on FacebookShare on Twitter




Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya pada masa lalu. Lewat kisah seperti ini, CNBC Insight juga menghadirkan nilai-nilai kehidupan dari masa lampau yang masih bisa dijadikan pelajaran pada hari ini.

Jakarta, CNBC Indonesia – Tidak semua anak tokoh besar memilih memanfaatkan ketenaran keluarga untuk meraih kesuksesan. Dalam sejarah Indonesia, terdapat sosok yang justru mengambil jalan berbeda dengan menjalani hidup sederhana dan menolak menggunakan nama besar orang tuanya sebagai modal kehidupan.

Sosok tersebut adalah Raden Mas Soesalit Djojoadhiningrat, putra tunggal pahlawan nasional R.A. Kartini. Meski lahir dari keluarga terpandang dan memiliki berbagai peluang untuk menikmati kehidupan yang lebih mudah, Soesalit memilih menempuh jalannya sendiri tanpa bergantung pada pengaruh maupun reputasi keluarganya.

Keputusan itu membuat namanya tidak setenar sang ibu yang dikenal luas sebagai pelopor emansipasi perempuan. Namun, justru sikap tersebut yang kemudian membuat Soesalit dikenang sebagai pribadi yang memegang teguh prinsip hingga akhir hayatnya.

Pada masanya, Soesalit jadi anak cukup beruntung. Dia lahir dari keluarga pejabat sebab ayahnya Raden Mas Adipati Ario Djojadiningrat bertugas sebagai Bupati Rembang. Kelak, sejarah juga mencatat sang ibu, Kartini, menjadi orang besar karena punya pemikiran visioner melampaui zaman.

Meski begitu, Soesalit tak mau mengandalkan nama besar kedua orang tua untuk meniti kehidupan. Wardiman Djojonegoro dalam Kartini (2024) menceritakan, Soesalit sebenarnya berhak menggantikan ayahnya sebagai bupati. Namun, dia mantap menolaknya. Banyak saudara yang berulang kali meminta Soesalit menjadi, tapi jawabannya berujung penolakan.

Sebagai gantinya, dia memilih masuk tentara pada 1943. Dia dilatih oleh tentara Jepang dan kemudian bergabung sebagai tentara Pembela Tanah Air (PETA). Ketika Indonesia merdeka, Soesalit praktis menjadi bagian Tentara Keamanan Rakyat Republik Indonesia. Dari sini, kariernya perlahan moncer.

Menurut Sitisoemandari Soeroto dalam Kartini: Sebuah Biografi (1979), Soesalit selalu terlibat dalam beberapa pertempuran melawan Belanda yang lantas membuatnya cepat naik pangkat. Begitu juga namanya yang makin terkenal.

Puncak kesuksesan sebagai tentara terjadi pada 1946. Dirinya diangkat menjadi Panglima Divisi II Diponegoro yang memimpin pasukan terpenting karena bertugas menjaga ibu kota negara di Yogyakarta.

Bahkan, dia juga pernah beberapa kali memegang jabatan sipil. Salah satunya sebagai penasihat Menteri Pertahanan di Kabinet Ali Sastro pada 1953.

Saat ini terjadi, jarang orang mengetahui kalau Soesalit adalah anak dari tokoh besar RI bernama R.A. Kartini. Dia memang sengaja tak menjual nama besar ibunya.

Padahal, sepanjang dia hidup, kisah-kisah Kartini berulang kali menjadi inspirasi dan terus diceritakan banyak generasi terkait perempuan penuntut kesetaraan lewat surat-suratnya. Bahkan, kala itu sudah populer lagu mengenai ibunya berjudul “Ibu Kita Kartini” buatan W.R. Soepratman yang terus dinyanyikan banyak orang.

Atasan Soesalit, Jenderal Nasution, menjadi saksi bagaimana dia memang tak mengumbar nama orang tua. Nasution melihat ketika tak lagi bertugas, Soesalit lebih memilih hidup melarat sebagai veteran. Dia tak meminta hak-haknya sebagai veteran.

Kata Nasution, dikutip dari Kartini: Sebuah Biografi (1979), dia bisa-bisa saja hidup tak melarat dengan berkata bahwa dia adalah satu-satunya putra Kartini. Dengan begitu, banyak orang akan menaruh simpati sehingga bisa mengubah hidup jenderal bintang dua tersebut.

Namun, Soesalit tetap memegang prinsip yang ditanamkan dari awal: tidak mau mengutarakan bahwa dirinya keturunan Kartini. Akibat prinsip ini, pria kelahiran Rembang itu tetap hidup dalam keterbatasan hingga tutup usia pada 17 Maret 1962.

(fab/fab)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Video: Bos Leasing Soal BI Rate Naik: Pengaruhi Kredit Nasabah Baru

Video: Bos Leasing Soal BI Rate Naik: Pengaruhi Kredit Nasabah Baru

June 17, 2026
Nasib Rupiah & IHSG Menanti Keputuasn BI dan The Fed

Nasib Rupiah & IHSG Menanti Keputuasn BI dan The Fed

June 17, 2026
Rupiah Ditutup Melemah 0,23%, Dolar AS Naik Jadi Rp17.730

Rupiah Ditutup Melemah 0,23%, Dolar AS Naik Jadi Rp17.730

June 17, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .