• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
BNI (BBNI) Tambah Modal Inti Lewat Obligasi AT-1

BNI (BBNI) Tambah Modal Inti Lewat Obligasi AT-1

April 15, 2026
Cara Bersihkan Nama di SLIK OJK atau BI Checking agar Skor Kredit Aman

Cara Bersihkan Nama di SLIK OJK atau BI Checking agar Skor Kredit Aman

April 18, 2026
Pangeran Thailand Jadi Tukang Kebun di Bandung, Alasannya Bikin Miris

Pangeran Thailand Jadi Tukang Kebun di Bandung, Alasannya Bikin Miris

April 18, 2026
Jangan Simpan Uang Banyak di Rekening, Maksimal Segini Menurut Pakar

Jangan Simpan Uang Banyak di Rekening, Maksimal Segini Menurut Pakar

April 18, 2026
Didukung OJK, Dana Pensiun Mau Tambah Investasi Pasar Modal

Didukung OJK, Dana Pensiun Mau Tambah Investasi Pasar Modal

April 18, 2026
Bersaing di Pasar RI, Ban Asal China Tawarkan 3 Keunggulan

Bersaing di Pasar RI, Ban Asal China Tawarkan 3 Keunggulan

April 18, 2026
Syarat Jadi Nasabah Prioritas BRI-Mandiri-BNI, Saldonya Minimal Segini

Syarat Jadi Nasabah Prioritas BRI-Mandiri-BNI, Saldonya Minimal Segini

April 18, 2026
97 Pinjol RI Terlibat Kartel dan Didenda Rp755 M, Ini Daftarnya

97 Pinjol RI Terlibat Kartel dan Didenda Rp755 M, Ini Daftarnya

April 18, 2026
Gak Cuma Pembangkit, PGE Incar 3 Proyek Turunan Geothermal

Gak Cuma Pembangkit, PGE Incar 3 Proyek Turunan Geothermal

April 18, 2026
Prabowo Dorong Ekonomi Digital, Asuransi Siber Siap Berekspansi

Prabowo Dorong Ekonomi Digital, Asuransi Siber Siap Berekspansi

April 18, 2026
Ikut Arahan BP BUMN & Danantara, WSKT Siap Percepat Restrukturisasi

Ikut Arahan BP BUMN & Danantara, WSKT Siap Percepat Restrukturisasi

April 18, 2026
AS Perpanjang Izin Beli Minyak Rusia, Indonesia Bisa Tenang

AS Perpanjang Izin Beli Minyak Rusia, Indonesia Bisa Tenang

April 18, 2026
Alamtri (ADRO) Bagi Dividen US7,5 Juta Setara 99,96% Laba 2025

Alamtri (ADRO) Bagi Dividen US$447,5 Juta Setara 99,96% Laba 2025

April 18, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, April 18, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

BNI (BBNI) Tambah Modal Inti Lewat Obligasi AT-1

4 days ago
in ENTREPRENEUR
BNI (BBNI) Tambah Modal Inti Lewat Obligasi AT-1
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Negara Indonesia (Persero). Tbk. (BBNI) berencana menerbitkan Additional Tier-1 Perpetual Non-Cumulative Capital Securities (AT-1 Baru) di luar negeri. Dalam keterbukaan informasi, BNI menjelaskan bahwa rencana tersebut merujuk pada ketentuan Regulation S dari US Securities Act of 1933.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo menyatakan bahwa rencana ini dilakukan dalam rangka memperkuat rasio dan struktur permodalan untuk mendukung ekspansi bisnis. Selain itu, bank pelat merah itu juga berencana melakukan buyback alias pembelian kembali atas Additional Tier 1 Perpetual Non-Cumulative Capital Securities yang diterbitkan tahun 2021 (AT1 Eksisting) melalui mekanisme penawaran tender.

“Dalam rangka memperkuat rasio dan struktur permodalan untuk mendukung ekspansi bisnis, Perseroan berencana melakukan penerbitan AT1 Baru dan secara bersamaan melaksanakan Tender Offer kepada pemegang AT1 Eksisting untuk membeli kembali AT1 Eksisting secara tunai, sebagai bagian dari optimalisasi struktur permodalan,” ujar Okki dalam keterbukaan informasi yang dikutip Rabu (15/4/2026).

Adapun periode partisipasi dalam Tender Offer berlangsung sejak tanggal 14 April 2026 sampai dengan 22 April 2026, dan penyelesaian (settlement) direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 24 April 2026. Adapun hasil untuk penerbitan AT1 Baru dan pelaksanaan Tender Offer atas AT1 Eksisting tersebut di atas akan bergantung antara lain pada kondisi pasar.

Sehubungan dengan rencana tersebut, pada tanggal 14 April 2026 BNI telah mengumumkan rencana penerbitan AT1 Baru dan rencana pembelian kembali instrumen AT1 Eksisting dari pemegang AT1 Eksisting dengan mekanisme Tender Offer, antara lain melalui platform Bloomberg. Di samping itu, pada tanggal yang sama, Perseroan juga telah melakukan rangkaian investor call di kawasan Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA).

“Penerbitan AT1 Baru dan pelaksanaan Tender Offer atas AT1 Eksisting diharapkan memberikan dampak positif terhadap struktur permodalan Perseroan serta mendukung pengembangan kegiatan usaha Perseroan,” tegas Okki.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa penerbitan AT1 Baru dilakukan di luar wilayah Indonesia dan tidak ditawarkan kepada investor Indonesia baik individu, institusi maupun bentuk hukum lainnya. Lantas, rencana ini tidak tunduk pada ketentuan Peraturan OJK No. 30/POJK.04/2019 tentang Penerbitan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk yang Dilakukan Tanpa Melalui Penawaran Umum (POJK 3012019).

AT1 Baru akan dicatatkan pada Singapore Exchange dan tidak dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Namun demikian, BNI tidak merincikan lebih lanjut berapa nilai AT1 baru yang hendak diterbitkan.

Sebagai catatan, BNI telah menerbitkan Additional Tier-1 Capital Bond Tahun 2021 sebesar US$ 600 juta atau sekitar Rp 8,6 triliun (dengan asumsi nilai tukar Rp 14.299 per US$ saat itu). Surat berharga yang dilepas dengan suku bunga 4,3% per tahun ini merujuk pada ketentuan Regulation S, berdasarkan US Securities Act, dan didaftarkan di Singapore Stock Exchange. BNI merupakan Bank pertama di Indonesia yang menerbitkan instrumen permodalan Additional Tier 1 ini.

Mengutip CNBC, obligasi AT1 adalah obligasi bank yang dianggap sebagai bentuk utang junior yang relatif berisiko, sehingga memiliki imbal hasil yang lebih tinggi dan sering dibeli oleh investor institusional.

Terkadang obligasi ini juga disebut sebagai contingent convertibles atau “CoCos.” Nama ini berasal dari kemampuan untuk mengonversinya menjadi ekuitas atau menghapusnya, sehingga nilainya menjadi nol, tetapi hanya dalam skenario tertentu.

Hal ini sering terkait dengan rasio modal bank yang menerbitkan obligasi tersebut. Jika rasio modal turun di bawah level tertentu, misalnya, rencana darurat bagi investor untuk mengonversi kepemilikan mereka menjadi pilihan.

(fsd/fsd)



Add



as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Cara Bersihkan Nama di SLIK OJK atau BI Checking agar Skor Kredit Aman

Cara Bersihkan Nama di SLIK OJK atau BI Checking agar Skor Kredit Aman

April 18, 2026
Pangeran Thailand Jadi Tukang Kebun di Bandung, Alasannya Bikin Miris

Pangeran Thailand Jadi Tukang Kebun di Bandung, Alasannya Bikin Miris

April 18, 2026
Jangan Simpan Uang Banyak di Rekening, Maksimal Segini Menurut Pakar

Jangan Simpan Uang Banyak di Rekening, Maksimal Segini Menurut Pakar

April 18, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .