• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Analisa Dolar AS Tembus Rp17.300, Respons BI & Ramalan Ekonomi RI

Analisa Dolar AS Tembus Rp17.300, Respons BI & Ramalan Ekonomi RI

April 24, 2026
Emiten Masuk Radar UMA, Analis Bilang Wajar

Emiten Masuk Radar UMA, Analis Bilang Wajar

April 24, 2026
Kebijakan Kurang Ramah, Industri Sepatu RI Kalah Dari Vietnam

Kebijakan Kurang Ramah, Industri Sepatu RI Kalah Dari Vietnam

April 24, 2026
IHSG Terkapar Dihajar Kanan-Kiri, Ditutup Turun 3,38%!

IHSG Terkapar Dihajar Kanan-Kiri, Ditutup Turun 3,38%!

April 24, 2026
SMBC (BTPN) Salurkan Kredit Rp 191,8 T di Q1-2026, Tumbuh 2%

SMBC (BTPN) Salurkan Kredit Rp 191,8 T di Q1-2026, Tumbuh 2%

April 24, 2026
Program MBG Tidak Pakai Dana Nasabah

Program MBG Tidak Pakai Dana Nasabah

April 24, 2026
Ekonom Tekankan MBG Tak Pakai Dana Nasabah

Ekonom Tekankan MBG Tak Pakai Dana Nasabah

April 24, 2026
BEI Kasih 845 Sanksi ke 494 Emiten, Pemenuhan Free Float Jadi Sorotan

BEI Kasih 845 Sanksi ke 494 Emiten, Pemenuhan Free Float Jadi Sorotan

April 24, 2026
2 Saham Ini Masuk Dalam Pemantauan Bursa, Kenapa?

2 Saham Ini Masuk Dalam Pemantauan Bursa, Kenapa?

April 24, 2026
Dolar Sempat Sentuh Rp17.300, Pemerintah Soroti Tekanan Global

Dolar Sempat Sentuh Rp17.300, Pemerintah Soroti Tekanan Global

April 24, 2026
Tak Hanya Rumah, BTN Bidik Layanan Keuangan Yang Menyeluruh

Tak Hanya Rumah, BTN Bidik Layanan Keuangan Yang Menyeluruh

April 24, 2026
Rupiah Menguat 0,52%, Dolar AS Turun Dibawah Rp17.200

Rupiah Menguat 0,52%, Dolar AS Turun Dibawah Rp17.200

April 24, 2026
Laba Rp 32,7 Triliun, Astra Bagikan Dividen

Laba Rp 32,7 Triliun, Astra Bagikan Dividen

April 24, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, April 24, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Analisa Dolar AS Tembus Rp17.300, Respons BI & Ramalan Ekonomi RI

3 hours ago
in Market
Analisa Dolar AS Tembus Rp17.300, Respons BI & Ramalan Ekonomi RI
Share on FacebookShare on Twitter




Bandung, CNBC Indonesia-Ketidakpastian global yang semakin tinggi membawa dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap mata uang banyak negara, termasuk rupiah. Beberapa hari lalu, rupiah bahkan menembus level Rp17.300 per dolar AS atau terlemah sepanjang masa.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM) BI Juli Budi Winantya menjelaskan, ketidakpastian ini dipicu oleh perang antara Amerika Serikat dan Iran yang semakin panas. Banyak analis memperkirakan perang akan berlangsung lama, sehingga prospek ekonomi juga semakin memburuk.

“Kondisi perang memperburuk situasi ekonomi sekarang dan ke depan,” terangnya dalam diskusi bersama media di Bandung, Jumat (24/4/2026)

Dampak perang mengganggu jalur logistik dunia pasca Selat Hormuz ditutup. Harga minyak dunia juga melonjak drastis yang diikuti oleh beberapa barang dan jasa lainnya, membuat inflasi dunia diperkirakan meningkat dari 4,1% menjadi 4,2%

“Maka dari itu ekonomi dunia ini akan lebih lambat dari perkiraan semula, dari 3,1% jadi 3%,” ujarnya.

Masalah bergeser pada sektor keuangan. Ruang pelonggaran moneter global menjadi lebih sempit. Suku bunga acuan AS atau Fed Fund Rate diperkirakan tetap hingga akhir tahun. Belanja pertahanan AS melonjak membuat pelebaran defisit dan mendorong peningkatan yield obligasi.

“Ini yang membuat apresiasi dolar, DXY meningkat hampir ke semua mata uang,” terang Juli.

Indeks Dolar AS (DXY) sempat nyaris menyentuh 100. Sementara itu rupiah menembus level Rp17.300. Meski demikian, Juli menyebut pelemahan yang dialami rupiah tidak seburuk mata uang negara lain.

“Nilai tukar rupiah dibandingkan negara lain masih stabil cukup terjaga,”tegasnya. 

Merujuk data Refinitiv, rupiah mengakhiri perdagangan hari ini di zona hijau dengan apresiasi sebesar 0,52% ke level Rp17.190/US$. Penguatan ini sekaligus membawa rupiah kembali turun ke bawah level psikologis Rp17.200/US$

Respons Bank Sentral, kata Juli adalah dengan mempertahankan suku bunga BI-Rate sebesar 4,75%. Kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah juga terus diperkuat dengan intervensi di pasar off-shore melalui NDF dan intervensi di pasar domestik melalui pasar spot, DNDF, serta pembelian SBN di pasar sekunder, didukung dengan penguatan kebijakan transaksi pasar valas.

Di samping itu, BI terus mengoptimalkan berbagai instrumen moneter SRBI. Pada 21 April 2026 SRBI tercatat sebesar Rp885,41 triliun, antara lain didukung dengan kepemilikan nonresiden yang mencapai Rp165,98 triliun (18,75% dari total outstanding).

Di tengah gejolak tersebut, BI meyakinkan ekonomi nasional masih cukup kuat. Pada 2026 diperkirakan 4,9-5,7% dengan inflasi terjaga 2,5 plus minus 1%. Ini didorong oleh konsumsi rumah tangga yang terjaga, neraca dagang yang surplus dan cadangan devisa yang memadai.

(mij/mij)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Emiten Masuk Radar UMA, Analis Bilang Wajar

Emiten Masuk Radar UMA, Analis Bilang Wajar

April 24, 2026
Kebijakan Kurang Ramah, Industri Sepatu RI Kalah Dari Vietnam

Kebijakan Kurang Ramah, Industri Sepatu RI Kalah Dari Vietnam

April 24, 2026
IHSG Terkapar Dihajar Kanan-Kiri, Ditutup Turun 3,38%!

IHSG Terkapar Dihajar Kanan-Kiri, Ditutup Turun 3,38%!

April 24, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .