• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Harga Minyak Anjlok ke US$ 64, OPEC+ dan Tarif AS Jadi Pemicunya

Harga Minyak Anjlok ke US$ 64, OPEC+ dan Tarif AS Jadi Pemicunya

July 1, 2025
Geger Emas 1 Ton Milik Penguasa Toba Hilang Diangkut 17 Kuda

Geger Emas 1 Ton Milik Penguasa Toba Hilang Diangkut 17 Kuda

June 17, 2026
Video: Bos Leasing Soal BI Rate Naik: Pengaruhi Kredit Nasabah Baru

Video: Bos Leasing Soal BI Rate Naik: Pengaruhi Kredit Nasabah Baru

June 17, 2026
Nasib Rupiah & IHSG Menanti Keputuasn BI dan The Fed

Nasib Rupiah & IHSG Menanti Keputuasn BI dan The Fed

June 17, 2026
Rupiah Ditutup Melemah 0,23%, Dolar AS Naik Jadi Rp17.730

Rupiah Ditutup Melemah 0,23%, Dolar AS Naik Jadi Rp17.730

June 17, 2026
Breaking News! IHSG Turun 1%

Breaking News! IHSG Turun 1%

June 17, 2026
Triputra Agro Kantongi Dividen Rp1,29 Triliun dari Anak Usaha

Triputra Agro Kantongi Dividen Rp1,29 Triliun dari Anak Usaha

June 17, 2026
Mau IPO di Bursa Hong Kong, Investor Global Bakal Serap Saham EMAS

Mau IPO di Bursa Hong Kong, Investor Global Bakal Serap Saham EMAS

June 17, 2026
Sesi 1 IHSG Turun 0,84%, Asing Net Buy Rp 2,6 Triliun

Sesi 1 IHSG Turun 0,84%, Asing Net Buy Rp 2,6 Triliun

June 17, 2026
INET Tender Offer Saham PADA, Diskon 50% dari Harga Kemarin

INET Tender Offer Saham PADA, Diskon 50% dari Harga Kemarin

June 17, 2026
Anthony Kartono Tan Mundur dari Kursi Direksi Merdeka Battery (MBMA)

Anthony Kartono Tan Mundur dari Kursi Direksi Merdeka Battery (MBMA)

June 17, 2026
Harga Emas Kembali Naik Saat Harga Minyak & Batu Bara Melemah

Harga Emas Kembali Naik Saat Harga Minyak & Batu Bara Melemah

June 17, 2026
The Fed Diramal Tahan Suku Bunga, IHS & Rupiah Kembali Anjlok

The Fed Diramal Tahan Suku Bunga, IHS & Rupiah Kembali Anjlok

June 17, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, June 17, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Harga Minyak Anjlok ke US$ 64, OPEC+ dan Tarif AS Jadi Pemicunya

12 months ago
in Market
Harga Minyak Anjlok ke US$ 64, OPEC+ dan Tarif AS Jadi Pemicunya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia tertekan pada awal perdagangan Selasa (1/7/2025), di tengah kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan produksi OPEC+ serta ancaman tarif baru dari Amerika Serikat yang bisa memicu perlambatan ekonomi global.

Melansir dari Refinitv, harga minyak Brent kontrak September turun 0,24% ke US$66,58 per barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 0,31% ke US$64,91 per barel. Pelemahan ini terjadi setelah kabar bahwa aliansi produsen OPEC+ akan kembali meningkatkan produksi pada Agustus mendatang.

Mengutip Reuters, sumber internal menyebut OPEC+ tengah bersiap menaikkan pasokan sebanyak 411.000 barel per hari (bph). Jika disahkan dalam pertemuan resmi pada 6 Juli, maka ini akan menjadi kenaikan bulanan keempat berturut-turut dan menambah total pasokan baru sepanjang 2025 menjadi 1,78 juta bph, setara dengan lebih dari 1,5% dari permintaan global.

Selain pasokan yang berpotensi membanjir, pelaku pasar juga mencermati tenggat waktu 9 Juli, di mana AS dijadwalkan mengaktifkan tarif baru atas berbagai barang impor. Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan bahwa tarif bisa naik hingga 50%, bahkan jika negosiasi dagang masih berlangsung. Ketidakpastian ini menambah tekanan terhadap proyeksi permintaan energi dunia.

Di sisi proyeksi harga, Morgan Stanley memangkas estimasi harga Brent ke kisaran US$60 per barel pada awal 2026, seiring prediksi surplus pasokan mencapai 1,3 juta bph tahun depan dan meredanya risiko geopolitik global.

Padahal, ketegangan geopolitik sempat mendorong harga melonjak tajam bulan lalu. Brent sempat menembus US$80 per barel saat konflik antara Israel dan Iran memanas pasca serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran. Namun pasar kembali tenang usai mantan Presiden AS Donald Trump memediasi gencatan senjata 12 hari kemudian.

Meski tensi politik mereda, analis memperingatkan volatilitas pasar masih tinggi dalam waktu dekat. “Harga masih sensitif terhadap perubahan kebijakan dan dinamika pasokan. Fokus utama saat ini adalah keseimbangan jangka pendek antara sinyal kenaikan produksi dan potensi penurunan permintaan global,” ujar analis energi dari JP Energy Research pada Business Today. 

CNBC Indonesia

(emb/emb)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Rusia dan OPEC+ Bikin Harga Minyak Membara




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Geger Emas 1 Ton Milik Penguasa Toba Hilang Diangkut 17 Kuda

Geger Emas 1 Ton Milik Penguasa Toba Hilang Diangkut 17 Kuda

June 17, 2026
Video: Bos Leasing Soal BI Rate Naik: Pengaruhi Kredit Nasabah Baru

Video: Bos Leasing Soal BI Rate Naik: Pengaruhi Kredit Nasabah Baru

June 17, 2026
Nasib Rupiah & IHSG Menanti Keputuasn BI dan The Fed

Nasib Rupiah & IHSG Menanti Keputuasn BI dan The Fed

June 17, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .