• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Longsor ke Level 6.900-an, Sejak Awal Tahun Sudah Anjlok 20%

IHSG Longsor ke Level 6.900-an, Sejak Awal Tahun Sudah Anjlok 20%

April 30, 2026
Begini Pergerakan Asing Saat IHSG Ambruk 2% Lebih di Sesi 1

Begini Pergerakan Asing Saat IHSG Ambruk 2% Lebih di Sesi 1

April 30, 2026
Saham Terkoreksi Sejak Awal Tahun, Bos BRI Bilang Gini

Saham Terkoreksi Sejak Awal Tahun, Bos BRI Bilang Gini

April 30, 2026
Breaking, IHSG Anjlok 3% Balik ke Level 6.800-an

Breaking, IHSG Anjlok 3% Balik ke Level 6.800-an

April 30, 2026
BRI di Tahun Pertama Hery Gunardi: Casa Ngebut, Profitabilitas Tebal

BRI di Tahun Pertama Hery Gunardi: Casa Ngebut, Profitabilitas Tebal

April 30, 2026
Ringgit Malaysia Jadi Mata Uang Terkuat Asia, Rupiah Jangan Iri

Ringgit Malaysia Jadi Mata Uang Terkuat Asia, Rupiah Jangan Iri

April 30, 2026
Optimis Menguat, CEO Astronacci Ungkap Potensi Saham BBRI

Optimis Menguat, CEO Astronacci Ungkap Potensi Saham BBRI

April 30, 2026
Rupiah Terperosok ke Rp 17.3700/USD hingga IHSG Anjlok ke 6.900

Rupiah Terperosok ke Rp 17.3700/USD hingga IHSG Anjlok ke 6.900

April 30, 2026
Danantara Mau Konsolidasi Asuransi, TuguRe Ungkap Kabar Terkini

Danantara Mau Konsolidasi Asuransi, TuguRe Ungkap Kabar Terkini

April 30, 2026
Imbas Sentimen Global & Rupiah, IHSG Ambruk 2% Lebih

Imbas Sentimen Global & Rupiah, IHSG Ambruk 2% Lebih

April 30, 2026
Jasa Marga Cetak Laba Rp774,7 Miliar di Kuartal I-2026, Naik 10%

Jasa Marga Cetak Laba Rp774,7 Miliar di Kuartal I-2026, Naik 10%

April 30, 2026
Kinerja Apik, Unilever (UNVR) Catat Laba Rp1,3 T di Kuartal I-2026

Kinerja Apik, Unilever (UNVR) Catat Laba Rp1,3 T di Kuartal I-2026

April 30, 2026
Kredit UMKM Menantang, Begini Cara BRI Kelola Risiko

Kredit UMKM Menantang, Begini Cara BRI Kelola Risiko

April 30, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, April 30, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Longsor ke Level 6.900-an, Sejak Awal Tahun Sudah Anjlok 20%

3 hours ago
in Market
IHSG Longsor ke Level 6.900-an, Sejak Awal Tahun Sudah Anjlok 20%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan cukup dalam pada perdagangan sesi pertama hari ini, Kamis (30/4/2026), dengan penurunan lebih dari 2%.

Pada pukul 10.20 WIB, IHSG tercatat berada di level 6.932,50, turun 168 poin (-2,38%) dan menjadi titik terendah IHSG sepanjang tahun 2026. Sejak awal tahun IHSG tercatat telah terkoreksi 20%.

Tekanan jual terlihat terjadi sejak pembukaan perdagangan, di mana IHSG sempat dibuka di level 7.103,26 sebelum langsung mengalami pelemahan tajam hingga menyentuh level terendah di 7.028,23.

Hanya 105 saham menguat, 606 saham melemah, dan 99 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 10,42 triliun dengan volume perdagangan sekitar 21,59 miliar saham dalam lebih dari 1,40 juta kali transaksi.

Seluruh sektor perdagangan melemah, dengan koreksi paling dalam dicatatkan oleh infrastruktur, barang baku dan energi.

Emiten tambang batu bara Grup Sinar Mas, Dian Swastatika Sentosa (DSSA), menjadi beban utama kinerja IHSG dengan pelemahan 13,22 indeks poin. Lalu diikuti oleh BBRI dan BBCA dengan pelemahan masing-masing 12,54 dan 11,71 indeks poin.

Emiten lainnya yang menjadi pemberat IHSG termasuk BREN, MEGA, TPIA, BRPT, MDKA, AMMN dan UNTR.

Memasuki perdagangan terakhir pekan ini, pelaku pasar keuangan Tanah Air akan mencermati sejumlah sentimen penting dari luar negeri.

Fokus utama pasar hari ini tertuju pada hasil keputusan suku bunga The Federal Reserve, rilis PMI Manufaktur China, inflasi Personal Consumption Expenditures atau PCE Amerika Serikat (AS), serta data klaim pengangguran AS.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, The Fed kembali mempertahankan suku bunga di level 3,50-3,75%. Keputusan ini diambil di tengah besarnya perpecahan suara dalam tubuh The Fed.

Dalam rapat yang kemungkinan menjadi pertemuan terakhir Ketua Jerome Powell sebagai pimpinan,gelombang pejabat menentang pernyataan bahwa pemangkasan suku bunga lebih lanjut masih mungkin dilakukan.

Suara anggota FOMC terbelah dengan hasil 8-4, di mana para pejabat memiliki alasan berbeda atas pilihan mereka. Jumlah dissenting vote (suara berbeda) in adalah yang tetringgi sejak Oktober 1992.

Gubernur Stephen Miran kembali menyampaikan dissent demi mendukung pemangkasan suku bunga 25 basis poin, seperti yang ia lakukan sejak bergabung ke bank sentral pada September 2025.

Tiga suara “tidak” lainnya berasal dari Presiden Fed regional: Beth Hammack dari Cleveland, Neel Kashkari dari Minneapolis, dan Lorie Logan dari Dallas. Mereka setuju suku bunga ditahan, tetapi menolak adanya bias dovish dalam pernyataan resmi.

Masalah utama ketidaksepakatan adalah kalimat berikut:

“Dalam mempertimbangkan besaran dan waktu penyesuaian tambahan terhadap target suku bunga dana federal, Komite akan secara hati-hati menilai data yang masuk, prospek yang berkembang, dan keseimbangan risiko.”

Frasa tersebut mengindikasikan langkah berikutnya kemungkinan penurunan suku bunga, karena penggunaan kata “tambahan” menunjukkan aksi terakhir The Fed adalah pemangkasan.

Sementara itu, Presiden Donald Trump membahas cara mengurangi dampak blokade pelabuhan Iran yang berpotensi berlangsung berbulan-bulan dengan perusahaan minyak,

Pembicaraan dengan eksekutif minyak pada Selasa terjadi setelah kebuntuan dalam upaya menyelesaikan konflik, yang mendorong United States menekan ekspor minyak Iran melalui blokade laut guna memaksa pembukaan kembali Selat Hormuz.

Di tengah saling ancam antara Washington dan Teheran, Pakistan berupaya menjadi mediator untuk mencegah eskalasi, sambil kedua pihak terus bertukar pesan terkait potensi kesepakatan.

Trump mengatakan Iran bisa menghubungi jika ingin berunding, namun juga menyindir bahwa Teheran “tidak mampu bertindak dengan benar.”

Gedung Putih menyebut Trump dan eksekutif minyak membahas langkah untuk menstabilkan pasar minyak global serta opsi melanjutkan blokade selama berbulan-bulan sambil meminimalkan dampak bagi konsumen AS.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Begini Pergerakan Asing Saat IHSG Ambruk 2% Lebih di Sesi 1

Begini Pergerakan Asing Saat IHSG Ambruk 2% Lebih di Sesi 1

April 30, 2026
Saham Terkoreksi Sejak Awal Tahun, Bos BRI Bilang Gini

Saham Terkoreksi Sejak Awal Tahun, Bos BRI Bilang Gini

April 30, 2026
Breaking, IHSG Anjlok 3% Balik ke Level 6.800-an

Breaking, IHSG Anjlok 3% Balik ke Level 6.800-an

April 30, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .