• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Dolar AS Catatkan Kinerja Terburuk Sejak Krisis 1973, Ada Apa?

Dolar AS Catatkan Kinerja Terburuk Sejak Krisis 1973, Ada Apa?

July 1, 2025
Purbaya Bantah Ajukan Diri Jadi Gubernur BI

Purbaya Bantah Ajukan Diri Jadi Gubernur BI

August 3, 2026
Purbaya Buka Suara Tambahan Anggaran K/L Rp900T: Tidak Semua Disetujui

Purbaya Buka Suara Tambahan Anggaran K/L Rp900T: Tidak Semua Disetujui

August 3, 2026
Momen Destry Ungkap Pengalaman Pertama Ikut KSSK

Momen Destry Ungkap Pengalaman Pertama Ikut KSSK

August 3, 2026
Ini Deretan Jurus OJK Jaga Stabilitas Sistem Keuangan

Ini Deretan Jurus OJK Jaga Stabilitas Sistem Keuangan

August 3, 2026
Bos LPS Blak-blakan Soal CIU BPR hingga Fenomena Makan Tabungan

Bos LPS Blak-blakan Soal CIU BPR hingga Fenomena Makan Tabungan

August 3, 2026
BEI Perbarui Notasi Khusus Saham, Kini Ada Penanda Free Float Kurang

BEI Perbarui Notasi Khusus Saham, Kini Ada Penanda Free Float Kurang

August 3, 2026
Cadangan Devisa Turun US Miliar hingga Akhir Juni, BI Buka Suara

Cadangan Devisa Turun US$11 Miliar hingga Akhir Juni, BI Buka Suara

August 3, 2026
Bos LPS Blak-blakan Soal CIU BPR hingga FenomenaMakan Tabungan

Bos LPS Blak-blakan Soal CIU BPR hingga FenomenaMakan Tabungan

August 3, 2026
Pasar AS Masih Bergejolak, AI Tak Lagi Jadi Jaminan Saham Naik

Pasar AS Masih Bergejolak, AI Tak Lagi Jadi Jaminan Saham Naik

August 3, 2026
Cadangan Devisa Turun US Miliar hingga Akhir Juli, BI Buka Suara

Cadangan Devisa Turun US$11 Miliar hingga Akhir Juli, BI Buka Suara

August 3, 2026
Destry Ungkap BI Borong SBN Rp195,25 T hingga Akhir Juli 2026

Destry Ungkap BI Borong SBN Rp195,25 T hingga Akhir Juli 2026

August 3, 2026
Simpanan Seluruh Kelompok Nasabah Tumbuh

Simpanan Seluruh Kelompok Nasabah Tumbuh

August 3, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, August 3, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Dolar AS Catatkan Kinerja Terburuk Sejak Krisis 1973, Ada Apa?

1 year ago
in ENTREPRENEUR
Dolar AS Catatkan Kinerja Terburuk Sejak Krisis 1973, Ada Apa?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Dolar Amerika Serikat mencatat pergerakan awal tahun terburuk sejak 1973, tertekan oleh kebijakan ekonomi dan perdagangan Presiden Donald Trump. Sepanjang enam bulan pertama 2025, indeks dolar anjlok 10,8%, menjadi penurunan semester terbesar sejak runtuhnya sistem Bretton Woods.

Diketahui, indeks dolar menggambarkan pergerakan mata uang tersebut terhadap enam mata uang utama lain, termasuk poundsterling, euro, dan yen. Pelemahan ini mencerminkan kegelisahan investor terhadap prospek ekonomi AS di tengah kebijakan yang dinilai tidak konsisten.

“Dolar menjadi kambing hitam dari kebijakan Trump 2.0 yang serba tidak pasti,” kata Francesco Pesole, analis valuta asing dari ING, dikutip dari Financial Times, Selasa, (1/7/2025).

Ia menyebut perang tarif yang tidak menentu, utang jumbo AS, serta kekhawatiran atas independensi The Fed sebagai penyebab menurunnya daya tarik dolar sebagai aset aman.

Pada perdagangan Senin, dolar kembali turun 0,6% menjelang pemungutan suara di Senat AS terkait amandemen terhadap RUU pajak Trump. Undang-undang yang disebut sebagai “big, beautiful tax bill” itu diperkirakan akan menambah utang AS sebesar US$3,2 triliun dalam sepuluh tahun ke depan.

Kekhawatiran pasar terhadap keberlanjutan fiskal AS memicu aksi jual besar-besaran di pasar obligasi negara tersebut. Hasilnya, permintaan terhadap dolar ikut terguncang di tengah eksodus dari aset-aset safe haven AS.

Kondisi ini berkebalikan dari prediksi awal tahun yang memperkirakan perang dagang Trump justru akan memperkuat dolar. Alih-alih menguat, dolar justru melemah drastis, sementara euro menguat 13% hingga menembus level US$1,17.

Beberapa bank Wall Street bahkan sebelumnya memprediksi euro akan jatuh ke level paritas terhadap dolar. Namun justru kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi AS mendorong investor beralih ke aset lain seperti obligasi Jerman.

Andrew Balls, Chief Investment Officer di Pimco, menyebut pengumuman Trump soal “reciprocal tariffs” pada April sebagai titik balik kebijakan ekonomi AS. Meski ia menilai tak ada ancaman nyata terhadap status dolar sebagai mata uang cadangan global, Balls mengakui tren pelemahan tetap bisa terjadi.

Menurutnya, investor global kini semakin aktif melakukan lindung nilai terhadap eksposur dolar. Aktivitas ini justru menambah tekanan terhadap nilai tukar greenback.

Ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga secara agresif juga menjadi beban tambahan bagi dolar. Pasar kini memperkirakan setidaknya lima kali pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun depan.

Meskipun pelemahan dolar mendukung reli saham AS yang mencapai rekor tertinggi, indeks S&P 500 tetap tertinggal jauh dari bursa Eropa jika diukur dalam satuan mata uang yang sama. Investor institusi, termasuk dana pensiun dan bank sentral, juga mulai mengurangi kepemilikan terhadap aset berdenominasi dolar.

“Investor asing kini menuntut lindung nilai lebih besar atas aset dolar mereka, dan itu turut menghambat dolar untuk ikut rebound bersama saham AS,” kata Pesole.

Di saat bersamaan, harga emas melonjak ke rekor baru akibat pembelian besar-besaran dari bank sentral dan investor yang khawatir terhadap risiko depresiasi dolar.

Saat ini, dolar berada di titik terlemah terhadap mata uang saingannya dalam lebih dari tiga tahun terakhir. Namun karena posisi jual terhadap dolar sudah terlalu ramai, sebagian analis memperkirakan laju penurunan akan segera melambat.

“Pelemahan dolar sudah jadi tren yang terlalu padat, dan saya menduga kecepatannya akan melambat,” ujar Guy Miller, kepala strategi pasar di Zurich Insurance Group.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Tak Banyak Sentimen, Dolar AS Ditutup Stagnan Rp16.820




Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Purbaya Bantah Ajukan Diri Jadi Gubernur BI

Purbaya Bantah Ajukan Diri Jadi Gubernur BI

August 3, 2026
Purbaya Buka Suara Tambahan Anggaran K/L Rp900T: Tidak Semua Disetujui

Purbaya Buka Suara Tambahan Anggaran K/L Rp900T: Tidak Semua Disetujui

August 3, 2026
Momen Destry Ungkap Pengalaman Pertama Ikut KSSK

Momen Destry Ungkap Pengalaman Pertama Ikut KSSK

August 3, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .