• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Kondisi Tak Menentu, Reasuransi Perlu Tingkatkan Tata Kelola Risiko

Kondisi Tak Menentu, Reasuransi Perlu Tingkatkan Tata Kelola Risiko

July 15, 2025
BTN Putuskan Tak Bagi Dividen, Mau Ada Aksi Korporasi

BTN Putuskan Tak Bagi Dividen, Mau Ada Aksi Korporasi

April 23, 2026
Rupiah Ambrol & IHSG Melemah Lebih Dari 2% ke Level 7.300

Rupiah Ambrol & IHSG Melemah Lebih Dari 2% ke Level 7.300

April 23, 2026
Astra (ASII) Ungkap Strategi Bersaing Lawan Mobil Listrik China

Astra (ASII) Ungkap Strategi Bersaing Lawan Mobil Listrik China

April 23, 2026
IHSG Terkapar! Ditutup Turun 2% Hari Ini

IHSG Terkapar! Ditutup Turun 2% Hari Ini

April 23, 2026
Rudy Resmi Jadi Dirut Baru Astra (ASII), Chatib Basri Jadi Komisaris

Rudy Resmi Jadi Dirut Baru Astra (ASII), Chatib Basri Jadi Komisaris

April 23, 2026
SMBC Indonesia (BTPN) Tebar Dividen Rp101,11 Miliar

SMBC Indonesia (BTPN) Tebar Dividen Rp101,11 Miliar

April 23, 2026
Breaking News! IHSG Lanjut Melemah, Turun 2%

Breaking News! IHSG Lanjut Melemah, Turun 2%

April 23, 2026
BI Sebut Modal & Likuiditas Perbankan RI Masih Aman

BI Sebut Modal & Likuiditas Perbankan RI Masih Aman

April 23, 2026
Breaking News! IHGS Lanjut Melemah, Turun 2%

Breaking News! IHGS Lanjut Melemah, Turun 2%

April 23, 2026
Rupiah Masih Tertekan, Nilai Tukar Dolar AS Melesat ke Rp17.280

Rupiah Masih Tertekan, Nilai Tukar Dolar AS Melesat ke Rp17.280

April 23, 2026
BI Fokus Perkuat Jaga Sektor Keuangan & Nilai Tukar Rupiah

BI Fokus Perkuat Jaga Sektor Keuangan & Nilai Tukar Rupiah

April 23, 2026
BNI Sudah Kembalikan Rp 28,25 Miliar Dana Paroki Aek Nabara

BNI Sudah Kembalikan Rp 28,25 Miliar Dana Paroki Aek Nabara

April 23, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, April 23, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home News

Kondisi Tak Menentu, Reasuransi Perlu Tingkatkan Tata Kelola Risiko

9 months ago
in News
Kondisi Tak Menentu, Reasuransi Perlu Tingkatkan Tata Kelola Risiko
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Praktik Good Corporate Governance (GCG) atau penerapan tata kelola perusahaan yang baik sangat diperlukan di sektor jasa keuangan khususnya perusahaan reasuransi.

Seperti diketahui, reasuransi adalah perusahaan yang menyediakan asuransi untuk perusahaan asuransi lainnya. Mereka menerima sebagian risiko yang ditanggung oleh perusahaan asuransi. Artinya perusahaan reasuransi harus benar-benar jeli dalam mengelola premi yang diraih dari perusahaan asuransi.

Direktur Utama PT Reasuransi Maipark Indonesia, Kocu A. Hutagalung mengatakan, pada dasarnya perusahaan reasuransi dalam negeri dengan luar negeri memiliki tipikal yang sama. Hal ini terlihat pada sumber premi dari perusahaan asuransi.

Di mana perusahaan reasuransi dalam negeri berkomitmen menjaga komposisi perolehan premi berdasarkan risiko.

“Tipikal sama dengan yang pasar dimanapun di dunia. Artinya kalau kelas-kelas bisnis seperti health insurance, life insurance, credit insurance, itu marine cargo itu rata-rata kita memang sudah menahan 80 sampai 85 persen. Tetapi untuk asuransi harta benda, itu aviation, marine haul, dan energy, itu memang kita menahan sekitar 30 persen. Dan itu tipikal dimanapun juga,” ujarnya dalam Insurance Forum “Strategi Menghadapi Lonjakan Klaim Asuransi Nasional”, Senin, (14/7/2025).

Ia sendiri melihat kualitas risiko perusahaan reasuransi sampai sejauh ini sudah cukup baik dan perlu ditingkatkan kembali. Terlebih kondisi geopolitik dunia saat ini masih sangat tidak menentu dan berpotensi mempengaruhi ekonomi dalam negeri.

Sehingga perusahaan reasuransi harus berkomitmen menjaga tingkat Risk Based Capital (RBC) sesuai dengan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan tingkat RBC yang baik, perusahaan reasuransi bisa menanggung risiko yang dihadapinya, termasuk risiko asuransi dan investasi. Adapun batas minimum RBC untuk perusahaan reasuransi di Indonesia yang ditetapkan OJK saat ini adalah 120%.

“Dari sisi regulasi memang sudah memadai untuk mengukur hal tersebut tetapi saya melihat memang lebih dari segi kualitas risikonya yang harus ditingkatkan lagi. Memang di negara-negara yang advance itu regulasi risk management untuk reinsurance itu lebih stringent, lebih tinggi dibandingkan dengan regulasi untuk perusahaan-perusahaan asuransi. Sebagai contoh misalnya, batasan untuk perusahaan boleh membagikan dividen kepada pemegang saham itu lebih tinggi RBC-nya dibandingkan dengan perusahaan asuransi. RBC 150% baru boleh dia (perusahaan asuransi) membagikan dividen. Sedangkan untuk perusahaan reinsurance itu 180 sampai 200 RBC-nya baru boleh dia membagikan dividen,” terangnya.

(dpu/dpu)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Video: Asuransi, Kesehatan, & Regulator Bicara Standar Layanan Ideal




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BTN Putuskan Tak Bagi Dividen, Mau Ada Aksi Korporasi

BTN Putuskan Tak Bagi Dividen, Mau Ada Aksi Korporasi

April 23, 2026
Rupiah Ambrol & IHSG Melemah Lebih Dari 2% ke Level 7.300

Rupiah Ambrol & IHSG Melemah Lebih Dari 2% ke Level 7.300

April 23, 2026
Astra (ASII) Ungkap Strategi Bersaing Lawan Mobil Listrik China

Astra (ASII) Ungkap Strategi Bersaing Lawan Mobil Listrik China

April 23, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .